Sebening Kristal

Sebening Kristal
harapan yang hilang


__ADS_3

*di rumah rasya


Rendi dan shinta sampai di rumah. mereka masuk langsung duduk diruang keluarga. tak berapa lama telpon rumah bunyi,bi rani langsung mengangkatnya.


"assalamu'alikum..hallo"ucap bi rani.


"wa'àlaikumsalam..bi shinta nya ada"tanya seseorang dalam telponnya.


"ada..dengan siapa ini" tanya bi rani.


"saya..adeknya..tolong panggilkan shinta ya bi.."ucap laila.


"o..ya saya panggilkan sebentar ya.."ucap bi rani lalu pergi menghampiri bu shinta."nya..ada telpon dari nyonya laila..katanya ada yang mau di bicarakan."


"o..ya..bibi boleh pergi ke dapur"ucap bunda sambil berjalan ke arah telpon rumah.


"assalamu'alaikum..la..ada apa". tanya shinta pada laila.


"gini shin...apa benar..kamu mau menjodohkan rasya..drngan anak temen kamu..".


"iya..lail..apa rasya cerita seauatu sama kamu".


"iya..dia bercerita..trntang teman masa kecilnya..dan dia cerita trntang perjodohan itu..dia takut tidak bisa menjadi istri yang baik..karena."laila menggantungkan kalimatnya.


"karena apa..lail..apa dia punya penyakit..atau dia sudah punya kekasih..atau apa..coba jelaskan padaku"pinta shinta karena khawatir.


"karena rasya telah jatuh cinta pada teman masa kecilnya..dan mereka sudah berjanji untuk saling menunggu". jelas laila.


"oh..begitu..tapi laila..orang yang akan kami jodohkan dengan dia itu memang teman masa kecilnya..tapi kamu jangan beri tahu rasya soal ini..biar mereka tau sendiri..karena aku sudah tahu sejak dulu..sejak mereka bersahabat". jelas shinta membuat laila bahagia.


"oh..jadi begitu..ya sudah kalo begitu..aku cuma mau tanya itu sama kamu".cicit laila.


"ee..ya.gimana keadaan rasya..apa dia baik baik saja". tanya bunda.


"alhamdulillah dia baik baik saja..mungkin hanya butuh waktu untuk ia memikirkannya". jelas laila." ya sudah..aku akhiri ya..assalamu'alaikum"ucapnya.

__ADS_1


"wa'alaikumsalam". ucapnya sbil meletakkan telepon ke tempatnya.


lalu shinta berjalan ke arah ruang keluarga dimana sang suami duduk.


namun ia mendengar kalau sang suàmi tengah ngobrol dengan seseorang dan tak lama mematikan telponnya.


"siapa yang telpon..yah"tanya bunda.


"ini yang telpon rudi..katanya kapan kita bahas perjodohan ini..". ucap rendi.


"yah..gimana kalo kita ketemunya pas ulàng tahun rasya aja..sekalian rayain ulang tahunnya". saran shinta pada suaminya.


"bagus..tu..bun..ulang tahun rasya kan satu minggu lagi kan"ucap rendi.


"iya..kita buat kejutan untuk rasya..gimana yah". ucap bunda.


"baiklah..kita rayain di restoran favoritnya aja gimana" ucap ayah.


"bunda setuju tu..kalo gitu kita ke rumah rudi besok..untuk bicarain masalah ini.."ucap bunda.


*di rumah rudi


shinta dan rendi datang ke rumah rudi untuk membicarakan masalah perjodohan antara alfin dan rasya.


tok...tok..tok..


seseorang membukakan pintu dan menyambutnya.


"maaf..mau cari siapa"ucap sang pembantu.


"saya mau ketemu rudi dan sudah buat janji dengannya" ucap rendi.


"mari silahkan masuk"sambil berjalan ke dalam."duduk dulu tuan...nyonya..saya panggilkan bapak dulu"sambil pergi meninggalkan tamu itu.


Tak berapa lama rudi dan elin pun berjalan menghampirinya.

__ADS_1


"maaf..lama menunggu" ucap rudi lalu duduk di sebelah rendi.


"nggak juga..rud"


"oh..ya dimana putrimu..kok gak ikut". tanya rudi pada rendi.


"dia..lagi di rumah bibinya di bogor"jelas rendi.


"owh..begitu..jadi bagaimana kapan kita akan mempertemukan mereka berdua dan membahas perjodohan ini" ucap rudi.


"aku dan istriku sudah memikirkannya..kalo pertemuan kita akan dilakukan saat ulang tahun putriku..sekitar seminggu lagi" jelas rendi.


Tak berapa lama alfin berjalan melewati mereka.


"fin...ke sini sebentar.."panggil rudi pada alfin yg datang dari luar.


alfin pun langsung menghampiri ayahnya dan duduk di sofa yg masih kosong."ada apa ayah manggil alfin.." ucap alfin pada ayahnya.


"perkenalkan..ini om rendi dan yang di sebelahnya istrinya namanya tante shinta.."ucap rudi memperkenalkan tamunya pada alfin.


"oh..assalamu'alaikum..om..tante.."sapa alfin pada rendi dan shinta.


"wa'alaikumsalam..jadi ini calon mantu ku.."ucap rendi sambil terssnyum saat rendi mencium tangan nya.


"iya..ini alfin yang akan ku jodohkan dsngan anakmu rasya"ucap rudi."fin..kamu mau kan ayah jodohin sama anaknya om rendi". tanya rudi pada alfin.


"iya..gak papa..alfin setuju kok dengan perjodohan ini". ucap alfin membuat semua bahagia." alfin mau ke kamar dulu yah..capek habis nganter nenek pulang dari rumah sakit"lanjutnya.


"ya sudah sana...jangan lupa mandi terus shalat". ucap rudi mengingatkan.


alfin pun berjalan menaiki tangga dan langsung menuju ke kamarnya. Di dalam kamar alfin termenung.


"apakah aku harus melupakanmu sa...tapi apakah aku bisa mencintai dia..sedangkan dihati aku cuma ada kamu...sa..kini harapan ku hilang untuk bisa menikahimu..maaf aku mengecewakanmu". gumam alfin saat ia mengingat sasa.


*jangan lupa ya di like dan di komen. maaf jika ceritanya kurang menarik ini novel pertamaku..harap dimaklumi..masih belajar..

__ADS_1


__ADS_2