Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 32


__ADS_3

Detik itu terus berputar, tak terasa sudah 2 minggu sejak meninggalnya Aditya dan Banati. Kedua orang tua Alfin sudah pergi ke Rumah sang oma di Desa. Mereka akan menjemput Oma untuk menghadiri acara pernikahan Alfin dan Rasya.


Sedangkan Alfin harus bolak balik Rumah sakit untuk melihat perkembangan keponakannya. Dan tak terasa pula pernikahan Alfin dan Rasya hanya tinggal 2 minggu lagi. 


Pagi itu Alfin berangkat ke kantor seperti biasanya. Ia akan menyelesaikan pekerjaan yang sudah terbengkalai sejak kematian kedua adiknya. 


" Man, apa agendaku hari ini?" Tanya Alfin pada Iman.


" Kalau tidak salah nanti ada beberapa pertemuan dengan klien kita dari Malaysia. Owh iya, Kemarin ada berkas pengajuan kerja sama dari Adiputra Group dan RM Crop's." Jelas Iman.


" Apa, Man? Adiputra Group dan RM Corp's Mengajukan kerja sama sama perusahaan kita." Ulang Alfin dengan nada terkejut.


" Iya, dan berkas nya sudah aku letakkan di ruanganmu." Ucap Iman.


" Bukankah Mereka perusahaan besar, ya? Ada hal apa yang menyebabkan dua perusahaan besar itu mengajukan kerjasama sama perusahaanku." Ucap Alfin sembari membuka pintu ruangannya.


" Aku juga belum tau alasannya." Ucap Iman.


" Baiklah, nanti aku cek terlebih dahulu. Nanti kita rapatkan bersama dengan beberapa staff." Ucap Alfin.


" Kalau gitu, aku pamit ke ruanganku dulu." Ucap Iman.


" Owh iya, tolong panggilkan Laela untuk ke ruanganku ya." Ucap Alfin pada Iman.


" Baik, Pak Bos." Ucap Iman lalu pergi keluar dari ruangan Alfin.


Setelah kepergian Iman, Alfin pun termenung. Namun tak berapa lama terdengar suara ketukan pintu.


Tokk....tokk...tokk


" Ya masuk." Ucap Alfin.


" Pagi, Pak." Ucap Laela saat masuk ke ruangan Alfin.


" Pagi juga, La." Balas Alfin.


" Bapak memanggil, saya." Tanya Ela pada Alfin.


" Iya, La. Apa ada waktu luang hari ini, La. Kalau ada tolong kamu jadwalkan rapat untuk hari ini dan sekalian umumkan kepada  semua kepala devisi, ya." Ucap Alfin.


" Baik, Pak. Akan saya laksanakan. Apa masih ada lagi, Pak?" Tanya Ela.


" Tidak itu saja."


" Kalau gitu saya permisi dulu."


" Ya, Silahkan."


Ela pun langsung keluar ruangan. Ia segera membuat jadwal yang diminta oleh bosnya. 


Sedangkan Alfin melanjutkan pekerjaannya.


                      ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Pagi itu Rasya berangkat ke kantor bersama dengan sang kakak dan kakak iparnya. Aku akan mengurus surat resaignnya. Karena setelah itu aku  akan sibuk mengurus persiapan pernikahanku dengan Alfin. 


Sedangkan Aditya( Putra) dan Adinda hanya perlu fitting baju resepsi. Kak putra dan kak Adinda masih satu rumah denganku dan orang tua. Mereka sepakat tidak akan pindah rumah setelah mengadakan resepsi.


Kalau aku tentu akan ikut kemana suamiku pergi. Ya itu memang kodratnya seorang wanita setelah menikah. Ia harus ikut kemanapun sang suami pergi, dan kemungkinan aku akan pindah ke rumah Kak Alfin.

__ADS_1


Kami mengantarkan Kak Adinda terlebih dahulu. Ya Kak Adinda masih bekerja di Rumah Sakit sebagai Perawat. Kami sudah sampai dipelataran Rumah Sakit tempat Kak Dinda bekerja.


