Sebening Kristal

Sebening Kristal
Jalan jalan


__ADS_3

Jam kerja pun telah usai, semua para pegawai telah pulang. Rasya pun sudah menunggu Adinda di loby kantor. Tak berapa lama Adinda datang menggunakan motor scoopy nya. Mereka pun langsung pulang ke kontrakan Adinda.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya mereka sampai dikontrakan. Adinda memasukkan motornya di samping kontrakan.


"Ayo masuk, sya. Maaf ya kontrakanku berantakan." Ucap Adinda saat masuk ke dalam kontrakannya.


" Kakak tinggal sendirian disini." tanya Rasya pada Adinda.


"iya, Sya. Kakak tinggal sendiri disini, semua keluarga kakak tinggal di desa didaerah Bandung ." jelas Adinda.


Rasya dan Dinda pun duduk di sofa ruang tamu. Meski tinggal sendirian namun kontrakannya lumayan bagus. Disini ada ruang tamu, 2 kamar tidur,1 kamar mandi dan dapur.


" Sya, nanti temenin kakak belanja sayuran ya. Soalnya kakak belum belanja bulan ini." Ucap Adinda.


" Ya, kak. Nanti aku temenin sekalian aku mau beli sesuatu buat kak Aditya." Ucap Rasya.


" Ya udah kakak mau mandi dulu, setelah mandi baru kita ke supermarket." Ucap Adinda.


Adinda masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Rasya masuk ke dalam kamar yang satunya. Adinda mandi lebih dahulu dari Rasya. Sedangkan Rasya lagi berbalas pesan dengan Ela.


Ela🐱


Sya, besok kamu ada acara nggak?


Rasya🐰


Sepertinya tidak ada. Tapi aku tidak dirumah sekarang.


Ela🐱


Aku mau ajak kamu ke rumah Banati. Emang kamu lagi dimana sekarang?


Rasya🐰


Sorry, La. Kayaknya aku nggak bisa deh ikut kamu, soalnya aku lagi dirumah calon kakak iparku😊.


Ela🐱


Nggak papa, Sya. Aku besok minta temeni Aji aja. Salam buat calon kakak ipar ya😉.


Rasya🐰


Nanti aku sampein sama kak Adinda. Udah dulu,ya. Aku mau mandi dulu, mau antar kakak ipar belanja sayuran.


Ela🐱


Oke.


Setelah selesai berbalas pesan, Rasya pun pergi mandi karena sudah dipanggil kak Adinda tadi.


Setelah selesai mandi, Rasya langsung melaksanakan sholat ashar.


Adinda dan Rasya pun bersiap untuk pergi ke supermarket. Mereka berjalan kaki, karena jarak antara kost dan supermarket sangat dekat.


" Kak, aku tanya sesuatu sama kakak boleh nggak?". Tanya Rasya.


" Kakak tinggal dikost sudah berapa lama?". Tanya Rasya.


"Kakak tinggal dikost sudah sejak kuliah." Ucap Adinda.


" Emang orang tua kakak tinggal dimana?" Tanya Rasya.


" Orang tua kakak tinggal di desa, maklum lah kakak kan tidak dari keluarga kaya." Ucap Adinda.

__ADS_1


" Kakak, kalau lebaran pasti pulang kampung kan." Ucap Rasya.


" Kakak, nggak setiap tahun bisa pulang kampung. Kalau ada rezeki ya pulang kalo nggak ya lebaran disini." Ucap Adinda.


" Kak, nanti kalau kakak mau pulang kampung Sasa ikut ya." Pinta Rasya.


" Inshaa allah ya. Nanti kalau kakak dah ada rezeki kakak akan ajak Rasya pulang ke kampung kakak."


Tanpa terasa mereka sudah samapai di Supermarket yang mereka tuju. Mereka pun masuk kedalam dan langsung memilih sayuran yang akan mereka beli. Setelah selesai berbelanja sayuran, mereka pergi ke toko baju yang ada dilantai 2. Meski hanya Supermarket kecil tapi disini ada toko baju dan toko sepatu. Rasya masuk kedalam toko baju. Meski tidak ber merk tapi ia suka. Ia memilih beberapa baju untuk hadiah kakaknya yang akan berulang tahun 2 minggu lagi. Ia juga memilih kan dress untuk Kak Adinda.


