Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Akhirnya bertemu


__ADS_3

Di Taman ...


"Ayo anak-anak, kita bersama goyang, jangan memikirkan orang tua. Mereka pasti memberikan izin untuk kalian bergoyang dengan badut seperti aku," ucap Pram.


Suara yang keluar dari kostum badut itu terdengar seperti suara anak-anak, jadi semua bocah yang mendengar pasti senang.


Kebersamaan Pram dan anak yang ada di taman, cukup lama, meski lelah dengan kostum itu, dia berharap mampu mengelabui calon suami Nana.


Hingga satu jam berlalu, dia mendengar suara Nana sedang berbincang.


"Na, dimana Pram?" tanya Ed.


"Aku bilang tidak ada dia di sini, coba saja kau cari di seluruh taman, pasti tidak ada."


Nana bersyukur karena sang mantan kekasih tidak ada yang tahu keberadaanya.


"Oke, aku percaya padamu. Aku pulang dulu, lagi pula aku ada pekerjaan. Maaf ya sayang, aku meragukanmu."


Nana berharap kebohongannya tidak menjadi masalah baginya.


Saat melihat Ed pergi dan tidak terlihat lagi, kini giliran si badut yang beraksi.


Dia segera membuka kostumnya, semua anak-anak jadi malas dan pergi meninggalkan sang badut.


Nana masih sibuk menghubungi Pram, ponsel sang pria di silent, jadi tidak terdengar jika ada panggilan masuk.


"Pria itu dimana?"


Nampak raut kebingungan di wajah Nana.


"Aku di sini, Na."


Suara Pram mengagetkan dirinya.


Seketika itu sang wanita menoleh.


"Kau menyamar menjadi badut?"


"Iya, biar suamimu tidak marah padamu, ayo kita ke Cafe dekat taman. Aku ingin mengajakmu mengobrol."


"Kau berkeringat, bagaimana bisa kita nongkrong di sana?"


"Bisa saja, kenapa sih repot-repot? kau mandi saja gih. Di Cafe itu ada tempat untuk mandi, aku akan membeli baju di toko sekitar sini, jangan keluar mandi jika aku belum datang."


"Aku ikut beli baju, janji akan menunggu di luar. Namun, aku akan menitipkan kostum kepada pak satpam terlebih dahulu."


"Aku akan mengantarmu."


Keduanya saling menatap, sepertinya dua hati keduanya sudah terhubung kembali untuk melakukan hal yang tidak waras bersama.


.


.


.


Dua puluh menit kemudian, menitipkan kostum, serta membeli baju sudah.


Mereka berdua masuk ke Cafe lewat pintu samping.


Nana meminta izin untuk meminjam satu bilik toilet untuk Pram mandi.


Dia tidak mendapatkan kesulitan.


Pram bisa mandi di sana, sedangkan sang mantan istri berada di luar sambil membawa baju ganti.


Tidak membutuhkan waktu lama, sang mantan suami keluar dari kamar mandi itu sambil mengenakan handuk.

__ADS_1


"Dimana bajuku?"


"Ini."


Nana memejamkan mata sambil menyerahkan baju yang tadi mereka beli.


"Kenapa kau memejamkan matamu?"


"Aku malas melihatmu tidak berpakaian."


"Aku pakai handuk, apa kau berharap aku tidak pakai apa-apa?"


"Cih, diam kau."


"Haha."


.


.


.


Di Cafe ...


Dua orang yang saling mengenal, duduk di sofa yang ada di cafe, tempat yang di datangi keduanya untuk pertemuan.


Di meja sudah ada makanan dan minuman.


"Kenapa kau ingin bertemu denganku?"


"Aku meminta padamu satu hari yang indah."


"Kau ingin melakukan apa denganku?"


"Tidak, aku hanya ingin berbincang saja."


"Apa yang ingin kau katakan."


"Haha, bagaimana bisa dalam hubungan pernikahan kontrak, ada satu cinta yang tumbuh? ini sangat aneh."


"Aku tidak berbohong. Berikan aku satu hari yang indah, agar saat aku tidak bersama denganmu, aku mengingat akan semua kebersamaan yang akan kita lalui bersama."


Sang mantan istri melihat ke arah wajah Pram, dia melihat ketulusan di mata itu.