"Aku pamit kerja dulu ya,mas." Ucap Kak Adinda pada Kak Putra.


"Kamu hati hati ya, nanti kalau udah mau  pulang telpon,mas. Nanti mas jemput." Ucap Kak Putra.


" Iya, mas. Kalau gitu Dinda pamit ya." Ucap Kak Adinda sambil menyalami tangan Kak Putra."Assalamu'alaikum." Lanjut Kak Adinda.


" Iya, Wa'alaikumsalam."


Kak Adinda sudah keluar dari mobil dan akupun menyusul keluar.


"Aku berangkat dulu ya, Kak." Ucapku pada Kak Adinda.


"Iya, kalian hati hati ya." Ucap Kak Adinda padaku dan Kak Putra.


"Iya, Kak. Kalau gitu aku pamit dulu." Ucapku sambil menyalami tangan Kak Adinda."Assalamu'alaikum." 


"Iya, Wa'alaikumsalam." Ucap Kak Adinda.


Aku dan Kak Putra melanjutkan perjalanan menuju Kantor. Kami mengobrol seputar persiapan pernikahanku.


"Sya, habis nikah kamu ada rencana mau honeymoon,nggak?" Tanya Kak Putra.


"Kemungkinan enggak deh, Kak. Soalnya kan Mas Alfin sudah punya tanggung jawab mengurus keponakannya. Jadi kami sepakat tidak ada rencana Honeymoon. Kami mau belajar mengurus Balqis dulu." Ucapku.


"Owh gitu. Tapi kan ada orang tua Alfin yang bisa jagain selama kalian pergi." Ucap Kak Putra.


"Tapi kami sudah sepakat untuk saling mengenal lebih dulu. Jadi selain kami mau belajar mengurus Balqis, kami juga mau saling mengenal lebih dulu." Jelasku.


"Owh. Ya udah kalau itu keputusan kalian."


                              ¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Sedangkan diperusahaan R&A Company, seorang laki laki tengah berdiri mengamati pemandangan dari ruangannya. Ia adalah Albert Radiaksana. Ia merupakan pemilik perusahaan yang bergerak dibidang kontruksi dan bidang Tambang.


R&A Company merupakan perusahaan terbesar di Belanda. Selain usaha kontruksi dan Tambang, Albert juga mempunyai beberapa club malam illegal.


Albert Radiaksana merupakan putra Gerry Radiaksana dan Emely. Kedua orang tuanya meninggal saat melakukan perjalanan Bisnis ke Korea. Albert termenung mengingat masa lalu.


Flasback☆


 Dahulu seorang remaja yang masih mengenakan seragam abu abu. Ia adalah Albert Radiaksana. Hari itu ia pulang membawa kabar bahagia. Ia memenangkan lomba taekwondo tingkat Nasional. Tapi, ketika ia sampai dirumah. Ia di hadapkan dengan kejadian yang sangat mengerikan. 


Ia melihat sang ayah tengah bercinta dengan seorang wanita. Dan setahu dia wanita itu bukanlah sang Bunda. Karena takut ketahuan, Albert remaja bersembunyi di balik sofa ruang tamu. 


"Sayang, kapan kamu akan menceraikan wanita miskin itu." Ucap wanita itu pada Gerry.


"Sabar, Aurel sayang. Aku harus menyelesaikan urusanku dengannya." Ucap Gerry pada wanita yang dipanggil Aurel itu.


"Tapi sampai kapan? Aku sudah lelah harus bersembunyi seperti ini." Ucap wanita bernama Aurel itu.


"Aku harus mengubah semua asetnya atas namaku. Baru aku akan membuang Emely dan Albert." Ucap Gerry.


" Bagus karna semua kekayaan haru jatuh ditangan kita,sayang."


Albert remaja yang mendengar hal itu langsung emosi, namun ia tidak boleh gegabah. Tak berapa lama sang ayah dan wanita itu pergi entah kemana. Ia segera keluar dari persembunyiannya dan masuk ke dalam kamarnya.


Sore harinya, sang Bunda sudah pulang dari kerjanya. Albert yang biasanya ceria kini sifatnya dingin.

