Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 35


__ADS_3

Acara Resepsi pernikahan Alfin dan Rasya dilaksanakan di hotel yang dikelola oleh Ayah Iman. Semua keluarga sudah berkumpul di Hotel Arlain's. Sedangkan balroom hotel sudah disulap menjadi begitu mewah dan cantik.


Tamu undangan pun mulai berdatangan satu persatu. Mereka yang hadir lebih awal adalah karyawan kantor. Rasya dan Adinda tengah di make up. Rasya menggunakan  gaun berwarna grey, sedangkan Adinda memakai gaun berwarna putih. 


Alfin dan Putra sedang bersiap di kamar yang lain. Tak berapa lama Iman datang ke kamar yang dipakai Alfin dan Putra untuk bersiap.


"Man,kita udah rapi belum?" Tanya Putra pada Iman.


"Sudah rapi,Bang."


"Oke. Kalau gitu kita langsung ke bawah aja." Ajak Putra pada Iman dan Alfin.


"Baiklah, mari kita ke bawah."


Iman,Alfin dan Putra berjalan beriringan melewati lorong hotel. Mereka menggunakan liff untuk sampai dibawah.


Sedangkan di pintu masuk Ela tengah menunggu sang Ayah yang sedang memarkirkan mobil. Beberapa orang menyapa dengan ramah. Ada seorang pria yang menyapa Ela dengan nada menggoda.


"Halo,Nona Cantik."


Ela tak menjawab sapaan itu.


"Sedang menunggu siapa,Cantik?" Tanya pria itu.


"Menunggu seseorang." Ucap Ela dengan Acuh.


"Sama saya saja,Cantik." Ucap pria itu.


"Tidak, terima kasih. Saya mau menunggu saja." Ucap Ela.


"Nggak usah sungkan,Cantik. Kita masuk bersama saja." Ucapnya Lagi.


"Maaf, saya permisi dulu." Ucap Ela sambil menghampiri sang Ayah.


Pria itu hanya melihat dengan senyum yang misterius. Pria itu langsung masuk ke balroom tempat acara dilaksanakan.


Ela yang sudah berada di samping Ayahnya merasa lega. Ia sangat takut sendirian tadi. Ia berharap tidak bertemu dengan pria tadi lagi.


Alfin dan Putra memasuki balroom dengan didampingi orang tua mereka. Iman yang berada di barisan belakangnya bersama para sepupu Alfin. Iman langsung duduk dimeja dimana Ayahnya berada. 


Ayah Iman duduk bersama dengan sang istri. Ahmad Nur Faizin adalah nama ayah Iman. Miftakhul Hidayah adalah nama Sang Ibunda. Ayah Iman memiliki beberapa usaha hotel dan restoran. Salah satunya Hotel Arlain's ini. Sedangkan sang Bunda mempunyai beberapa Toko kue yang sangat Lezat.


                                 ************


Reyhan yang sudah tiba dilokasi tempat acara sang sahabat dilaksanakan. Ia langsung memarkirkan mobilnya di parkiran hotel. Ia yang langsung mengambil kartu undangan didasboard. Ia yang bernampilan sedikit cupu untuk menyamarkan identitasnya.


Reyhan langsung masuk dan menyerahkan kartu undangan yang ia bawa. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan, akhirnya Reyhan diperbolehkan masuk. 

__ADS_1


Pemandangan indah yang langsung ditangkap oleh indra penglihatan Reyhan. Ia langsung duduk dikursi yang telah disediakan. Ia duduk sesuai nomor yang diberikan oleh petugas tadi.


Dimeja yang ia duduki ada 3 orang yang duduk dimeja yang sama. Ia mengira kalau 3 orang itu karyawan kantor. Karena ia mendengar perbincangan 3 orang itu.


"Dekorasinya bagus ya." Ucap wanita yang memakai dress warna merah maroon.


"Ya namanya pernikahan anak pengusaha ya harus bagus dekorasinya." Jawab wanita yang memakai drees warna lilac.


"Udahlah, kalian ini pada norak banget sih." Ucap laki laki yang memakai kemeja batik warna putih itu.


"Ye, kita kan jarang bisa hadir di acara pernikahan para pengusaha. Apalagi Bos kita kan udah sold out semua, jadi nanti kita jarang bisa menghadiri acara pernikahan keluarga Pratama. Ya nggak,Wan." Ucap wanita yang memakai dress warna Lilac.


"Ya, bener banget tu." Ucap wanita yang bernama Wanda.


"Terserah kalian,dah."


Reyhan hanya diam mendengar percakapan itu. Ia dapat menangkap kalau mereka karyawan dari perusahaan Pratama.


"Eh, iya. Nam kamu siapa?" Tanya laki yang memakai kemeja batik itu pada ku.


"Namaku Reyhan." Ucapku.


