Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Mendadak menjadi istri


__ADS_3

Pertemuan di taman kota menjadi titik balik keduanya akan menjalin hubungan yang lebih serius, sebab sejak kejadian itu, Anjana menjadi lebih sering mendapatkan banyak pekerjaan.


Hingga akhirnya, hari pernikahan itu tiba.


Anjana dan Pram menjadi satu kesatuan di atas altar, bersama menjalani pernikahan penuh sandiwara.


"Na, kau hebat memang," ucap Pram bangga.


Pria itu terlihat sangat senang karena akting Nana sangat alami.


"Aku tidak merasa aktingku bagus, hanya saja aku memang sangat berbakat," jawab Nana dengan nada penuh kesombongan.


"Kau juga sangat lihat dalam pertautan lidah," ungkap Pram.


Tatapan mata Nana langsung tajam ke arah suaminya kini.


"Heh, itu hanya bagian dari skenario. Jangan baper, aku sering melakukannya jadi biasa saja." jelas Nana dengan santai.


Pram yang lebih tertarik dengan Nana, mencoba untuk terus mengikutinya karena gadis itu sangat unik dan berbeda dari kaum hawa kebanyakan, dia memang sangat senang bercanda, bahkan bibir Pram menjadi merah karena kena gigit olehnya.


Tak masalah bagi Pram, ini adalah service katanya.


.


.


.


Satu jam kemudian, acara pernikahan di gedung paling megah satu kota itu, menunjukkan bahwa status sosial keluarga Pram memang cukup tinggi, berbeda dengan Anjana yang dari keluarga biasa saja.


Namun memiliki nasib agak mujur.

__ADS_1


Pertemuan dua besan dari keluarga berbeda juga cukup unik, karena memberikan efek yang sangat kontras.


Ayah dan ibu Anjana memang tak suka dengan gosip dan pernikahan ini, semuanya menjadi paket yang memalukan, hanya saja Nana sudah memutuskan untuk menikah dengan Pram.


Satu hal yang tidak bisa di ganggu gugat, demi untuk menyelamatkan harga diri keluarga akibat dari gosip yang beredar mengenai Nana dan Pram yang tertangkap basah tidur bersama.


Setelah acara pernikahan berlangsung selama satu jam penuh, kini saatnya kedua mempelai menuju rumah megah milik keluarga Pram.


Rumah yang ada di tengah kota.


Berada di tengah parah elit yang menempati bangunan kaya akan nilai arsitektur.


Mobil yang sudah di siapkan segera membawa pasangan itu menuju ke sana.


Nana dan Pram mendapatkan sambutan meriah.


Keduanya bersandiwara untuk tetap terlihat bahagia.


Di dalam mobil ...


"Oh ya? bukannya ayah dan ibumu tidak suka denganku?" ungkap Nana.


"Bukan tidak suka, hanya belum mengenal saja," jelas Pram penuh dengan rasa tak biasa, sebab saat berada di samping seorang Nana, darahnya menjadi mendidih.


Seolah-olah, tak akan terjadi, tapi perasaan ini memang nyata adanya.


"Hm, aku tidak tahu, hanya saja merasa bahwa kau adalah orang yang suka menjadi aktor," ungkap Nana.


Dia tersenyum dan meminta sang suami tidak terlalu membahas ini semua.


"Ya, aku memang orang yang seperti itu, memangnya kenapa?" jelas Pram dengan nada santai.

__ADS_1


"Haha, rasa ini tak biasa, hanya saja menjadi satu hal yang membuatku bersemangat."


Nana dan Pram saling bertatapan, semuanya terlihat begitu alami, rasanya sangat tidak mungkin jika keduanya tidak akan cinlok.


.


.


.


Rumah keluarga Pram ....


Keduanya turun dari mobil lalu berjalan menuju istana milik si suami.


Nana agak sungkan melihat bangunan megah itu.


"Ini seperti world disney," ucap Nana dengan kekagumannya.


"Ya, kau memang benar. Apa yang kau katakan memang sangat benar."


Pram mengajak sang istri untuk masuk ke dalam rumah itu, mereka mencoba menjadi pasangan yang bahagia meski terlihat aneh.


Mobil kedua orang tua Pram baru saja sampai.


Ayah Pram memang tidak suka dengan pernikahan ini, dia banyak diamnnya.


"Ayah, kau baik-baik saja?" jelas ibu Pram.


"Selama anak itu tidak mempermainkan perasaan istrinya serta berkomitmen, aku akan baik. Jika dia masih saja tidak menghargai hubungan. Aku akan membuat mereka tidak bahagia."


Sebuah ancaman yang sangat mirip ancaman, terdengar sangat nyaring di telinga ibu Pram.

__ADS_1


Awal yang kurang bagus untuk Pram dan Nana, sebab penghalang skenario ini adalah ayah Pram sendiri.


*****


__ADS_2