__ADS_1


"Bun, ayah kenapa belum pulang." Ucap Albert pada sang Bunda.


"Ayah ada kerjaan diluar kota untuk beberapa hari ke depan." Ucap sang Bunda.


"Bunda, apa nggak curiga sama Ayah." Tanya Albert.


"Curiga kenapa?" Tanya sang Bunda.


"Ayah kan selalu pergi ke luar kota secara mendadak,bahkan ayah kadang nggak pernah memberi kabar apapun selama keluar kota." 


"Bunda selalu percaya sama ayah. Apapun yang dilakukan ayah adalah yang terbaik untuk kita."


Setelah mendengar ucapan sang Bunda, Albert langsung diam. Ia bahkan semakin menjadi pendiam sejak kejadian itu. Hingga ia masuk ke perguruan tinggi ia semakin dingin.


Dan hari sebelum kedua orang tuanya pergi ke Korea. Ia mendengar percakapan ayahnya dan Bundanya.


"Mas, kita harus menghancurkan keluarga Adinegara. Karena hanya itu salah satu cara agar keluarga kita tidak terancam." Ucap Emely pada Gerry.


"Bukannya kita sudah tidak ada urusan lagi dengan keluarga itu?" Tanya Gerry pada Emely.


"Kita masih punya urusan dengan keluarga itu,Mas. Karena keluarga itu usaha kedua orang tua ku dan orang tuamu harus gulung tikar. Dan menyebabkan kita kehilangan orang yang kita sayang." Ucap Emely pada Gerry.


"Baiklah. Kita akan membalaskan apa yang terjadi pada keluarga kita." Ucap Gerry akhirnya.


Albert yang mendengar hal itu menjadi sangat membenci keluarga itu. Karena keluarga Adinegara dia harus merasakan kelaparan dan kekurangan. Dia juga harus merasakan di ejek bahkan dibully oleh teman sekolahnya.


Beberapa hari setelah kejadian itu, kedua orang tua Albert pergi ke Korea untuk memperluas jaringan kerjasama. Namun kejadian naas itu datang menghampiri. Pesawat yang mengangkut kedua orang tua Albert harus mengalami kecelakaan di negara China. Semua penumpang pesawat meninggal dunia.


Albert sangat terpukul dengan kejadian itu. Dan dia beranggapan bahwa semua yang terjadi dikeluarganya akibat perbuatan keluarga Adinegara.


Sejak saat itulah Albert merasa benci dengan keluarga Adinegara. Ia telah berhasil membunuh semua keluarga Adinegara.


Flasback end☆


Albert masih termenung mengingat masa itu, hal yang membuat dia semakin membenci keluarga itu. Ya, keluarga Adinegara yang menjadi penyebab kekacauan keluarganya. Dan masa itu juga menjadikan dia suka bermain wanita seperti sang ayah.


Tokk...tokk


Tak berapa lama Riki masuk sambil membawa beberapa berkas. Ia meletakkan berkas berkas itu dimeja Albert.


"Gimana,Rik. Apa ada informasi tentang keluarga Adinegara." Tanya Albert pada Riki.


"Menurut informasi pemilik perusahaan Adinegara yang berada di kota itu adalah pak Handoko. Namun yang mengelola Pak Rayhan Malik." Jelas Riki.


"Apa kamu tahu dimana keberadaan kakek Malik?" 


"Menurut informasi dia meninggal di sebuah desa terpencil di provinsi Lampung,Tuan. Dan kabarnya Mayat keduanya habis dimakan hewan buas." 


"Berarti perusahaan itu bukan milik Adinegara."


"Betul,Tuan. Perusahaan itu dulu hampir gulung tikar dan berhasil diakuisisi oleh RM Corp's."


"Oke, makasih infonya. Kamu boleh kembali ke ruanganmu."


Riki akhirnya pamit kembali ke ruangannya. Sedangkan Albert merasa senang jika keluarga Adinegara sudah meninggal semua.


...****************...


Maaf ya author terlambat update🙏 soalnya kemaren beberapa hari ini author sakit. Jadi mohon do'anya🙏 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2