"Perkenalkan namaku Fandi. Ini kedua rekan ku di kantor wanda dan Astri." Ucap Fandi sambil memperkenalkan du teman kantornya.


"Kamu karyawan kantor juga ya?" Tanya Fandi padaku.


"Itukan perusahaan kecil yang ada di kota kecilkan?" Ucap Fandi.


"Iya." Ucap Reyhan singkat.


"Eh...tapi kamu tau nggak cerita perusahaan itu?" Tanya Fandi pada Reyhan.


"Cerita apa,Fan?" Tanya Wanda penasaran.


"Gini, aku ceritain ya. Dulu itu perusahaan Adinegara adalah perusahaan terbesar se Asia. Dan ada keluarga yang ingin melenyapkan keluarga Adinegara. Bahkan anak dan menantu Tuan Malik yang sudah meninggal itu karena dibunuh. Dan sekarang Tuan Malik dan sang cucu masih diburu oleh keluarga itu." Ungkap Fandi.


"Bener nggak cerita mu ini,Fan." Ucap Astri.


"Bener, aku nggak bohong. Orang Dulu kedua orang tuaku bekerja dirumah keluarga itu. Dan satu minggu setelah itu kedua orang tuaku berhenti kerja di keluarga itu. Waktu itu aku masih kecil, jadi aku nggak terlalu tahu masalah orang dewasa." Ungkap Fandi.


Deg


Jantung Reyhan seakan berhenti mendengar kabar mengejutkan ini. Ia masih tidak menyangka akan apa yang dialami oleh kedua orang tuanya.


"Terus kamu bisa tahu rahasia itu dari siapa?" Tanya Wanda.


"Beberapa bulan lalu sebelum bapakku meninggal, dia menceritakan semua yang dia tau padaku dan ibu. Bapakku ingin kami berhati hati dengan keluarga itu. Meski sudah bertahun tahun kami menghilang, tidak ada yang bisa dilakukan oleh keluarga itu. Bapak hanya ingin jika suatu saat kami bertemu dengan keluarga Adinegara, bisa memberikan informasi ini. Tapi, kata ibu ada berita yang mengabarkan jika ditemukan mayat lelaki tua dan anak remaja yang diduga bahwa itu adalah Tuan Malik dan cucunya. Tapi, aku masih nggak percaya dengan kabar itu." Jelas Fandi.

__ADS_1


"Terus perusahaan itu, Gimana?" Tanya Astri.


"Perusahaan raksasa itu kini sudah berganti R&M Company. Dan hanya perusahaan kecil itu yang bernama Adinegara Corp's. Aku  berharap bahwa suatu saat aku bisa bertemu dengan Tuan Malik atau bahkan Cucunya." Ucap Fandi.


Reyhan yang mendengar penjelasan Fandi hanya bisa terdiam. Ia menahan amarah akan apa yang telah terjadi pada kedua orang tuanya.


"Kamu tau juga nama keluarga itu?" Tanya Wanda.


"Akan aku kasih tau, tapi kalian janji jangan bilang ke siapa siapa." Ucap Fandi.


"Iya kami janji akan tutup mulut." Ucap Wanda dan Astri bersamaan.


"Kamu gimana,Han. Kamu juga akan diam kan kalau aku kasih tau siapa keluarga itu?" Tanya Fandi pada Reyhan.


"Iya, aku janji akan tutup mulut." Ucap Reyhan.


"Keluarga itu adalah keluarga Radiaksana." Ucap Fandi lirih seperti berbisik.


Deg


Reyhan yang mendengar itu kaget luar biasa. 


"Yang bener kamu,Fan. Ini menyangkut rahasia besar dan nama baik lho." Ucap Astri.


"Iya, Bener." Ucap Fandi meyakinkan.


"Bukannya keluarga itu tinggalnya di Belanda ya?" Tanya Reyhan.


"Iya, Dulu bapak sama ibu ku Jadi TKW di Belanda. Keluarga itu mencari pembantu yang berasal dari indonesia. Makanya orang tuaku kerja disana." Ucap Fandi.


"Jadi kamu pernah hidup diluar Negeri,Fan?" Tanya Wanda.


"Pernah, sewaktu aku kecil. Tapi kalian janji ya, jaga rahasia ini baik baik." Ucap Fandi.


"Siap,Fan." Ucap Wanda dan Astri bersamaan.


Reyhan hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Yang lainnya. Ia sangat terkejut dengan hal yang disampaikan oleh teman satu mejanya ini. Ia masih tidak menyangka jika kedatangannya ke acara temannya ini memberikan informasi yang ia nantikan.


...****************...



ini gambaran dekorasi resepsi pernikahan Alfin dan Rasya.


Dan pasangan Aditya dan adinda


__ADS_1


ini gambaran gaun yang dipakai Adinda ya


__ADS_2