Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Minta Restu


__ADS_3

Pram tersenyum dan meminta Anjana duduk rapi di tempatnya.


Ketika keduanya sudah duduk dengan tenang, Pram langsung menghidupkan mesin mobil dan tancap gas menuju rumah Pram.


Baru juga keluar dari area apartemen, Pram terlihat memperhatikan si gadis yang mendapatkan omelan dari ibunya.


"Ibu tahu jika kau sangat kesal pada ibumu, tapi berita apa ini?" teriak sang ibu di panggilan telepon.


"Iya, maaf. Aku tidak sengaja ibu. Kenapa marah sekali? aku sedang dalam fase dimana ingin tobat, justru malah populer. Jangan salahkan aku yang sangat beruntung ini."


"Anjana! kau pulang! katakan pada ibu alasannya, ibu tidak suka kau menikah dengan si tengil itu. Di media sangat meresahkan, aku tak suka dia!"


Sang ibu benar-benar tidak ingin menjadi mertua bagi seorang Pram, pria itu sangat tidak baik untuk Anjana.


Ibunya sudah menjodohkan sang gadis dengan pria yang lebih baik, tetapi semua itu hanyalah impian sebab, Anjana berada dalam kekuasaan Pram.


"Ibu, alasannya adalah kehormatan keluarga kita. Ibu, tidak perlu merasa sedih karena aku berada di samping seorang pria yang tidak bertanggung jawab, percayalah hubunganku hanya beberapa bulan saja. Setelah itu, kami akan bercerai."


Anjana mengatakan semuanya dengan sangat gamblang, dia tidak pernah menyangka jika seorang ibu seperti ibunya bisa mengkhawatirkan seorang Anjana, padahal gadis itu begitu saja sensasional.


Telepon seluler itu di ambil, lalu dia membuangnya lewat jendela mobil.


"Hei! apa masalahmu? hey! kenapa kau membuang ponsel terbaikku! ponsel itu adalah ponsel saat gaji pertama aku membintangi iklan, awas kau!"


Anjana benar-benar marah karena Pram sangat keterlaluan dengannya bahkan kini, Pram lebih fokus pada si lucu Anjana.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengganti ponsel itu tapi aku bisa memberikan yang terbaik untukmu," ucap Pram.


"Cih, apapun yang keluar dari mulutmu itu sampah! aku tidak mau menjadi sampah!" jawab Anjana.


Dia tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Pram, Anja ada banyak kegiatan.


Anjana tidak membutuhkan pujian ataupun hal yang membuatnya semakin sombong, dia merasa bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.


...


Sesampainya di rumah Pram...


Di sana dia langsung disambut oleh seorang wanita paruh baya yang bisa disebut seperti ibu.


"Kau bawa siapa?" tanya ibu Pram bernama nyonya Tere.


"Hah? apakah kau sedang bercanda? bagaimana gadis biasa seperti ini menjadi istrimu? tunggu, sepertinya aku pernah melihatmu!" cetus nyonya Tere.


Dia memperhatikan dengan seksama wajah Anjana, hingga menyebutkan ratu julid.


"Pram, ini sebuah acara karena kau menikahi gadis yang sama sekali jauh dari harapan ibu! ibu ingin kau menikah dengan pilihan ayah dan ibu!" jelas nyonya Tere.


Pram sama sekali tidak menggubris apa yang dikatakan oleh ibunya, dia memilih menarik lengan sang gadis lalu berjalan menuju ruang tamu.


Di sana ada sang ayah yang sedang membaca koran, sepertinya libur mengurusi perusahaannya yang sedang bermasalah.

__ADS_1


"Kau bawa anak siapa?" tanya tuan Valdi.


Dia meletakkan koran dan menatap siapa yang datang.


"Anak baru?" imbuh sang ayah.


"Aku belum pernah menceritakannya kepadamu, aku akan menceritakannya sekarang. Aku dan dia ingin menikah, berikan restu dan uang untuk kami menikah!"


Pram memang bukan pria sembarangan, dia begitu banyak uang tetapi, sama sekali tidak menutup kemungkinan meminta biaya pernikahan kepada ayahnya.


"Haha, kau membakar semua uangmu? bagaimana bisa kau meminta uang kepada ayah di saat perusahaan begitu sulit? pakai uangmu saja!" ungkap tuan Valdi.


"Hm, aku tidak suka mengeluarkan uang! hm begini saja, aku akan membayar semua biaya pernikahan, lalu ayah dan ibu memberikan restu saja, bagaimana?" jawab Pram sembarangan.


Sang ibu yang ada sedari diam lalu berkata," Kau akan berhenti dengan para wanita itu?"


Pertanyaan yang sangat menohok, selama ini sang ibu tidak terlalu memperhatikan.


Namun kali ini benar-benar tidak berada dalam hal bagus, Pram harus mengakui jika nyonya Tere lebih luar biasa dari detektif.


"Ibu tahu jika kau adalah seorang casanova, tapi ibu harap, pernikahan ini bisa memberikanmu efek jera dalam mempermainkan perasaan wanita!"


"Iya, setelah ini aku tidak akan menggoda para gadis, mungkin hanya membawanya ke hotel!"


"Pram!"

__ADS_1


*****


__ADS_2