
Nana protes terus, sampai berbusa.
Namun, sang suami memiliki satu kesempatan untuk membuat istrinya menjadi lebih tersiksa lagi.
"Kau terlalu banyak protes," ucap sang suami dengan percaya diri.
"Aku memang protes karena kau memang agak-agak."
Pram tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh sang istri. Pria itu justru tidur.
"Pram? setelah mengerjai, lalu tidur bersamaku, apakah kau mau tidur lagi?"
"Iya, aku tidak tahu, rasanya sangat lelah."
Nana melihat ada bekas tanda merah yang ada di leher sang suami. Ini sangat mengejutkan, meskipun sudah tahu jika seorang Pram bukan pria baik-baik yang setia dengan satu gadis saja.
"Kau baru tidur dengan kekasihmu ya?" tanya Nana menelisik.
"Iya, memang aku tidur dengan salah satu gadisku. Ayah terllau banyak bicara tadi malam, jadi aku bersenang-senang."
Sang suami justru mengatakan hal yang akan membuat hubungan antara ayah dan anak merenggang.
Sebagai seorang menantu yang sudah mendapatkan izin menjaga kebersamaan antara Pram dan sang ayah, Nana harus memberikan satu peringatan pada Pram.
"Pram, aku mendengar bahwa kau sangat kasar dengan ayahmu, apakah itu benar?"
"Sedikit saja, soalnya dia sudah membuat aku dalam masalah."
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Katakan saja, aku tidak suka basa-basi."
"Aku tahu jika kau adalah orang yang sangat kasar, tapi setidaknya, buatlah hidupmu lebih akur dengan ayahmu. Aku belum mengenal keluarga kalian, tetapi aku merasa kalian sangat pantas menjadi dua orang yang saling memahami satu sama lain."
"Ya."
"Lagi, aku sama sekali tidak paham akan hati kalian berdua, hanya saja aku merasa kau dan ayahmu memiliki satu persamaan yang cukup unik."
"Ya, aku mengantuk."
"Dengarkan aku dulu."
"Ya."
Nana menghampiri Pram, niatnya ingin memberikan pelajaran, tapi justru tubuh sang gadis jatuh di atas tubuh suaminya sendiri.
Kebetulan tubuh pram sedang terlentang, dia mengubah posisi secara mendadak.
"Astaga."
Sang gadis ingin segera pergi, tetapi suaminya memeluk dengan erat tubuh Nana.
"Kau tidak akan emang bisa lepas dariku karena kau hanya milikku seorang," ucap Pram.
Kata-kata ini, membuat sang gadis sontak terkejut sebab dia melihat bahwa suaminya berada dalam kondisi menutup mata tetapi mulutnya komat-kamit seperti seorang peramal.
__ADS_1
"Astaga, bagaimana semua ini bisa terjadi? aku ingin lepas darinya tetapi justru tidak mampu bergerak sedikitpun."
Kata hati yang selalu resah, apalagi dia tak mampu untuk menghindari pelukan itu, dia bertahan untuk berapa menit, sampai sang suami melepaskan pelukan itu tanpa syarat apapun.
"Huft, syukurlah!"
Nana cukup sesak ketika berada di pelukan sang suami, kini dia bisa lepas dan bernapas seperti semula.
Dia memilih untuk keluar dari kamar, rasanya sangat malu jika suaminya tahu bagaimana wajahnya ketika berada dalam pelukan Pram.
Setelah berapa menit, sang suami membuka mata dan tertawa.
"Haha, aku bahkan berakting mendengkur, lalu membuat sebuah pertunjukan."
Sang suami benar-benar membuat istrinya menjadi bertingkah aneh.
Buktinya, dia kebingungan.
"Nona, apa yang ingin kau lakukan?" tanya pelayan.
"Oh, aku sebenarnya ingin jalan-jalan saja, tapi aku bingung."
"Ada apa?"
Pria yang sangat tidak ingin dia lihat, Pram.
"Kenapa ada dia?"
__ADS_1
*****