Sebening Kristal

Sebening Kristal
jalan jalan


__ADS_3

Seminggu telah berlalu...


Rasya dan alya berencana untuk pergi bersama Laela. Mereka akan menghabiskan akhir pekan dengan liburan bersama. Mereka berencana akan pergi ke pantai.


" Kak, semua sudah siap. Kita berangkat sekarang aja ya." Ucap Alya.


" Ya sudah, kita berangkat sekarang. Tapi kita jemput Kak Laela dulu ya." Ucap Rasya.


" Siap ibu negara๐Ÿ˜Š."


Alya dan Rasya berangkat menuju ke kediaman Laela. Mereka membelah jalanan yang cukup padat, mungkin karena hari weekend jadi ramai orang berlalu lalang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.


Tak berapa lama mereka telah sampai di kediaman keluarga Laela. Rasya pun memarkirkan mobilnya, Ia pun turun dan mengetuk pintu.


Tok tok tok


Ceklek


"Eh....non Rasya. Silahkan masuk,non. Non Laela nya lagi siap siap." Ucap bi imah.


"Terima kasih, bi imah."


"Sama sama, non. Non Rasya mau minum apa biar bibi buatin?".


"Nggak usah, bi. Kita cuma sebentar kok."


" kalo gitu bibi permisi ke belakang dulu ya ,Non."


Setelah bi imah pergi, Tak berapa lama Laela pun turun dari lantai atas. Laela menggunakan rok plisket dipadukan dengan tunik dan pashmina.


" Ayo kita berangkat sekarang, nanti keburu siang." ucap Laela pada Rasya dan Alya.


" Ya udah kita berangkat sekarang, kita mau pakai mobilnya siapa ini?" Ucap Rasya.


" Gimana pakai mobil kamu aja, nanti kamu anterin aku ke restoran papa saja." Ucap Laela.

__ADS_1


" Sekarang kita mau kemana dulu ini?" Tanya Alya.


"Gimana kalo kita nonton dulu habis itu kita shopping deh." Ucap Laela.


" Ya udah berangkat sekarang,ya." Ucap Rasya.


Rasya melajukan mobilnya membelah jalanan kota yang begitu padat. Tak heran jika ibukota Indonesia ini sering terkena banjir. Pernah terfikir, kenapa banyak orang yang berbondong untuk merantau ke jakarta. Jika seperti itu jakarta akan semakin padat penduduk. Aku pernah beekeinginan menjadi walikota jakarta.hahahha impian semu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


Tak terasa kami pun sudah sampai di sebuah mall besar. Setelah memarkirkan mobilnya Rasya, Alya,dan Ela turun dari mobil. Mereka masuk dari toko satu ke toko yang lainnya. Mereka membeli beberapa potong pakaian dan beberapa sepatu.


" Kak Rasya, makan yuk Alya lapar?." Ucap Alya pada Rasya.


" Ya sudah, ayo kita cari tempat makan dulu. Ela kamu mau ikut kita makan nggak?." Ucap Rasya pada Laela.


" Aku ikut makan ajalah, kayaknya aku juga lapar." Ucap Laela pada Rasya.


Mereka pun pergi mencari tempat makan. Rencananya setelah makan mereka akan langsung pergi nonton bioskop.


**************


" Pertemuan kuta jam berapa,man?". Tanya Alfin pada Iman.


" Pertemuan kita jam 8 di cafe rosella setelah itu kita ada janji dengan perusahaan star's group untuk menindak lanjuti kerjasama yang mereka tawarkan. Pertemuan kita berada di restoran brish food." Ucap Iman pada Alfin.


" Kita berangkat sekarang saja. Kita akan mampir ke suatu tempat dulu." Ucap Alfin .


" Baik, bos." Ucap Iman.


Mereka pun pergi meninggalkan ruangan tersebut. Banyak pasang mata yang mengagumi kedua nya. Tak khayal jika banyak perempuan yang mengidolakannya. Dengan gaya coolnya mereka melewati karyawan dikantor tanpa menghiraukan omongan karyawannya.


