Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 45


__ADS_3

Kini Iman tengah meminta do'a restu kepada orang tuanya. Iman tengah bersungkem kepada Ayahnya.


"Anakku Nur Iman, kini kamu sudah menjadi seorang suami. Jadilah suami yang baik untuk istrimu. Bimbinglah istrimu sesuai ajaran agama kita. Sayangi dia,seperti kamu menyanyangi Ayah dan Bunda. Jaga dan rawat dia seperti engkau menjaga dan merawat dirimu sendiri.


Nasihati dia,jika dia berbuat salah. Sabarkan hatimu saat menghadapi segala cobaan rumah tanggamu. Tutupi segala baik buruknya istrimu. Jika kamu membuka buruknya istrimu maka kamu pun akan terlihat buruknya juga. Jangan kamu lihat dari sisi kekurangannya tapi lihatlah dia dari sisi kelebihannya.


Karena setiap manusia tidak ada yang sempurna. Dalam rumah tangga itu harus saling melengkapi. Ayah berdo'a semoga kamu bahagia dalam menjalani rumah tangga ini. Ikhlaskan hatimu, anggaplah dia sebagai jodoh yang sudah Allah hadirkan untukmu." Ucap Tuan Faizin pada putranya Iman.


"Insyaa allah Iman ikhlas menerima takdir jodoh ini,Ayah. Terima kasih atas segala kasih sayang Ayah kepada Iman. Maafkan Iman belum bisa membahagiakan Ayah dan Bunda. Maafkan Iman, jika selama menjadi anak selalu nakal dan nggak nurut. Dan terima kasih atas segala Do'a dan Restu Ayah untuk Iman. Semoga Iman bisa menjadi suami yang baik untuk istri Iman." Ucap Iman dengan derai airmata.


Seketika Tuan Faizin langsung memeluk sang putra. Tuan Faizin terharu dengan segala ucapan sang putra. Ia tidak menyangka putra yang dulu ia timang timang, kini sudah menjadi seorang suami untuk seorang gadis.


Setelah meminta do'a restu dengan sang Ayah, kini giliran Laela yang meminta do'a restu pada Ayah mertuanya.


"Putriku, Laela Puspitasari. Kini kamu sudah menjadi putriku, mendampingi putra ayah atu satunya. Ayah mengucapkan selamat datang dikeluarga kami.


Putriku, terimalah putra ayah sebagai pendamping hidupmu. Berbagilah beban hidupmu dengannya. Temanilah putra ayah dalam keadaan susah maupun senang.


Terimalah segala kekurangan putra ayah. Jangan pernah kamu melihat dari sisi keburukannya putra ayah, tapi lihatlah dari sisi yang lainnya. Ayah hanya berpesan cintailah putra ayah seperti kami mencintainya. Meski ayah tau kamu belum ada rasa kepada putra ayah. Tapi, ayah harap cinta dan rasa kasih sayang itu akan segera hadir ditengah rumah tangga kalian. Semoga kalian bahagia dan selalu rukun." Ucap Tuan Faizin pada Laela.


"Iya,Ayah. Laela akan selalu mengingat pesan ayah." Ucap Laela.


Sedangkan Iman yang tengah bersungkem dengan sang Bunda pun tak kuasa menahan tangis.


"Permata hidupku, Nur Iman. Bunda ingin mengucapkan selamat atas pernikahanmu. Bunda berharap kamu bisa menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab. Kini sudah ada tanggung jawab baru untukmu.


Bunda hanya berpesan, sayangi dan cintai istrimu setulus hatimu. Meski kini kami tahu, kamu belum memiliki perasaan itu. Tapi kami harap rasa itu akan segera hadir,jika kalian saling bahu membahu untuk menghadirkan rasa itu.


Putraku,dallam rumah tangga itu bukan hanya tentang kewajiban dan tanggung jawab. Tapi rumah tangga itu ibarat sebuah tangan. Jika salah satu terluka,maka salah satunya akan mengobati. Suami istri itu harus saling bekerja sama untuk bisa menciptakan keluarga yang harmonis.


Ibarat kapal, seorang suami sebagai nahkodanya dan istri sebagai asistennya. Jika kalian bisa bekerja sama, sebesar apapun ombak itu pasti kalian mampu melewatinya. Bunda selalu berdo'a semoga rumah tangga kalian bahagia selamanya." Ucap Bunda Ida pada Iman.


"Terima kasih atas do'anya,Bunda. Maafkan Iman yang belum bisa membahagiakan Bunda. Maafkan Iman, karena sering membuat Bunda menangis. Semoga Iman bisa menjadi Imam yang baik untuk keluarga Iman." Ucap Iman langsung menghambur kepelukan sang Bunda.

