Sebening Kristal

Sebening Kristal
Rencana Fitting Baju


__ADS_3

Sejak pertemuan Alfin dengan perusahaan Star's group itu, Alfin jarang untuk menemui kliennya. Ia akan menyuruh Iman untuk bertemu dengan klien-kliennya, jika itu tidak terlalu penting.


Pagi itu Alfin telah bersiap untuk berangkat ke kantor. Ia menggunakan jas warna navy dipadukan dengan kemeja putih dan dasi berwarna navy.



Tok..tok..tok..


" Den, sudah ditunggu nyonya dan tuan dibawah." Kata bibi.


" Ya, bik. Bentar lagi saya turun ke bawah." Ucap Alfin.


Alfin pun mengambil tas dan langsung turun ke bawah. Ia pun langsung menuju ke meja makan. Disana sudah ada sang papa dan mama.


" Pagi ma, pa." Ucap Alfin saat sudah sampai di meja makan.


" Pagi juga,Fin. Ayo sarapan, sini mama ambilkan." Ucap sang mama sambil mengambil piring Alfin untuk di isi makanan.


" Sudah,ma. Jangan banyak banyak, nanti Alfin nggak bisa ngabisinnya." Protes Alfin saat sang mama mengambilkan sarapannya.


" Kamu itu makannya harus banyak, percuma muka ganteng tapi badan cungkring kaya kena penyakit busung lapar saja." Protes sang mama.


" Alfin itu nggak kena busung lapar,ma. Emang badan Alfin segini, ini aja udah ideal. Alfin juga udah sering olahraga kok." Sanggah Alfin.


" Udah udah, pagi pagi udah ribut aja. Fin, harusnya kamu itu dengerin apa kata mama mu ini." Ucap sang papa.


" iya, pa. Alfin akan dengerin omongan papa sama mama." Ucap Alfin pasrah.


"Fin, kapan kamu mau ajak Rasya fitting baju pengantin, soalnya kemarin tante hera udah nanyain sama mama. Sekalian kamu cari cincin sama Rasya." Tanya sang mama.


" Kalo hari ini, Alfin nggak bisa. Nanti Alfin coba tanya Iman dulu. Kalo jadwal aku nggak padat, aku sempetin fitting baju sama Rasya." Ucap Alfin.


" Sempet nggak sempet ya harus disempetin, masak sama pernikahan kamu nggak mau luangin waktu buat ngurus acara pernikahan mu." Protes sang mama.


" Iya, ma. Nanti Alfin luangin waktu buat ngurus pernikahan Alfin." Ucap Alfin pasrah.


Setelah selesai sarapan, Alfin pun langsung berangkat ke kantor. Setelah sampai di kantor Alfin langsung menyelesaikan berkas berkas dimeja kerjanya.


********

__ADS_1


Sedangkan disebuah perusahaan yang cukup besar, Rasya tengah membantu sang kakak untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aditya selalu dibanti oleh sang adik dalam menyelesaikan semua pekerjaannya, awalnya ia menolak tapi karena bujuk rayu sang adik akhirnya dia luluh. Dan membiarkan sang adik membantunya dalam menyelesaikan pekerjaannya.


" Kak, aku mau ke toko depan dulu ya. Aku pengen beli cake." Ucap Rasya sambil menutup berkas yang baru ia pelajari.


" Baiklah, tapi jangan lama lama. Kakak juga nitip beliin cake rainbow ya." Ucap Aditya pada sang adik.


" Siap, kak. Nanti Rasya beliin pesenan kakak. Owh ya kak, nanti sepulang kantor aku mau pergi ke rumah kak Adinda. Tadi pagi aku udah izin sama papa kalo aku mau nginep di rumahnya kak Dinda." Ucap Rasya.


" Baiklah. Nanti kakak yang antar kamu ke rumahnya Dinda ya." Ucap Aditya.


