
Kamar Pram ....
Saat kedua orang tuanya masih berada di luar, Pram dan sanga istri sudah berada di dalam kamar.
Nana duduk di atas sofa, sedangkan Pram dengan sangat percaya diri merebahkan tubuh di atas ranjang.
"Pram, apa kita akan tidur satu ranjang?" tanya Nana.
Dia terlihat sangat cemas, sang casanova adalah pemain handal, dia tidak akan membiarkan Nana berada dalam damai.
"Haha, kau memangnya sangat berharap kita menjadi satu?" jelas Pram.
Pria itu tidak menyangka Nana masih memikirkan hal semacam itu, padahal sangat jelas jika dia dan Nana tidak menikah atas dasar cinta.
"Aku tidur di sofa, kau di atas ranjang, kau paham?" imbuh Pram.
"Sofa mana? sofa yang ada dimana? jika sofa yang aku tempati ini, sangatlah sempit. Memang empuk, hanya saja aku merasa semua ini sangatlah aneh," jelas Nana.
"Haha, kau terlalu mengkhawatirkan tempat tidurku, apakah ini pertanda bahwa kau sangat mencintaimu? mulai memakai rasa? perasaan yang membuncah?" cetus Pram tanpa rasa bersalah.
Dia sendiri yang merasakan getaran itu, tetapi orang mendapatkan tuduhan, ini sangat tidak mungkin.
"Hm, aku tidak akan pernah menyukaimu," celetuk sang istri.
Dia terlihat beranjak dari sofa dan menuju kamar mandi, namun dilarang oleh Pram.
__ADS_1
"Jangan mandi di kamar mandiku, kau akan terkejut nanti," ujar Pram penuh misteri.
"Semakin kau melarang, aku akan menjadi orang yang sangat ingin tahu," jawab Nana.
Pram yang tidak suka kamar mandinya digunakan oleh Nana, begitu gencar mencegah Nana masuk, hingga Nana bisa mengelabui Pram.
Klek!
Pintu kamar mandi terbuka.
Di sana Nana terpukau dengan sebuah lukisan gadis cantik.
"Aku boleh bertanya?" tanya Nana.
"Kau sudah masuk ke sini, tanya saja," jawab Pram ketus.
"Iya, aku memang suka tidur di kamar mandi, ada ruang rahasia di balik lukisan itu. Kau mau lihat?" ungkap Pram.
"Aku tidak mau, kau lebih baik tunggu diluar, karena aku sangat senang menjadi anggota baru di sini, pada intinya kau ingin mandi."
Tatapan Nana pada Pram sangat tajam, hingga membuat sang pria tersentuh.
Entah hanya akting atau memang dia benar-benar tersentuh.
"Kau diam saja?"
__ADS_1
"Masuklah, matamu bagus," lirih Pram.
"Gombal!"
Nana masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Pram ada di luar.
Kebetulan ada telfon dari salah satu gadisnya Pram yang nekat ingin datang ke rumahnya.
"Kau jangan seperti itu sayang, nanti malam kita bertemu di tempat biasa, kau tidak perlu menjadi orang yang sok benar. Bukan hanya kau yang menjadi pihak yang mencintai, aku juga sangat mencintaimu," ungkap Pram dalam sambungan telefon.
"Oke. Kau harus menepati janjimu yang tidak pernah datang," jelas sang gadis sangat baper diantara semua simpanan Pram.
Gadis yang kelak menjadi penghambat Pram dalam menjalankan rencana pernikahan yang hanya enam bulan saja ini.
"Kau akan menjadi gadis paling bahagia nanti malam, kau tunggu saja," jawab Pram.
Panggilan telefon itu usai saat terdengar suara orang keluar dari kamar mandi.
Pram terkejut dengan penampilan Nan yang lebih cantik dengan rambut yang agak basah serta tergerai indah.
"Kau?"
"Ya? aku? aku kenapa?"
Sang istri justru ikut terkejut, sebab Pram langsung menatapnya, seperti ingin menerkam saja.
__ADS_1
*****