Sebatas Pernikahan Kontrak

Sebatas Pernikahan Kontrak
Suami agak-agak


__ADS_3

Pram terlihat biasa saja, dia merasa tidak ada yang aneh jika mereka berdua tidur bersama.


"Heh, aku bukan pria seperti itu. Kau lihat, aku tidak sengaja memelukmu, aku tidak melakukan apa-apa!"


Sang suami mengatakan hal yang sepenuhnya benar karena tidak ada kontak selain itu.


"Tapi, jika aku hamil kau harus bertanggung jawab!"


"Haha, aku akan bertanggung jawab kepadamu tetapi setelah 6 bulan bukan tanggung jawabku."


"Sialan!"


"Haha, kau tenang saja, aku tidak melakukan apapun terhadapmu, pikiranmu itu terlalu kotor."


Sang suami beranjak dari tempat tidur itu, lalu menghubungi seorang gadis yang semalam menemaninya.


Tubuh kekar Pram, terlihat jelas saat pria itu membuka bajunya.


"Wah, luar biasa tubuhnya, aku sama selalu tidak mengetahui jika pria itu memiliki tubuh yang sangat bagus."


Sang istri hanya bisa mengatakannya dalam hati, karena saat mengutarakan pujian ini pasti membuat suaminya terbang tinggi, sombongnya pasti akan segera muncul ke permukaan.


Namun, pandangan mata istri yang terlalu berlebihan membuat suaminya mampu membaca isi hati sang istri.


"Heh, apakah kau mengagumi tubuhku?"


"Tidak, aku hanya, aku hanya, sudahlah!"


Sang istri begitu pusing melihat pemandangan itu, sebuah pemandangan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Sayangnya harus segera enyah dari sana sebab sang suami sungguh menyebalkan baginya.


..


Kamar mandi ....


Sang istri terlihat ingin mengatakan satu hal mengenai siapa yang menjadi kekasih Pram kini, meskipun dia masa bod*h, hanya saja dirinya tak suka melihat ibu Pram terluka.


Pada akhirnya, Nana akan bertanya tentang hal itu pada Pram.


Klek!


Pintu tiba-tiba saja terbuka, Pram tanpa rasa malu masuk ke dalam kamar mandi, dia menghampiri Nana.


"Kau tadi malam menunggu pulang?"


Pram berharap jawaban Ya, hanya saja Nana tidak mau terlihat seperti itu.


"Haha, bagaimana caranya beritahu aku."


"Jadilah pria yang tidak sopan kepada ibunya, jadilah pria yang tidak mau menghormati ayahnya. Jadilah pria dengan banyak kekasih tetapi hampa, kau butuh dukungan."


"Haha, kau tahu apa tentang hidupku? aku tahu kau mendapatkan banyak ceramah dari ibuku, semua gadis memang sama saja, tapi tidak berarti kau juga seperti mereka."


"Maksudnya?"


"Kau keluar dari bak mandi dan berikan tubuhmu untukku."


"Cih, apa maksudmu? kau ingin merendahkan aku ya?"

__ADS_1


"Tidak."


"Aku juga mau berendam, ingin punyamu saja."


"Dasar pria aneh. Kalau mau masuk ke bak mandi, ambilkan handuk. Mana mungkin aku muncul tanpa benang sehelaipun."


"Aku sudah tahu luar dalam tubuh seorang gadis, kau tak pakai apapun, aku tak selera."


"Cih, dasar pria tidak waras."


Sang suami menahan tawanya karena berhasil mengerjai sang istri, dia tak bisa lagi melakukan hal lebih jauh, sebab tak ada cinta di sana.


Pram berjalan ke arah kanan, lalu segera mengambil handuk kimono yang ada di sana.


"Ini!"


Sang suami melemparkan handuk itu, untung tidak terjatuh di dalam bak.


"Pram! apakah kau memiliki hati?"


"Ada, tapi ketinggalan."


Sang suami sama sekali tidak peduli dengan apa yang dirasakan oleh istrinya.


Beberapa menit kemudian, sang suami langsung pergi dari kamar mandi setelah tahu Nana sudah mengenakan handuk kimono.


Keduanya bertemu di depan pintu dan istrinya protes.


"Heh! kau itu bagaimana? katanya mau mandi?"

__ADS_1


"Tidak jadi."


*****


__ADS_2