" Bilang aja kakak mau moduskan sama kak Dinda." Goda Rasya pada kakaknya.


" Apaan sih,jangan ngacok deh. Kakak itu cuma nggak mau kamu kenapa kenapa." Sangkal Aditya.


" Jujur aja deh, kak. Kakak itu nggal bisa bohong sama Rasya, kakak menyukai kak Dinda kan." Ucap Rasya lagi.


" Emang Dinda mau ya sama kakak? Kakak takut kalo ternyata Dinda udah punya kekasih." Ucap Aditya


" Kakak, tenang saja kak Dinda itu tidak punya pacar. Orang dia ditinggal selingkuh sama tunangannya kak." Ucap Rasya.


" Tapi tetep aja kakak takut, kalau kakak bukan termasuk kriterianya, gimana?" Ucap Aditya.


Setelah kepergian sang adik, Aditya langsung menyelesaikan pekerjaannya.


*******


RASYA PROV


Entah mengapa tiba-tiba aku ingin makan cake coconut. Aku pergi ke toko kue depan kantor. Sesampainya disana, aku langsung memesan cake yang aku inginkan dan cake yang dipesan oleh sang kakak.


Drttt.. drrtttt


Aku mengambil ponselku. 1pesan masuk dari kak Alfin.


Kak Alfin.


Sya, aku disuruh mama ngabarin kamu, kalo besok kita harus fitting baju pengantin.


Rasya.

__ADS_1


Baik, kak. Besok Rasya langsung ke butiknya aja ya,kak. Soalnya besok sekalian kak Aditya yang nganterin.


Kak Alfin.


Iya, besok fitting bajunya jam 9 an habis itu kita disuruh mama buat nyari cincin.


Rasya


Iya, kak.


Setelah berbalas pesan dengan kak Alfin.Rasya memasukkan ponselnya kembali. Tak berapa lama kue pesanan ku pun sudah jadi, aku langsung membayar tagihannya dikasir. Rasya pun langsung kembali ke kantor.


*********


ALFIN PROV


Setelah menyelesaikan pekerjaanku, aku langsung bertanya pada Iman tentang jadwalku besok. Karena aku nggak mau mama sampai marah gara gara aku nggak meluangkan waktuku untuk mengurus pernikahanku. Ya, aku nggak pernah membayangkan jika aku akan menikah dengan orang lain, mungkin jika aku diberi pilihan. Aku lebih memilih menunggu sampai teman masa kecilku, bukannya aku egois tapi aku ingin tau gimana keadaannya meskipun nanti aku harus merasakan sakit hati.


Setelah mengetahui jadwalku tidak padat aku langsung menghubungi Rasya.


Alfin.


Sya, aku disuruh mama ngabarin kamu. Kalo besok kita disuruh fitting baju pengantin.


Rasya aulia


Baik, kak. Besok Rasya langsung ke butiknya aja ya,kak. Soalnya besok sekalian kak Aditya yang nganterin.


Alfin


Iya, besok fitting bajunya jam 9 an habis itu kita disuruh mama buat nyari cincin.


Rasya aulia


Iya, kak.


Perempuan yang dijodohkan oleh keluargaku begitu baik. Dia cantik, baik,sholekhah dan begitu santun. Meski dia adalah perempuan idaman namun aku belum bisa mencintainya. Aku sendiri merasa bingung, aku nggak mau nyakitin perasaannya tapi aku juga nggak mau mengecewakan kedua orang tuaku. Dia pun sama, dia masih mencintai orang lain dan dia nggak mau mengecewakan kedua orang tuanya. Aku nggak nyangka kalau aku akan menikah pada bulan depan. Rasanya masih nggak nyangka aja. Kalian mesti juga nggak nyangka kan aku bakal nikah.


Biarlah air mengalir dengan semestinya dan biarkan takdir berjalan dengan bagaimana rencana sang penciptaNya.

__ADS_1


__ADS_2