Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 48


__ADS_3

Pagi itu Alfin menghabiskan waktu bersama sang istri dan putri tercinta. Mereka duduk di gazebo taman belakang. Mereka menikmati pagi itu dengan berbincang ria.


"Mas, kapan papa sama mama balik ke sini?" Tanya Rasya pada Alfin.


"Kemarin mama bilang kalau disana mau semingguan. Emang kenapa?" Ucap Alfin.


"Enggak papa,Mas. Aku cuma nanya aja, dari kemarin tu aku kepikiran papa sama mama terus." Ucap Rasya pada Alfin.


"Nggak usah dipikirin, mama sama papa pasti baik baik saja." Ucap Alfin menenangkan Rasya.


"Mas, besok kita ke rumah panti asuhan kasih yuk. Aku udah lama nggak berkunjung kesana. Kangen sama ibu Rita dan anak anak panti." Ucap Rasya.


"Sejak kapan kamu berkunjung ke panti?" Tanya Alfin.


"Belum lama ini, Mas. Waktu itu aku jalan jalan ke mall sama kak Adinda."


Flasback☆


Siang ini, aku dan Kak Adinda rencananya mau pergi ke mall. Kami ingin menghabiskan weekend kami dengan jalan jalan ke mall.


Kami ingin membeli beberapa kebutuhan pribadi seperti bedak dan lainnya.


"Sya, kamu mau beli baju nggak?" Tanya Kak Adinda padaku.


"Enggak,kak. Aku belum terlalu butuh, lagian dirumah masih banyak baju yang bagus bagus." Ucapku.


"Owh gitu. Kalau gitu kita ke toko mainan yuk." Ajak Kak Adinda padaku.


"Mau beli mainan buat siapa,Kak?" Tanyaku.


"Aku mau beli mainan untuk anak panti." Ucap Kak Adinda.


"Anak Panti?"


"Iya. Ceritanya gini.... dulu waktu kakak kuliah, kakak pernah ketemu dwngan beberapa anak yang sedang mengemis. Kakak kasihan dengan anak anak itu. Lalu kakak mencari tahu keseharian anak anak itu. Dan akhirnya kakak tahu kalau mereka anak yatim piatu atau anak yang dibuang dijalanan. Anak anak itu di suruh bekerja oleh seorang preman.


Waktu itu kakak pengen banget bebasin mereka dari preman itu. Tapi sang preman ingin meminta uang tebusan 30 juta untuk anak anak itu. Kala itu kakak tidak mempunyai uang sebanyak itu.

__ADS_1


Pada hari selanjutnya kakak mencari pinjaman kesana kemari agar anak anak itu bisa bebas dan bisa belajar. Hingga pada suatu kejadian kakak berhasil menolong seorang kakek tua yang hampir tertabrak mobil. Ia ingin memberiku uang sebagai ganti karna telah menolong dia dari kejadian itu.


Tapi, kakak menolak. Kakak hanya meminta supaya orang itu mau membantu membebaskan anak jalanan itu. Dan akhirnya kakek tua itu mau dan ia juga membangunkan sebuah panti asuhan serta memberikan biaya untuk sekolah anak anak panti."


"Mulia sekali ya hati kakek itu ya, kak." Ucapku.


"Iya, suatu saat kalau kakak ketemu sama beliau kakak ingin mengucapkan banyak terima kasih." Ucap Kak Adinda.


"Yang mengelola panti itu siapa,Kak?" Tanyaku.


"Ibu Rita, Sya. Dia seorang janda dengan seorang anak. Kakak ketemu sama dia di pasar. Dia diusir oleh suaminya dan diceraikan saat dia melahirkan. Bahkan dia tidak diberi uang sedikitpun oleh keluarga si suami. Sedangkan Rumah yang ada di desa sudah dijual oleh si suami tanpa diberi tahu. Akhirnya Ibu Rita selalu menginap di depan toko. Kakak kasihan sama dia, Akhirnya kakak mengajak dia untuk tinggal di panti.


Setelah kakak lulus kuliah, kakak menyerahkan kepengurusan panti pada Ibu Rita. Ibu Rita juga sering membuat kue kue untuk di titipkan ke warung warung. Rencananya kakak ingin menyewakan sebuah toko untuk Ibu Rita. Tapi uang kakak belum terkumpul untuk hal itu. Jadi kakak tunda dulu."