Iman pun melajukan mobilnya untuk membwlah jalanan kota. Seperti yang dikatakan oleh sang bos bahwa mereka akan pergi ke suatu tempat dulu. Iman melajukan mobilnya sesuai arahan dari sang bos. Tak berapa lama mereka tlah sampai di sebuah danau uang cukup indah. Alfin pun kemudian turun dari mobil.


" Kamu tunggu disini saja ya, aku mau kesana sebentar." Ucap Alfin pada Iman.


" Baik, bos." Ucap Iman.

__ADS_1


Alfin pun berjalan menuju ke danau tersebut. Ia duduk di sebuah kursi panjang yang ada di danau tersebut.


Sa gimana kabarmu sekarang. Kamu ingat tidak? disini kita pernah berjanji untuk saling mengingat. Jika kita saling merindukan, kita akan pergi kesini untuk mengobati rasa rindu itukan. Namun apakah kau akan kembali lagi,sa?.Maaf kan aku, mungkin jika kau kembali aku sudah berkeluarga dan semoga kau mau memaafkanku yang telah menghianati janji kita untuk saling menunggu. Meski kita tidak ditakdirkan bersama, kita bisa berteman. Meski rasa itu sulit untuk aku lepaskan.Biarlah takdir yang akan menjawab semua ini. Sa, maaf bukannya kakak lelah untuk mencarimu tapi keadaan yang tidak mengizinkan.


Setelah merenungi apa yang ia rasakan, Alfin kembali ke mobil. Ia langsung menyuruh Iman untuk pergi ke tempat pertemuan. Setelah beberapa saat mereka sudah sampai di cafe rosella. Mereka menunggu perwakilan dari arlian's group.


" Bos, apa kah bos sudah tau tentang rumor yang beredar tentang kelicikan arlian's group?". Ucap Iman pada Alfin.


" Aku sudah mengetahuinya, setelah mereka mengajukan kerjasama. Kita lihat apa yang akan mereka lakukan kepada kita." Ucap Alfin.


Tak berapa lama datanglah 2 orang wanita seksi menghampiri mereka.


" Selamat pagi, pak. Maaf atas keterlambatan kami." Ucap salah satu dari mereka yang bernama sisil.


" Tidak apa apa, silahkan duduk." Ucap Iman.


" Terima kasih." Ucap yang satunya bernama santi.


" Silahkan pesan minum terlebih dahulu." Ucap Alfin ramah.


Ya tuhan...orang ini ganteng banget, baik kaya lagi. Aku harus bisa memikatnya dengan tubuh indahku ini. Batin sisil


Setelah memesan minum dan makanan. Mereka melanjutkan obrolan tentang kerjasama mereka. Setelah menjelaskan tentang cara kerja dan pemasaran produk yang akan mereka rencanakan.


" Keuntungan apa yang akan kami dapat dari kerjasama ini." Ucap Alfin.


" Bapak bisa mendapatkan 20 persen dari keuntungan yang kita peroleh. Dan kami pun bisa memberikan pelayanan yang memuaskan." Ucap sisil dengan nada menggoda.


Alfin dan Iman pun saling melirik. Alfin pun memberikan isyarat pada Iman, Iman yang mengerti akan isyarat yang diberikan bosnya itu langsung menganggukkan kepalanya.


" hmm. Saya sebagai perwakilan perusahaan ini sangat tersanjung. Namun maaf saya menolak kerjasama ini." Ucap Iman to the point.


" Tapi apa kesalahan kami, bukankah anda menyanjung persentasi kami tapi kenapa anda menolak kerjasama yang kami tawarkan." Ucap sisil sedikit protes.


" Kalian tidak tau apa kesalahan kalian? Kalian menjalin kerjasama dengan cara yang sangat kotor meski disitu kerjasama yang kalian tawarkan cukup menarik, tapi maaf kami tidak bisa bekerja sama dengan orang yang menggunakan cara kotor untuk menarik investor." Ucap Alfin dengan tegas lalu pergi meninggalkan klien yang masih malu atas sikap yang mereka miliki saat ini.

__ADS_1


__ADS_2