Setelah selesai memilih baju untuk dia, kakaknya dan Kak Adinda. Ia segera menuju ke kasir. Ia menyerahkan selurub belanjaan yang ia pilih tadi.


" Berapa semuanya, mbak?" Tanya Rasya pada seorang kasir.


" Semuanya jadi 785.500, mbak." Ucap sang kasir.


" Saya bayar pakai ini bisa nggak ya?" Tanya Rasya sambil menyodorkan kartu ATM premiumnya.


" Bisa kok, mbak." Ucap kasir itu sambil menerima kartu ATM yang disodorkan Rasya. " Ini mbak kartunya dan ini belanjaannya." Ucap kasir itu lagi sambil menyodorkan kartu ATM dan belanjaan yang dibeli.


" Terima kasih, mbak." Ucap Rasya sambil menerima belanjaannya dan kartu ATM nya.


" Terima kasih atas kunjungannya, semoga tidak mengecewakan anda." Ucap kasir itu pada Rasya dan Adinda.


" Iya, sama sama. Terima kasih atas pelayanannya." Ucap Rasya sambil berjalan keluar dari toko tersebut.


Rasya dan Adinda pun keluar dari Supermarket itu. Mereka memesan becak yang ada di seberang jalan. Karena mereka membawa banyak belanjaan jadi akan repot kalau harus jalan kaki. Sebelum sampai dikost mereka mampir ke warung makanan. Mereka membeli nasi lamongan untuk menu makan malam mereka. Setelah itu mereka langsung pulang ke kost. Setelah sampai, mereka menurunkan barang belanjaan.


" Jadi berapa,pak?" Tanya Rasya pada tukang becak tersebut.


" 25 ribu aja neng." Ucap tukang becak tersebut.


"Ini, pak." Ucap Rasya sambil menyodorkan uang seratus ribuan pada tukang becak.


" aduh, nggak ada kembaliannya,neng. Uang yang pas aja, ada nggak." Pinta tukang becak tersebut menolak uang yang Rasya sodorkan.


" Terima kasih banyak ya, neng. Semoga neng selalu diberi kemudahan oleh Allah." Ucap tukang becak tersebut.


" Iya sama sama, pak. Kalau gitu aku masuk ke dalam dulu ya, pak. Assalamu'alaikum." Ucap Rasya sambil pergi meninggalkan tukang becak itu.


" Silahkan,neng. Wa'alaikumsalam." Ucap tukang becak itu.


**********


Sedangkan disebuah Apartemen mewah, Alfin tengah bergelut dengan kertas kertas perusahaan. Alfin jarang sekali pulang kerumah jika orang tuanya sedang pergi mengunjungi adik sang papa di Luar Negeri.


Setelah menyelesaikan kerjaannya, Alfin langsung menuju ke kamarnya. Ia langsung mengistirahatkan tubuhnya setelah seharian bekerja. Alfin tidur sambil menatap langit langit kamar. Ia masih memikirkan pernikahannya. Tiba tiba dia teringat dengan sasa sang teman masa kecilnya.


Sa, bentar lagi kakak akan menikah. Maaf jika suatu saat ini akan membuatmu kecewa. Kakak harap kamu mau memaafkannya.Batin Alfin.


Setelah merenung beberapa saat, Alfin terlelap dalam tidurnya.


Pagi hari Alfin sudah bersiap akan berangkat ke kantor. Dia membawa mobil sendiri karena Iman sedang berada diluar kota. Alfin membelah jalanan kota yang masih terlihat sepi, hanya beberapa pengguna sepeda motor dan mobil.


Setelah beberapa saat menempuh perjalanan, akhirnya Alfin sampai juga di perusahaan. Bangunan itu masih tampak sepi karena memang belum jam berangkat kantor. Alfin langsung berjalan menuju ruangannya.


Sesampainya diruangannya Alfin langsung mengerjakan berkas berkas yang sudah menumpuk.


Tok tok tok


" ya, masuk."


" maaf, pak. Ada perwakilan dari perusahaan adijaya."

__ADS_1


" owh, baiklah. Sebentar lagi saya akan menemuinya."


