
satu minggu telah berlalu.
Setelah kepergian sang bibi, Rasya mengajak paman dan Aliya untuk tinggal bersama. Mereka pun setuju ikut bersama Rasya.
Hari ini Rasya mau pergi jalan jalan dengan Aliya. Mereka pergi ke Mall untuk mengurangi beban hidup mereka.
" Kak, bagaimana dengan perjodohan mu d3ngan anak temen om rudi?" tanya. Aliya.
" Kamu tau dari mana tentang perjodohan kakak itu, al ? " selidik Rasya.
" Waktu itu sebelum mama kecelakaan, mama dan papa sempat membicarakan hal itu. makanya Aliya tanya sama kakak." jelas Aliya.
" Kakak juga masih bingung, Al. Kakak masih berharap kalau sahabat kecil kakak akan kembali." ucap Rasya sendu.
" Owh begitu. Terus sahabat kakak itu dimana sekarang?"
" Kakak nggak tau. Kakak minta waktu 1 tahun untuk mencari sahabat kakak itu. Tapi kakak nggak pernah menemukan titik terang tentang keberadaannnya. Kakak juga berfikir sahabat kakak itu sudah menikah apa belum? Karena kami sudah terpisah sangat lama."
"Terus keputusan kakak apa? kan sudah 1 tahun waktu yang om dan tante beri untuk kakak?"
"Mungkin kakak akan menerima perjodohan itu. Kakak juga akan berusaha untuk mencintai suami kakak kelak." ucap rasya.
" Apapun keputusan kakak, Aliya akan mendukungnya."
"Lebih baik kita habiskan hari ini dengan belanja."
"Ayo kak, kita keliling mall ini lagi."
Mereka pun menghabiskan hari ini dengan berbelanja dan bermain di mall.
*******
Sedangkan di perusahaan Wijaya Group, seseorang tengah berkutat dengan tumpukan berkas yang ada dimejanya. ya, orang itu adalah Alfin.
tok. tok. tok.
"iya masuk " ucap Alfin.
" maaf, pak. Diluar ada asistennya pak Robert." ucap Iman.
" suruh dia masuk." ucap Alfin.
__ADS_1
"Baik, pak. kalau bagitu saya permisi dulu."
Tak lama masuk seorang laki laki. Mereka membahas kerja sama dan mereka akan memulai pembangunan. Setelah membahas beberapa masalah laki laki itu keluar dari ruangan Alfin.
Tak terasa sudah waktunya makan siang, Alfin keluar dari ruangannya. Ia pulang ke rumahnya yang tak jauh dari kantor. Setelah sampai di rumahnya, ia disambut oleh bi mirna.
Setelah selesai makan siang, ia pergi ke kamar. Ia duduk di ranjang, Ia menatap foto foto masa kecilnya bersama seorang gadis kecil.
Flasback**
siang itu di taman seorang laki laki sedang bermain dengan sebuah kamera. ia sedang membidikkan kameranya ke semua objek yang ia sukai.
Tiba tiba....
Doorrr
"Astagfirullah...". ucap Alfin dengan kagetnya." sasa...jail banget sih. untung kakak nggak punya penyakit jantung." ucap Alfin lagi.
"Hehe...Habisnya kak Al serius banget sih...ya udah sasa kagetin aja." ucap sasa dengan santainya.
"ya maaf. kakak lagi cari potret yang bagus buat kenang kenangan." ucap Alfin.
"Gimana kalo kita foto bersama nanti buat kenang kenangan." usul Sasa.
" Assiap kak."
cekrek
cekrek
cekrek
Mereka pun duduk dikursi karena kelelahan berpose.
" kak, lihat dong hasil fotonya?"
" ini." ucap Alfin sambil menyerahkan kamera pada Sasa.
" Iya.. nanti kakak cetak buat kamu." Ucap Alfin.
" Makasih,kak." Ucap Sasa.
__ADS_1
Mereka pun menghabiskan waktu dengan bercanda.
" Kak, nanti kalo aku udah dewasa aku ingin menikah dengan Kakak." Ucap Sasa.
" Hahaha.. emqng sasa tau menikah itu apa?" Ucap Alfin sambil tertawa.
" Kata mama menikah itu kita tinggal satu rumah sam orang yang kita sayangi. Karena aku sangat menyayangi Kak Al jadi aku mau menikah dwngan Kak Al, aku juga ingin tinggal satu rumah dengan kak Al." Ucap Sasa.
"Kakak juga sangat menyayangi kamu, nanti kalo kakak udah dewasa kakak juga ingin tinggal satu rumah dengan Sasa." Ucap Alfin.
Karena sudah sore mereka pulang ke rumah masing masing.
Flasback off***
Alfin mengusap wajahnya.
Kakak akan mencari kamu kemana lagi,sa.batin Alfin
Alfin pun kembali ke kantornya karena jam makan siang sudah selesai.Sampai di kantor, Ia pun sibuk dengan beekas beekas yang ada di hadapannya.
Tiba tiba ponselnya bergetar.
Papa is calling...
" Assalamu'alaikum..pa"
" Wa'alaikumsalam,fin. Kamu masih dikantor kah?"
" Iya pa. Alfin masih dikantor, Ada apa tumben papa nelpon Alfin."
" Papa cuma mau tanya keputusan kamu tentang perjodohan itu. Apa kamu sudah menemukan jawabannya."
" Alfin sudah menemukan jawabannya. Dan Alfin bersedia untuk dijodohkan dengan pilihan papa."
" Alhamdulillah...papa seneng kalo kamu mau menerima peejodohan ini."
" Ya sudah papa tutup telponnya ya. Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumsalam."
Ya Allah semoga apa yang aku putuskan, Engkau meridhoiNya.Maafkan kakak Sasa, Kakak tidak bisa menepati janji Kakak padamu. Ini keputusan yang sulit untuk kakak.
__ADS_1
" Wah..bagus,kak. Nanti fotonya dicetak ya,kak."