Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Kesempatan kedua


__ADS_3

Nana begitu senang saat bertemu dengan pria yang selama ini ia cintai, tapi dia tidak mampu mengatakan bahwa cintanya memang masih ada sampai saat ini.


Dia tidak akan meninggalkan Ed, perasaannya begitu menyedihkan.


Nana berada di satu titik yang tidak bisa dijangkau lagi kesedihan.


Pram, sebenarnya masih di sana dan melihat mantan istrinya menangis sesenggukan akibat dirinya yang datang kembali ke dalam kehidupannya.


Nana, tak bisa membendung lagi rasa sedih dan bahagianya bertemu Pram.


Tanpa ia sadari,Nana jatuh.


Dia pingsan.


Sang pria lalu mengendong tubuh itu dan memasukkannya ke mobil.


Pram merasa sangat bersalah sebab karena dirinya datang, Nana jadi pingsan.


.


.


.


Apartemen Pram ...


Kamar Pram ...


Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, kini mereka berdua sudah berada di apartemen.

__ADS_1


Lebih tepatnya, ada di kamar Pram.


Pram merawat mantan istrinya dengan sangat baik sehingga tidak ada canggung sama sekali.


Saat Nana membuka mata, Pram langsung memeluk tubuh itu.


"Aku sangat senang karena kau masih hidup, aku tidak masalah jika kau pergi dariku tetapi jangan mati lebih dulu."


"Apa kau tidak waras? selama kau masih ada di dunia ini, pasti aku akan hidup. Kau sangat jahat karena memberikan efek yang buruk padaku saat melihat penampakan kau."


"Haha, kenapa kata-katamu semakin lucu saja, oh ya. Maaf ya, aku sudah mengatakan hal yang membuatmu menjadi pingsan. Aku akan mengantarmu pulang ke rumah, apakah aku boleh melakukannya?"


"Jangan, aku tidak mau kekasih ku tahu jika kita masih berhubungan. Kau antar saja aku kembali ke perpustakaan."


"Untuk apa?"


"Dia akan menjemput ku lagi di sana."


"Iya, aku paham dengan apa yang kau katakan jadi jangan terlalu khawatir dengan semua itu."


"Oke."


.


.


.


Nana lalu pergi lagi, dia mendapatkan layanan khusus dari Pram.

__ADS_1


Pram dengan perasaan yang tidak menentu, mengantar wanita ada di dalam hatinya itu untuk menemui kekasih.


Di dalam mobil, Pram tidak mengatakan sepatah kata pun, begitu juga Nana.


Keduanya merasa sangat canggung karena 1 tahun tidak bertemu.


"Na, siapa nama kekasihmu sekarang?"


"Ednort. Dia sangat baik dan tidak suka marah-marah, jadi kau bertemu dengannya."


"Kenapa?"


"Karena dia baik dan tidak suka marah-marah, aku memintamu untuk tidak muncul di hadapannya. Aku takut, banyak orang pendiam itu seperti sebuah belati yang sangat tajam. Kau dan aku sampai di sini saja pertemuannya. Aku tak mau berhubungan lagi denganmu ataupun keluargamu, aku sudah berada di sini dan mendapatkan kebahagiaan."


"Ya, aku paham."


Pram sama sekali tidak menolak untuk permintaan ini, dia mengetahui kapasitasnya sebagai seorang mantan suami.


Sesampainya di perpustakaan ....


Pram melalui jalan yang lebih cepat sehingga hanya perlu menghabiskan waktu beberapa menit saja.


"Na, semoga kau baik-baik saja setelah bersamanya, aku tidak akan mengganggu kehidupanmu. Aku harap kau bisa menjaga diri," pesan Pram.


Nana coba untuk tidak menangis karena selama ini dia sangat mencintai mantan suaminya.


"Iya, kau pulanglah ke rumahmu, aku tidak akan pernah menghubungimu aku pun mencoba untuk mendekatimu lagi, tidak ada kesempatan kedua ataupun ketiga. Kita sudah berakhir dan semuanya memang harus demikian."


Nana keluar dari mobil Pram, Nana menunggu Ed di depan perpustakaan.

__ADS_1


"Hati-hati di jalan."


*****


__ADS_2