"Ibu Rita itu masih muda atau udah tua, Kak?" Tanyaku.


"Emang kenapa?" Tanya Kak Adinda.


"Aku itu punya baju masih bagus bagus. Udah lama nggak kepakek. Mau dibuang juga sayang, lebih baik diberikan kepada yang membutuhkan. Lagian baju baju itu masih aku pakek 1 atau dua kali jadi sayang kalau dibuang." Ucapku.


"Berarti masih muda ya, seumuran dengan om ku dong." Ucapku.


"Om kamu yang mana?" Tanya Kak Adinda.


"Om ku itu tinggal dengan kakek diluar negeri. Setelah kakek meninggal,Om ku yang meneruskan perusahaan kakek. Jadi dia jarang berkunjung ke indonesia." Ucapku.


"Owh gitu. Kita ke toko mainan itu aja ya." Ucap Kak Adinda sambil menunjuk ke arah sebuah toko maianan yang cukup besar.


Kami membeli beberapa mainan cowok dan cewek. Kami membelinya dalam jumlah cukup banyak. Setelah itu aku membayar semua itu. Awalnya Kak Adinda yang bersikukuh ingin membayar belanjaannya. Tapi, aku memaksa. Dan akhirnya aku yang membayar semua mainan itu.


Setelah dirasa cukup kamu segera meluncur ke kediaman pratama. Kami ingin mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Bi Siti.


Baju baju itu sudah di tata di beberapa kardus. Aku sengaja meminta Bi Siti untuk membagi baju baju itu menjadi beberapa kardus.


Saat semua barang telah masuk ke mobil, aku dan Kak Adin langsung meluncur ke panti. Tak butuh waktu lama kami sudah sampai di panti. Di depan bangunan itu terdapat tulisan " Panti Asuhan Kasih".


Aku dan Kak Adin disambut oleh beberapa anak panti. Anak anak panti itu sangat bahagia saat melihat kedatangan kami.

__ADS_1


Bagi mereka kedatangan tamu adalah suatu hal yang istimewa bagi mereka. Aku dan Kak Adin langsung menemui Ibu Rita.


"Assalamu'alaikum." Ucap Aku dan Kak Adin.


"Wa'alaikumsalam. Ya Allah....Adinda." Ucap Ibu Rita sambil memeluk Adinda.


"Apa kabar,Bunda?" Ucap Adinda sambil melerai pelukannya.


"Alhamdulillah kabar Bunda Baik. Gimana kabar keluarga kamu?" Tanya Ibu Rita.


"Bapak sama Ibu sudah meninggal karena kecelakaan, Bunda." Ucap Adinda.


"Innalillahi wa innna ilaihi roji'un...maaf Bunda nggak tahu." Ucap Ibu Rita sambil memeluk Adinda.


"Nggak papa,Bunda. Do'akan saja supaya amal ibadah kedua orang tua Dinda di terima di sisiNya." Ucap Adinda.


"Owh iya, sampai lupa. Kenalin Bunda, ini adik ipar Dinda." Ucap Adinda memperkenalkan Rasya pada Bunda Rita.


"Saya Rasya,Tante. Adik ipar Kak Adinda." Ucap Rasya sambil menyalami tangan Bunda Rita.


"Saya Rita. Panggil saja Bunda jangan Tante." Ucap Bunda Rita.


"Iya,Bunda."


"Kamu menikah tidak mengundang Bunda,sayang." Tanya Bunda Rita pada Adinda.


"Maaf, Bunda. Pernikahan Adinda mendadak jadi nggak bisa ngundang Bunda. Tapi, Bunda tenang aja beberapa minggu lagi orang tua Mas Adit mau ngadain Resepsi pernikahan Rasya jadi Resepsinya sekalian bareng sama Adiknya Mas Adit." Jelas Adinda.


"Semoga lancar semuanya ya sayang." Ucap Bunda Rita.


Flasback end*


"Jadi gitu ceritanya,Mas." Ucap Rasya pada Alfin.


"Kayaknya Mas pernah denger nama panti Asuhan itu? Tapi dimana ya?" Ucap Alfin sambil mengingat sesuatu.


"Mas pernah denger Dimana?" Tanya Rasya penasaran.

__ADS_1


__ADS_2