
Satu minggu setelah kejadian yang membuat Nana dan Pram lebih dekat, sang Ibu memberikan kejutan dengan membuat acara piknik di luar kota.
Dalam acara makan siang kali ini, ayah Pram memberikan dua opsi. Mau piknik ke kota A atau B.
Pram tidak ingin terlalu banyak pilihan, dia masih ingin berada di dalam kota saja.
"Di tempat paman Yoga saja ayah, ada tempat piknik yang bagus. Di sana ada danau serta taman penuh bunga," ujar Pram.
"Aku ingin terlalu berpikir, lakukan saja apa yang kau inginkan."
Hubungan ayah dan anak, terlihat sangat akur dari biasanya.
Kedekatan ini, sangat membuat ibu Pram bahagia.
....
Pukul 13.00 ...
Setelah makan siang, ibu Pram ingin bertemu dengan anak menantu.
Dia meminta Nana untuk masuk ke dalam kamarnya.
Tidak butuh waktu lama, Nana kini berada di samping sang ibu yang duduk di atas ranjang.
"Na, ibu sangat senang atas kehadiranmu di rumah ini karena dengan lantaran pernikahan denganmu, hubungan antara Pram dan ayahnya menjadi lebih baik lagi."
__ADS_1
"Iya, bu. Aku hanya membantu sebisaku, tidak ada kata lain yang akan aku ucapkan selain berterima kasih kepada Ibu. Ibu, selalu membelaku dari semua orang yang mengatakan aku ini artis julid, tukang menguras harta keluarga Pram. Padahal, aku menikah dengan Pram, aku menghentikan semua kegiatan di dunia keartisan meski job sangat banyak."
"Iya, Ibu juga memahami semua itu karena kau adalah anak ibu. Oh ya, ibu memiliki satu hadiah yang sangat penting. Ini adalah kalung turun temurun. Dulu, aku merupakan anak menantu di rumah ini, ayah mertua mengatakan kepadaku bahwa aku harus berikan kalung ini kepada istri dari Pram. Kau dan Pram sudah menikah dan kalian begitu bahagia, jadi tidak ada salahnya aku memberikan kalung ini kepadamu."
Sang ibu mertua, mengenakan kalung di leher anak menantunya.
Rasanya tidak menyangka, pernikahan yang sangat tidak diinginkan, berubah menjadi pernikahan impian.
"Ibu, jika aku pergi dari rumah ini, apakah ibu akan merindukanku?" tanya Nana.
"Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi dari sini, selama-lamanya kau adalah menantu keluarga sini."
Sang ibu mertua, begitu senang dengan semuanya.
Namun, Nana, sungguh tidak bisa memutuskan perjanjian yang ada.
.
.
.
Ruang kerja Pram ....
Pram, malas untuk pergi kemanapun, dia masih ingin di rumah, apalagi besok akan ada acara piknik.
__ADS_1
Mereka sepakat untuk pergi sebuah tempat yang sangat indah dengan danau serta banyak bunga.
Semua itu ada di dalam kota.
"Hm, aku sudah lama tidak pergi keluar, rasanya sangat nyaman berada di rumah. Apakah semua ini karena Nana?" batin Pram.
Tiba-tiba saja dia merasa ingin bertemu dengan sang istri.
Akan tetapi, sebelum semua itu terjadi, ada yang mengetuk pintu.
Lalu Pram meminta orang di balik pintu itu untuk masuk ke dalam.
Klek!
Pintu terbuka, di sana dia melihat sang istri dengan penampilan yang sangat cantik.
"Apakah dia benar-benar Anjana?" ucap Pram dalam hati.
Sampai sang istri masuk dan mendekat kepada Pram, pria itu masih tidak bisa menahan diri untuk menatap wajah cantik sang istri.
"Pram, aku ingin berbicara denganmu tentang satu hal."
"Apa?"
"Pram, apakah kita akan terus berbohong kepada ayah dan ibu?"
__ADS_1
Raut wajah Pram berubah, dia menjadi orang yang seperti banyak beban pikiran.
*****