
Semua orang tengah menanti jawaban dari Ela. Mereka sangat berdebar jawaban apa yang akan Ela putuskan.
"Ya, aku akan menerima solusi ini." Ucap Ela akhirnya.
Semua yang mendengar hal itu langsung lega rasanya.
"Karena sudah mendapatkan keputusan, maka nanti siang kita akan pergi ke rumah Ela untuk lamaran sekaligus ijab kabul." Ucap Faizin.
"Papa gimana,sih! Kita kan perlu mempersiapkan hantaran buat lamaran." Ucap Ida protes.
"Papa sudah mempersiapkan semuanya." Ucap Faizin tenang.
"Kapan papa mempersiapkan semuanya?" Tanya Iman saat mendengar jawaban sang papa.
"Udah dari tadi malam." Ucap Faizin lagi dengan santai." Sekarang papa mau tanya Ela." Ucap Faizin lagi.
"Mau tanya apa,Om?" Ucap Ela gugup.
"Kamu mau mahar apa dari Iman?" Tanya Faizin pada Ela.
Ela yang mendapat pertanyaan itu hanya kaget. Karena ia merasa dihargai dalam rencana pernikahan ini meski pernikahan ini terkesan mendadak bahkan terpaksa.
"Saya terserah Kak Iman yang akan memberi, saya akan terima apa saja yang Kak Iman kasih asal tidak memberatkan untuk Kak Iman." Ucap Ela.
"Baiklah, Kalian persiapkan diri kalian untuk nanti siang, papa sudah menyuruh orang mempersiapkan berkas kalian untuk didaftarkan di KUA tempat tinggal Ela." Ucap Faizin.
Karena keputusan sudah didapat, Alfin dan Rasya pamit pulang dulu. Mereka akan mengantar Laela pulang dan membicarakan hal ini pada ayah Laela. Iman dan kedua orang tuanya pun ikut pulang untuk mempersiapkan acara nanti siang.
***********
Sedangkan di zin'z cafe, Reyhan dan Aditya tengah berbincang ringan. Reyhan memutuskan bertemu dengan sahabatnya diluar Hotel tempat mereka menginap. Aditya pun menyetujuinya setelah mengantar sang istri pulang ke rumah utama.
"Gimana kabar Kakek,Rey?" Tanya Aditya pada Reyhan.
"Alhamdulillah, Kakek sehat. Tapi ya gitu, kami harus tetap waspada. Takutnya ada musuh kakek yang mengetahui keberadaan kami." Ucap Reyhan.
"Semoga masalah keluargamu cepat selesai,ya." Ucap Aditya.
"Aamiin. Tapi aku sudah menemui titik terang tentang masalahku,Ditya." Ucap Reyhan dengan nada senang.
"Benarkah." Ucap Aditya.
__ADS_1
"Iya, kemarin saat aku mengahadiri acara kamu, aku nggak sengaja duduk dengan karyawan dari perusahaanmu." Ucap Reyhan yang membuat Aditya teekejut.
"Are you seriously." Ucap Aditya.
"Iya,kalau nggak salah namanya Fandi." Ucap Reyhan.
"Coba ceritakan detailnya." Pinta Aditya pada Reyhan.
Reyhan pun mulai menceritakan dari awal ia datang ke acara resepsi pernikahan Aditya dan pernikahan Rasya. Sampai Reyhan memperoleh informasi penting tentang kehidupannya.
Aditya pun kaget saat mendengar cerita dari sang sahabat. Aditya memang tahu tentang cerita masa lalu keluarga Reyhan. Ia dan Reyhan sudah seperti saudara. Saat mereka kuliah di jerman, mereka bagai kakak adik. Kemana mana selalu bersama.
"Aku nggak nyangka kalau karyawanku punya rahasia sebesar itu. Tapi,kita harus melindungi mereka dari para musuh." Ucap Aditya.
"Benar, ide kamu. Aku akan menyiapkan beberap bodyguard untuk melindungi mereka. Owh iya, Gimana tentang orang yang mengincar kamu itu." Ucap Reyhan.
"Aku belum tahu kalau itu, kedua orang tuaku masih bungkam tentang hal itu. Mungkin mereka belum ingin memberitahukan hal itu kepadaku dan Rasya." Ucap Aditya.
"Ya, semoga masalah yang menimpamu dari kecil cepat terselesaikan." Ucap Reyhan.
"Aamiin. Owh iya, kapan kamu akan menikah?" Tanya Aditya pada Reyhan.