" baik, pak. Saya permisi dulu ya."


Setelah sekretaris itu keluar, Alfin pun bersiap siap untuk menemui perwakilan dari adijaya.


" Maaf, menunggu lama ya. "


" Nggak juga, pak Alfin."


" Bisa kita mulai sekarang presentasinya."


" Owh baik, pak."


**********


Sedangkan pagi itu, Rasya dan Adinda pergi jalan jalan ke wisata dekat kost Adinda. Mereka tiba disebuah Danau yang indah, banyak orang bersantai disana.


" Kak Dinda, sering kesini ya? " tanya Rasya.


" Nggak juga sih. Ketika Kakak rindu dengan keluarga, Kakak akan datang kesini." ucap Adinda.


" Aku juga suka Danau. Ketika aku kangen dengan teman masa kecilku, aku selalu datang ke Danau. Karena dia suka sekali dengan Danau, dan ia juga pernah berkata" jika kamu kangen kakak kamu pergilah ke Danau pasti kakak juga lagi di Danau, meski kita berjauhan" gitu katanya. Dan aku berharap sekarang ia juga lagi di tepi Danau entah itu dimana. " ucap Rasya.


" Apa kamu mencintainya, Sya? " tanya Adinda.


" Mungkin. Dari dulu aku selalu menunggu dia kirim surat untukku. Bahkan ketika aku pindah aku selalu tanya bibi, apa ada kiriman surat buat aku. Tapi sampai sekarang nggak ada kabarnya, hilang bak ditelan bumi. " ucap Rasya.


" Sabar, sya. Mungkin Allah sedang menguji kalian saat ini. " hibur Dinda.


" Mungkin ini memang jalan takdir kami, hanya sebagai sahabat bukan sebagai teman hidup. " ungkap Rasya.


" Kok gitu, Sya? " selidik Adinda.


" Iya, soalnya sebentar lagi aku nikah. Dan kemungkinan besar jarak kami semakin jauh, bahkan jika Dia kembali aku sudah punya kehidupanku sendiri dan entah seperti apa kehidupan itu dimasa depan. " ucap Rasya.


" Yang sabar, semoga takdir indah menantimu meski bukan dengan orang yang kamu cintai. Ingat pesan kakak, berperilaku baiklah kepadanya meski belum ada cinta diantara kalian nanti. " ucap Adinda.


" Ya, kak. Aku akan selalu ingat nasihat kakak." ucap Rasya." Owh iya, aku kupa mau kabari kak Putra. "imbuhnya.


" Emang kamu belum ngabarin kakakmu, Sya. "


" Belum, kak. Katanya dia mau ikut jalan jalan lagi. " ucap Rasya sambil mengotak atik handphonenya.


" Assalamu'alaikum... Kakak jadi kesini nggak? " tanya Rasya.


" Wa'alaikumsalam.... Jadilah. Kakak dari tadi nunggu kabar kamu ini? " ungkap Putra pada sang adik.


" Iya, maaf. Tadi Rasya keasyikan ngobrol sama kak Dinda. Kakak langsung kesini aja, kita lagi di danau dekat kostnya kak Dinda. " ucap Rasya.


"Oke, kakak langsung meluncur kesana. Jagain calon kakak ipar ya😊."


"Iya, nanti dijagain biar nggak kabur. Udah kakak cepetan kesini. Hati hati dijalan, jangan ngebut."


"Siap."


Rasya pun langsung mematikan telponnya. Rasya menikmati suasana di Danau ini, sangat sejuk. Adinda menghampiri Rasya, karena tadi ketika Rasya nelpon sang kakak Adinda pergi beli makanan.


"Udah telponnya, Sya." tanya Adinda ketika duduk di samping Rasya.


"Udah, kak. Bentar lagi kak Putra kesini. Kakak beli apa?" tanya Rasya.


"Kakak beli nasi goreng buat kita sarapan." jelas Adinda."kita makan sekarang ya." imbuhnya.

__ADS_1


"Ya udah, kita makan sekarang. Mumpung aku juga udah laper.


Pagi itu Rasya menikmati jalan jalan nya bersama Adinda. Mereka menyantap habis nasi goreng tersebut.


__ADS_2