Sebening Kristal

Sebening Kristal
Part 26


__ADS_3

Sedangkan Ela pergi ke rumah Banati, pagi itu. Iya pergi bersama Aji, namun ditengah jalan Aji menerima telpon dari sang Ayah untuk menjemputnya dibandara. Akhirnya Ela pergi sendiri menggunakan taksi. Ela sampai di sebuah rumah yang agak besar tapi terkesan sederhana. Ela sudah mengabari Banati jika iya akan berkunjung kesana. Ela memencet bel diluar pagar. Dan tak berapa lama seorang satpam datang menghampirinya.


"Pagi, mbak. Ada yang bisa saya bantu?" ucap satpam itu pada Ela.


"Saya mau ketemu Bu Banati. Ada nggak, pak?" tanya Ela.


"Owh mau ketemu, ibu. Mari silahkan masuk." ucap satpam tersebut.


"Terima kasih, pak. Saya permisi dulu ya." ucap Ela ramah.


Ela berjalan memasuki halaman depan rumah itu. Banyak pepohonan dan ada sebuah taman kecil disana. Ia mengetuk pintu rumah tersebut.


Tokk... Tokk..


"Assalamu'alaikum..." ucap Ela.


"Wa'alaikumsalam... Eh non Ela. Mari masuk, Non. Udah ditunggu ibu dari tadi." ucap sang pembantu tersebut sambil mempersilahkan Ela masuk ke dalam rumah. Ia langsung disambut oleh Banati diruang tamu.


" Elaaaa.... Ya Ampun, aku kangen bangen lho sama kamu. " ucapnya sambil menghampiri Ela dan langsung memeluknya.


" sama, aku juga kangen. Maaf ya udah bikin kamu nunggu lama." ucap Ela sambil membalas pelukan Banati.


" nggak lama kok. Owh ya, Rasya mana kok dia nggak kesini? " tanya Banati.


" Rasya sedang ada di rumah kak Adinda. Dia libur weekend disana. Dia mau kenal deket ma calon kakak iparnya. " jelas Ela.


" Owh ya. Gimana kabar kamu dan Aditya, baik kan?" tanya nya lagi.


" Alhamdulilah, la. Aku sama mas Adit baik baik aja." ucap Banati sambil tersenyum." owh,iya. Katanya kamu kerja dikantor kak Alfin ya? " tanyanya lagi.


" iya. Aku kerja dikantor kak Alfin. " jawab Ela.


" Tapi kata mas Aditya, kalo hari ini kak Alfin masuk kerja? " tanya Banati bingung.


" emang bener, kalo weekend kak Alfin akan masuk kantor. Kan sekretaris lama masih kerja disana jadi kami liburnya gantian deh. "jelas Ela.


" owh begitu. Tapi kamu betahkan kerja sama kak Alfin?"


" Alhamdulillah, aku betah kerja disana. Ngomong- omong ini dedek bayinya udah berapa bulan? "


" Udah hampir 8 bulan. Ayo duduk dulu, la. Mau minum apa, la?"


" Apa aja lah, yang penting dikasih minum sama kamu. " 😊


" Aku kasih racun, mau? "😀


" Ya nggak gitu juga kali, kamu mau bikin aku mati muda😭. Aku aja belum ngerasain nikah😔. "

__ADS_1


" Makanya, la. Nikah aja biar ada yang perhatiin, ada yang nemeni tidur😀. "


" Boro boro mau nikah, pacar aja nggak punya😔. "


" Nggak papa, jodoh itu datang diwaktu yang tepat. Bentar ya, aku mau ke dapur dulu. "


Banati pun pergi ke dapur untuk membuat minuman untuk Ela sang sahabat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sedangkan disisi lain Rasya, Adinda dan Putra sedang menikmati liburannya. Mereka masih asyik bersenda gurau di pinggir danau itu. Tawa mereka berhenti kala mendengar suara handphone berbunyi.


Dengarkanlah disetiap malam aku berdoa


Cintaku untukmu selalu terjaga


Semoga kit bersama..


Adinda pun mengambil handphonenya yang ada di sebelah Rasya. Ia melihat siapa yang menelponnya. Tertera nama" Pakdhe ". Ia pun langsung mengangkat telpon itu.


" Assalamu'alaikum, pakdhe. " ucap Adinda membuka pembicaraan.


" Wa'alaikumsalam, Din." jawab pakdhe Dinda.


" Ada perlu apa, pakdhe nelpon Adinda?" tanya Adinda pada pakdhe nya.


" Emmm.. Gimana ngomongnya ya."


" Gini, Din. Pakdhe mau memberi kabar kalau orang tuamu kecelakaan. Dan sekarang mereka ada dirumah sakit. Apa kamu bisa pulang?"


