
Kamar hotel no 23 ...
Sang pria telah memesan satu kamar yang ada di hotel itu, jadi dengan mudah bisa masuk ke kamar no 23 yang berada di lantai 5 bangunan megah itu.
Setelah sampai di dalam kamar itu, dia duduk di sofa.
Kepalanya sangat pusing sebab seharusnya keduanya berada dalam kondisi yang sangat baik tiap hari.
Namun, kenyataannya memiliki satu kesempatan yang tidak bisa dihindari lagi yaitu perasaan kita yang mendalam kepada mantan istrinya yang selama ini menjadi penghuni hatinya.
Satu jam berlalu ia lalui dengan melamun saja.
Saat ada suara pintu terbuka, Pram terkejut karena ada sosok wanita yang sangat ia tunggu kehadirannya.
Tanpa pikir panjang, Pram langsung melakukan penyerangan kepada wanita itu yang sebenarnya masih dalam ambang kesadaran yang cukup tinggi hanya saja sentuhan itu membuat sang wanita tidak bisa menahan diri untuk memeluk ataupun menyentuh tubuh kekar yang ada di hadapannya.
"Saat kau datang kepadaku berarti kau sudah setuju dengan segala resikonya," bisik Pram dengan rayuan mautnya.
"Aku datang kemari karena mentalku sudah sangat kuat serta kenekatan ini melebihi 100%."
"Owh, berarti kau menantangku untuk mendapatkan satu hal yang lebih membahagiakan dari pernikahanmu?"
"Aku tidak pernah mendambakan menikahi pria selain dirimu tetapi aku hanya ingin tahu seberapa kekuatanku malam ini."
__ADS_1
Nana, seperti kerasukan jiwa lain yang akan membuatnya bermasalah dengan calon suaminya.
"Kau tidak masalah jika aku yang melakukannya?"
"Selama ini kita di fitnah melakukan hal-hal yang tidak baik seharusnya melakukan hal itu dari dulu saja."
"Shii*****t!"
Sang pria langsung menggendong tubuh Nana, yang merupakan tubuh Itu di atas ranjang.
Keduanya saling menatap kemudian hal yang tidak diinginkan terjadi dengan alami.
.
.
.
"Na, apa kau suka makan seafood?" tanya Pram setelah mandi bersama dengan istrinya.
Sang mantan, maksud menyisir rambutnya yang basah sambil merapikan bajunya.
"Kau sudah memberikan bekas yang aneh di seluruh tubuhku, apa yang aku katakan nanti kepada Ed?"
__ADS_1
"Kau sudah memiliki risiko yang harus kau tanggung, seharusnya kau kabur saja tidak perlu menikah dengan Ed."
"Aku memang ingin kabur dan pergi ke luar negeri, tidaknya setelah aku melakukan hal yang khusus tidak perlu penampakan diri terhadap pria yang baik seperti Ed."
"Kau lebih baik makan seafood saja daripada mengatakan hal-hal yang tidak mungkin."
Pram, sebenarnya sangat bahagia karena bisa bersama dengan mantan istrinya yang selama ini tidak pernah ia sentuh namun untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan yang lalu ia bisa memberikan kalian terbaik untuk Nana.
Sebuah rasa bahagia tanpa rasa bersalah, cinta ini sangat baik, dia tak mampu memberikan satu kesempatan kepada wanita lain, dia hanya ingin Nana seorang.
"Aku akan pergi, kau jangan pernah mencariku lagi!"
"Dimanapun kau berada, aku pasti menemukanmu. Kau paham? jadi setelah kau pergi, aku tidak akan memintamu untuk kembali tapi jika kita jodoh pasti bertemu di kemudian hari. Oke?"
"Masa bodoh. Aku ingin kau berada di sampingku tetapi kita sudah melakukan hal yang bisa membuat kedua orang kita menjadi marah, lebih baik kabur dan tidak perlu bertemu dengan mereka saja."
Nana, mengatakan semua ini dengan lagu wajahnya cukup menyedihkan sehingga membuat orang harus mendekat dan memeluk tubuh itu.
Pram meninggalkan masakan seafood yang sudah tersaji dengan indah dan lezatnya di atas, pria itu lebih memilih untuk menghibur sang mantan istri yang bersedia bersamanya satu malam ini.
Tanpa pikir panjang keduanya melakukan hal itu sekali lagi untuk perpisahan.
"Love you Nana."
__ADS_1
"Love you too Pram."
*****