__ADS_1


"Aamiin." Ucap Bunda Ida mengaminkan keinginan putranya.


Kini giliran Ela yang akan bersungkem dengan ibu mertuanya.


"Putriku,Laela Puspitasari. Terima kasih sudah mau mendampingi putra Bunda. Tolong rawat dan jaga putra Bunda dengan sepenuh hatimu. Terimalah segala kekurangan putra Bunda.


Satu pesan Bunda kepadamu, Hargai dan Hormati dia sebagaimana engkau menghargao dan menghormati papamu. Semoga kalian bisa menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah rahmah dan bahagia dunia akhirat." Ucap Bunda Ida pada Laela.


"Insyaa allah akan Laela ingat pesan Bunda. Terima kasih atas do'a Bunda untuk kami." Ucap Laela pada Bunda ida.


Setelah acara sungkeman dan meminta do'a restu, kini giliran para tamu mengucapkan selamat kepada mereka. Laela dan Iman sudah duduk di pelaminan sederhana yang disiapkan oleh Tuan Budi.


Rasya dan Alfin langsung menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat.


"Selamat ya, Ela. Semoga bisa menjadi keluarga yang kalian impikan." Ucap Alfin pada Laela.


"Terima kasih, Kak Alfin."


"Selamat,Bro. Akhirnya kamu nyusul aku juga. Semoga kamu bisa menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab dan sayang sama keluarga." Ucap Alfin pada Iman.


"Iya sama sama."


"Elaa...selamat ya. Aku bahagia,akhirnya kamu bertemu dengan jodohmu. Meski dengan cara yang nggak disangka sangka sih. Aku harap kalian bisa menjadi keluarga yang sakinnah,mawaddah,dan Rahmah. Ini ada hadiah kecil dari aku dan Mas Alfin. Mohon diterima ya." Ucap Rasya lalu menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang.


"Makasih,sya. Kalian sampai repot repot memberi kami hadiah." Ucap Laela.


"Kami nggak repot kok,iya nggakmas?" Ucap Rasya pada Alfin.


"Iya kami nggak repot kok, kami malah bahagia jika kalian mau menerima hadiah kami." Ucap Alfin membenarkan perkataan Rasya.


"Ya sudah kami mau permisi dulu ya, soalnya Balqis dirumah sama mbok pinah." Ucap Alfin pada kedua pengantin.


"Oh, makasih atas kehadirannya dan terima kasih juga atas kadonya." Ucap Iman pada sahabatnya.

__ADS_1


Setelah mengucapkan selamat dan bersua foto bersama, Alfin dan Rasya langsung pamit pulang terlebih dahaulu.


Acara pernikahan Iman dan Laela pun berjalan dengan lancar. Meski hanya acara syukuran dan resepsi sederhana, hal itu menjadi kenangan yang tak terlupakan untuk mereka berdua.


"Nak, ajaklah suamimu masuk ke kamar. Biarkan dia beristirahat." Ucap Tuan Budi pada Putrinya.


"Baik,Papa." Ucap Laela langsung pergi mengahmpiri sang suami.


"Kak, ayo kalau mau bersih bersih dan istirahat." Ucap Laela pada Iman.


"Owh ya." Ucap Iman.


Iman pun langsung mengikuti langkah Laela sambil membawa koper kecilnya. Laela yang memasuki sebuah pintu yang ada gantungan bonekanya.


"Silahkan masuk,Kak." Ucap Laela mempersilahkan Iman masuk ke kamarnya.


Kamar bernuansa biru langit itu tampak cantik dan rapi. Terdapat satu ranjang besar,meja rias,sofa dan sebuah meja kerja. Dan ada beberapa hiasan dinding yang menciptakan kamar itu tampak indah.


"Kamar mandinya ada disebelah sana,Kak." Ucap Laela sambil menunjukkan sebuah pintu berwarna putih.


"Iya,makasih." Ucap Iman canggung.


"Siniin kopernya,Kak. Biar aku tata di ruang ganti." Ucap Laela pada Iman.


"Ini." Ucap Iman sambil memberikan kopernya pada Laela.


Laela pun langsung masuk ke sebuah pintu yang ada gambar beruang kecil. Iman pun duduk disofa kamar itu lalu melepaskan jas dan dasinya. Ia menggulung kemeja sampai siku.


Ia memejamkan mata sekejap untuk menghilangkan rasa letihnya. Ia sangat karena mempersiapkan semuanya. Ia juga masih tidak menyangka dengan rangkaian takdir jodoh yang Allah berikan untuknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_1


ini gambaran dekor resepsinya


__ADS_2