Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Satu tahun berlalu


__ADS_3

Pagi hari yang nyaris sama dengan satu tahun yang lalu.


Nana dan seorang pria yang menjadi kekasihnya, terlihat sedang makan bersama.


"Na, apakah kau mau menikah denganku?" tanya sang kekasih.


"Itu terlalu cepat, aku tidak mau."


"Hm, ini adalah ketiga kalinya aku melamar dan kau menolak."


"Bukan begitu, aku sudah pernah mengatakan kepadamu bahwa sebelumnya aku gagal dalam pernikahan, untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius aku harus berpikir ulang. Aku tidak mau gagal untuk kedua kali."


"Iya, aku paham, tapi setidaknya kita harus bertunangan. Kau sangat paham jika aku sangat mencintaimu."


"Iya, aku paham, tapi kau harus memahami aku yang masih berduka karena ibuku telah tiada beberapa bulan yang lalu."


"Iya, maaf ya? aku sudah terlalu memaksamu."


"Tidak. Aku yang salah karena tidak bisa memilah perasaan yang seharusnya aku buang ataupun aku simpan, ibuku sangat berarti bagiku dan kau paham artinya."


Pasangan kasih itu baru saja menjalin kasih selama 5 bulan lamanya, itu juga karena kencan buta.


Pasca bercerai, Nana sangat terpukul dan kehadiran Ednort, membuat hidupnya terlihat lebih berwarna.


Apalagi sang ayah, memilih untuk pindah rumah ke kota A.


Dia dan sang ayah, sudah melupakan dan meninggalkan kenangan buruk di kota yang sebelumnya.


Nana, tidak akan pernah menyebut Pram lagi.

__ADS_1


...


Nana dan Ed, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Sebenarnya, kedua orang itu akan pergi ke suatu tempat yang sangat indah, yaitu pantai Love Rain.


Sebuah pantai yang terkenal dengan cintanya yang sangat banyak.


Sebuah pantai yang unik, dengan batu berbentuk love.


Indah sekali.


"Na, aku ke kamar mandi dulu ya? rasanya kebelet."


"Oke."


Saat dia menoleh ke arah kanan, tiba-tiba saja ada seorang pria yang sangat dia kenal.


"Pram?" batin Nana.


Namun, dia langsung menghempaskan perasaan itu.


"Cih, ada atau tidak, aku sama sekali tidak berharap."


Nana memilih untuk cuek.


Hingga sang kekasih datang.


Dia mengajak Nana untuk pulang ke rumah saja karena ada teman yang sedang masuk rumah sakit.

__ADS_1


"Na, besok lagi ya? aku sedang ada urusan. Kau akan aku antar ke rumah."


"Ya, tidak masalah. Ed, antar aku ke perpustakaan dekat sini saja. Aku harus membaca beberapa buku mengenai penelitian kita."


"Oke."


Sang kekasih sangat baik, dia tidak akan memberikan hal buruk pada Nana.


Beberapa menit berlalu, keduanya beranjak dari tempat itu dan orang yang terlihat seperti Pram, tersenyum.


"Ternyata benar, kau ada di sini. Sudah satu tahun lamanya kau pergi dariku, aku memang mencarimu tetapi aku tidak yakin jika kau berada di sini, tapi kenyataannya kau ada di sini, aku sangat senang."


Pram bukannya ingin menjadi penghalang antara Ed dan Nana, hanya saja sang ibu selalu menanyakan kabar Nana.


Jika sudah menikah, tak apa, dia merasa bersalah karena mengusir anak menantunya.


Sang ibu berpesan agar tidak perlu meminta apapun dari Nana, hanya perlu meminta maaf saja.


Sang ibu malu bertemu Nana karena kesalahannya ini.


Sang putra menelfon sang ibu.


"Bu, aku sudah menemukannya. Wanita itu, orang yang masih memiliki tempat di hatiku."


"Nana? dia ada dimana?"


"Ada di sini ibu, aku akan memberikan fotonya padamu. Namun, sayang dia sudah memiliki seorang kekasih."


*****

__ADS_1


__ADS_2