"Kalau itu, hanya Allah yang tahu." Ucap Reyhan sambil tersenyum lebar.
"Ngawur kamu, aku ini masih normal ya. Mungkin belum ada yang pas sama kriteria aku aja." Ucap Reyhan.
"Ya, semoga jodoh kamu segera datang." Ucap Aditya.
"Aamiin. Makasih do'anya, semoga kamu juga cepet dapat momongan dan aku dapat ponakan baru." Ucap Reyhan.
"Eee... do'amu kui lho." Ucap Aditya kaget dengan ucapan Reyhan.
"Lha kenapa? Ada yang salah?" Ucap Reyhan.
"Enggak ada sih." Ucap Aditya.
"Ya udah, kita makan dulu. Aku sudah lapar karena tadi malam cuma makan sedikit." Ucap Reyhan.
"Kenapa cuma makan sedikit? Kan makanan banyak tadi malam di meja prasmanan." Ucap Aditya.
"Aku masih shock mendengar informasi dari karyawanmu jadi aku cuma makan sedikit habis itu aku langsung istirahat karena capek." Ucap Reyhan dan dijawab dengan anggukan oleh Aditya.
__ADS_1
Reyhan dan Aditya pun langsung menikmati makanan yang sudah mereka pesan.
***************
Albert dan Reno sudah menyuruh orang untuk memata matai kedua orang tua Alfin. Saat keluarga Alfin lengah mereka akan menjalankan misi mereka.
Dilain misi itu, Albert juga mendapatkan misi dari sang ayah angkat. Ia ditugaskan untuk menyelidiki putra sulung dari keluarga Pratama.
Ya, Albert sebenarnya mempunyai ayah angkat. Dulu sewaktu Albert berusia 10 tahun, Albert pernah diculik. Namun naasnya, saat akan ke tempat penyekapan mobik yang dikendarai oleh Albert mengalami kecelakaan. Albert yang didalam mobil berhasil melompatkan diri dengan beberapa orang yang menculiknya. Ia mengalami beberapa luka ditubuhnya akibat melompat dari mobil. Namun saat para penculik itu tengah menyelamatkan rekannya, Albert melarikan diri dari para penculik itu.
Albert berhasil melarikan diri dari para penculik itu. Karena kelelahan ia pingsan ditengah jalan. Tak berapa lama ada sebuah mobil yang berhenti dan membawanya masuk ke dalam mobil itu.
Albert kecil mengerjapkan matanya, ia melihat ruangan yang sangat asing baginya. Tak berapa lama seorang pria yang hampir sama umurnya dengan sang ayah. Setelah mendengar cerita pria itu, Albert tahu bahwa orang itu yang menyelamatkannya.
Albert pun nyaman dengan orang itu. Ia yang sering ditinggal kedua orang tuanya kerja selalu kesepian. Ia akhirnya selalu pergi ke tempat ayah angkatnya atau orang yang menyelamatkannya.
(Itu spill kisah Albert mempunyai ayah angkat. Maaf jika ceritanya nggak begitu menarik🙏)
Drrrtttt.....drrrttt..
Lamunan Albert buyar saat mendengar nada dering dari ponselnya. Ia mengambil ponsel yang ada disaku celananya.
Bram ia calling....
Setelah melihat siapa yang menelpon, Albert langsung menggeser icon hijau.
"Ya, ada apa?" Ucap Albert pada Bram.
"Kami sudah mendapatkan informasi yang tuan inginkan." Ucap Bram diseberang sana.
"Informasi apa yang kamu dapat?" Tanya Albert pada Bram.
"Keluarga pratama adalah besan keluarga wijaya,Tuan. Dan putra sulungnya ternyata masih hidup dan dia sudah menikah bersamaan dengan pernikahan adiknya." Jelas Bram.
"Kerja bagus, aku bisa melenyapkan keluarga itu secara keseluruhan nantinya, biar tidak ada anak turunnya untuk keluarga itu." Ucap Albert saat mendengar informasi dari anak buahnya.
"Jadi apa yang harus saya lakukan,Tuan?" Tanya Bram pada Albert.
"Jangan melakukan apapun dulu, aku akan membuat rencana untuk kedua keluarga itu." Ucap Albert.
"Baik,Tuan. Kalau begitu saya tutup dulu telponnya." Ucap Bram.
__ADS_1
"Ya." Ucap Albert singkat.
Albert pun tersenyum bahagia, apa yang ayah angkatnya cari berada di sasaran yang sama dengannya. Ia akan melenyapkan keluarga Wijaya dengan keluarga besannya itu secara perlahan.