" Innalillahi wa inna illahi roji'un... Terus gimana keadaan bapak sama ibuk, pakdhe."


" Mereka masih ditangani dokter, Din. Apa kamu bisa pulang sekarang?"


" Baik, pakdhe. Dinda akan pulang sekarang, pakdhe tunggu. Kalau ada apa apa, pakdhe langsung kabari Dinda."


" Ya udah. Kamu hati hati dijalan, nanti pakdhe kabari perkembangan orang tuamu."


" ya udah, Dinda tutup telponnya dulu. Dinda mau siap siap untuk pulang. Assalamu'alaikum. "


" Wa'alaikumsalam. "


Adinda pun langsung mengajak Rasya dan Putra untuk kembali ke kost-an. Di jalan Rasya menanyakan kenapa Dinda menangis.


" Kak Dinda kenapa? " tanya Rasya.


" Orang tua kakak kecelakaan dan sekarang mereka sedang berada dirumah sakit. Kakak akan pulang ke kampung untyk melihat keadaan orang tua kakak." ucap Adinda.

__ADS_1


" Innalillahi wa inna illahi roji'un... Semoga orang tua kakak nggak kenapa kenapa ya. Kakak pulang naik apa? " tanya Rasya.


" Mungkin kakak akan naik bis untuk pulang kampung."


" Tapi kalau naik bis nanti lama, kak. Atau kakak pulangnya sama kak Putra aja, biar hemat waktu dan biaya."


" Tapi... Nanti kakak malah ngrepotin kakak kamu."


" kakak nggak ngreotin kok. Iyakan, kak? " tanya Rasya pada kakaknya.


" enggak ngrepotin kok. Kebetulan aku juga nggak banyak banget pekerjaan. Bisa diwakilkan sama Rasya." ucap Putra.


" Tu kan, kak Putra mau kok nganterin kak Dinda. Kak Dinda mau ya dianterin kak Putra?"


" iya deh. Kakak mau dianterin kakak kamu." ucap Adinda aetelah menimbang nimbang keputusannya.


Adinda pun memasukkan beberapa helai baju kedalam tas jinjingnya. Setelah selesai, ia langsung keluar dari tempat kost. Ia memasukkan tas jinjingnya kedalam bagasi. Putra pun melajukan mobilnya ke jalan raya. Mereka akan ke rumah Putra dulu untuk mengantarkan Rasya dan akan mengambil beberapa helai baju untuk Putra bawa.


Setelah selesai mempacking bajunya, Putra segera menuju mobilnya. Ia pun masuk dan meletakkan tas nya di jok belakang. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia melajukan mobilnya menuju ke kampung halaman Adinda.


Sedangkan Rasya masuk ke dalam kamarnya setelah sampai dirumah. Ia merebahkan badannya diatas kasur kesayangannya. Ia pun teringat kalau nanti siang, dia akan pergi untuk fitting baju pengantin. Ia segera mengambil handphone nya untuk menghubungi Alfin.


Tuuttt.... Tuttttt


" hallo." ucap seseorang dari seberang telepon.


" Hallo, kak." jawab Rasya.


" Ada apa, Ra. Tumben nelpon kakak?" tanya Alfin pada Rasya.


" kakak udah berangkat ke butik belum?"


" Belum, Ra. Kan ke butiknya nanti habis dzuhur. Emang kenapa?"


" Emmm... Kakak bisa jemput aku nggak? Soalnya kak Putra dan ayah bunda sedang pergi jadi nggak ada yang nganterin aku. Dirumah juga lagi nggak ada mobil."


" owh gitu. Ya udah nanti kakak jemput. Udah dulu ya, kakak mau menyelesaikan pekerjaan kakak."


" Makasih, kak. Semangat kerjanya, kak."


Rasya pun langsung mematikan ponselnya. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia memakai gamis warna nude dipadukan dengan jilbab warna senada. Setelah selesai bersiap, Rasya menunggu Alfin diruang tamu sambil memainkan ponselnya. Tak berapa lama, Alfin datang.


" Assalamu'alaikum." ucap Alfin saat berada di depan pintu.


" Wa'alaikumsalam, kak Alfin udah sampek. Ayo masuk dulu." ucap Rasya sambil mempersilahkan Alfin masuk ke rumahnya.


" kita langsung pergi ke butik aja, ya. Soalnya habis ini kakak masih ada rapat." ucap Alfin.

__ADS_1


" Baiklah. Sebentar aku ambil tas dulu." ucap Rasya sambil berlalu meninggalkan Alfin diambang pintu.


Tak berapa lama, Rasya keluar. Mereka langsung berangkat untuk fitting baju pengantin. Didalam mobil mereka hanya berdiam diaman, tidak ada yang mau mengawali pembicaraan. Dan akhirnya sampai di butik mereka sama sama diam.


__ADS_2