"Kau ingin aku melakukan apa"


"Jalan-jalan sampai jam 20.00. Aku ingin mengajakmu keliling kota. Bagaimana?"


Nana terlihat ragu, tapi sebenarnya dia tidak keberatan untuk jalan-jalan dengan mantan suaminya yang selama ini hanya menjadi suami kontraknya saja.


Setelah Nana setuju, keduanya segera menghabiskan makanan yang ada di meja, tidak terkecuali minuman jus jeruk yang sudah di pesan.


.


.


.


Beberapa menit berlalu ...


"Pram, aku telah berbohong dengan Ed, apa kau merasa aku adalah wanita yang jahat?" tanya sang mantan istri ketika keduanya naik motor.


Nana memilih untuk naik motor daripada mobil, katanya lebih syahdu.


Akan tetapi ada ada satu hal yang sangat dikhawatirkan oleh Nana, satu hal itu adalah Ed.


Dia cemas jika Ed tahu dia bersama dengan Pram.

__ADS_1


"Kau tidak perlu terlalu memikirkan soal Ed, dia akan bersamamu setelah ini. Bahkan dia akan bersama selama seumur hidup."


Nana lalu berpikir, dia akan menghabiskan waktu dengan Ed, apakah dia sangat mencintai Ed, atau hanya kompromi saja.


Namun, pada dasarnya, Nana tidak mau menjadi wanita yang dengan mudah kembali bersama dengan mantannya.


"Kau dengan siapa nanti?"


"Banyak gadis yang mau denganku, tetapi sebelumnya, aku harus memastikan kepadamu bahwa kau bahagia bersama dengan Ed."


"Kau mengatakan hal itu atas dasar apa?"


"KIta akan turun di sebuah danau di pusat kota, di sana ada tempat yang dinamakan pohon kejujuran, jika kau berkata jujur di sana, pasti akan mendapatkan keberuntungan. Akan tetapi jika sebaliknya, justru akan tidak mendapatkan apapun."


Nana berpikir keras, dia ingin tahu seberapa beruntungnya dia.


Wanita itu mau pergi ke sana bersama dengan Pram, sebab ada satu hal yang akan dia putuskan.


Semuanya mengenai masa depan cinta dan segala hal yang akan ia jalani.


.


.


.


Sang pria tancap gas, ia meminta Nana untuk berpegangan dengan erat.


Mau tidak mau Nana pasti memeluk tubuh Pram.


Ada desir aneh yang dirasakan keduanya.


Namun di biarkan begitu saja tanpa penyelesaian.


..


Danau pusat kota ...


Setelah menempuh jarak yang tidak terlalu jauh, akhirnya kedua orang itu mendapatkan tempat yang sangat nyaman untuk mengungkapkan isi hati.


Danau yang dipercaya sebagai danau suci, tempat dua orang yang pasti akan jujur dengan perasaan masing-masing.


Baru saja motor di parkir, Nana sudah mengeluh haus.


Jadi Pram harus membeli minuman, Nana yang menjadi diri sendiri, seperti manja dengan Pram.


"Pram aku ingin menjadi diriku sendiri di sana, kau jangan merasa takut saat aku bisa tiba-tiba agresif."


"Oke."


Nana menatap wajah mantan suami dengan genitnya, membuat Pram jadi takut.


Kedua orang itu berjalan menuju sebuah kedai yang menjual minuman dengan rasa alami buah-buah segar.


Nana berada di luar kedai, sedangkan sang pria ada di dalam kedai.


Wanita itu tidak membutuhkan waktu lama untuk minum satu cup minuman berupa jus buah dengan aneka rasa.


"Minumanlah, ini adalah ratunya minuman di tempat ini. Semoga kau suka." jelas Pram sambil menyodorkan satu cup minuman kepada Nana.


"Minuman apa ini? aneh sekali," jawab Nana dengan raut wajah tidak percaya diri untuk mencicipi minuman yang selama ini belum pernah ia coba.


"Kau minum saja, kita berjalan ke arah danau."


"Okelah," ucap sang wanita.


Dia penasaran dengan rasa minuman dengan segala macam buah itu.

__ADS_1


Namun, tak mau langsung meminumnya, dia ingin jujur dulu baru minum.


*****


__ADS_2