
Siang itu keluarga Iman beserta rombongan sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah Laela. Mereka sudah mengabarkan hal ini kepada pemilik rumah.
Iman yang biasanya santai dalam menghadapi segala situasi,kini ia merasakan gugup luar biasa. Iman memakai kemeja batik berwarna grey berlengan panjang dengan bawahan celana bahan berwarna hitam. Iman turun kebawah berkumpul dengan keluarga dan rombongan.
Sebelum pergi, Faizin memberi arahan dan memimpin do'a. Faizin berharap acara siang ini bisa berjalan dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Setelah dirasa sudah siap semua, Iman dan keluarga segera meluncur ke kediaman Laela.
Sedangkan dikediaman Mahardika,Laela tengah merapikan penampilannya. Ia memakai gamis brukat berwarna grey. Ela memoles wajahnya dengan make up tipis.
Pak Budi segera bersiap setelah semua hidangan tertata dengan rapi. Pak Budi langsung keluar dari kamar. Pak Budi langsung turun kebawah untuk bersiap menyambut tamu yang akan datang.
Pak Budi ditemani oleh Tetangga dan Manager restorannya untuk menyambut kedatangan calon besannya. Tak berapa lama datang sebuah iring iringan mobil yang masuk ke halaman rumah Pak Budi.
Pak Budi melihat rombongan itu langsung berdiri untuj menyambut tamunya. Dibarisan depan nampak seorang pemuda yang diapit oleh kedua orang tuanya. Pak Budi langsung tahu kalau itu calon menantunya. Pak Budi langsung menghampiri dan menyambutnya.
"Selamat datang dikediaman saya,Nak Iman." Ucap Pak Budi pada Iman.
"Terima kasih,om." Ucap Iman lalu menyalami tangan Pak Budi.
"Mari silahkan masuk." Ucap Pak Budi mempersilahkan rombongan Iman untuk masuk ke dalam rumahnya.
Rombongan Iman pun kangsung duduk memenuhi ruangan yang sudah disediakan. Mereka duduk lesehan di ruang tamu rumah pak Budi. Disana sudah ada seorang ustadz dan para tetangga pak Budi yang diundang.
"Kenalkan,om. Ini Ayah saya dan ini Bunda saya." Ucap Iman memperkenalkan kedua orang tuanya pada Pak Budi.
"Kenalkan saya Ahmad Nur Faizin ayahnya Iman dan ini istri saya namanya Miftakhul Hidayah." Ucap Faizin memperkenalkan diri beserta sang istri.
"Salam kenal juga, Pak Faizin. Saya Budi Mahardika papanya Laela." Ucap pak Budi.
"Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarakatuh.
Saya Nur Iman mengucapkan terima kasih atas waktu yang sudah Om Budi berikan kepada saya dan sekeluarga untuk bisa berkunjung langsung ke rumah beliau. Kedatangan saya beserta rombongan ingin menyambung tali silaturrahmi dengan Keluarga Om Budi supaya bisa lebbih dekat.
Dan kedatangan saya ingin menyampaikan niat baik yang tulus untuk melamar putri om sebagai wujud keseriusan saya. Saya ingin menjadikan dia sebagai pelengkap hidup saya dan menyempurnakan separuh agama saya.
Semoga Om, meridho'i apa yang menjadi niat baik saya dengan menerima lamaran ini. Hanya inilah yang dapat saya sampaikan kepada Om dan keluarga, jika ada kesalahan dalam tutur kata mohon dimaafkan.
__ADS_1
Saya akhiri wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh." Ucap Iman.
"Assalamu'alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.
Saya Budi Mahardika mengucapkan terima kasih atas kehadirannya keluarga Nak Iman ke gubuk saya ini. Saya menerima niat baik Nak Iman sekeluarga untuk menyambung tali silaturrahim. Dan saya juga menerima niat Nak Iman untuk meminang putri saya.
Saya hanya berpesan, tolong jaga putri saya. Dia adalah mutiara hidup saya, belahan jiwa saya. Jika kamu marah dengan perlakuannya,jangan kamu pukul dia. Tapi berikanlah padaku,maka aku akan menasehatinya. Jika kamu bosan dengannya, jangan kamu buang dia. Tapi kembalikan dia padaku, maka aku akan menerimanya dengan tangan terbuka.
Karena aku adalah orang pertama yang menngendongnya, mengajarinya berjalan,mengajarinya berbicara, dan mendidiknya. Aku hanya ingin yang terbaik untuknya. Maka jaga dia seperti kamu menjaga nyawamu." Ucap Pak Budi.
Semua yang mendengar perkataan pak Budi langsung terharu. Mereka tidak menyangka seorang Ayah yang membesarkan anaknya tanpa ada figur seorang ibu. Mereka bisa melihat betapa besarnya kasih sayang seorang ayah kepada anaknya.
Memang benar, setiap orang tua akan selalu menyanyangi anaknya,entah bagaimana sikap anak itu. Kasih sayang yang orang tua berikan tidak akan pernah putus sampai maut menjemput.
Terkadang kita lupa bahwa ridho orang tua itu menentukan masa depan kita. Bukan karna kepintaran saja yang bisa membawa seorang anak menuju kesuksesan. Melainkan ada do'a tulus dari orang tua untuk kesuksesan anaknya.
Laela yang mendengar ucapan Papanya langsung terharu. Ia tidak bisa berkata apa apa. Ia hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk Papanya. Laela segera menghapus airmatanya karena sudah dipanggil untuk ke ruang tamu.
"Terima kasih,sayang. Karena sudah mau menerima lamaran anak Bunda." Ucap Ida setelah memakaikan grlang ditangan Ela.
"Sama sama,tante." Ucap Ela dengan senyum manisnya.
"Jangan panggil tante dong, panggil Bunda seperti Iman." Ucap Ida pada Laela.
"Iya,Bu..nda." Ucap Ela agak kagok.
Setelah itu, Laela duduk disamping sang Papa. Para tamu undangan pun langsung menikmati hidangan yang sudah disediakan. Sedangkan kedua orang tua Iman dan Laela tengah menentukan pernikahan kedua anaknya.
"Pak Budi, saya dan istri saya berencana akan mengadakan akad nikah pada nanti malam habis isya'. Kira kira pak Budi keberatan tidak?" Ucap Faizin pada calon besannya.
"Kalau saya terserah pak Faizin saja, gimana baiknya." Ucap Pak Budi.
"Kalau pak Budi sudah setuju, saya akan mengurus berkasnya habis ini. Dan kebetulan saya juga punya kenalan di KUA daerah sini. Saya juga sudah konfirmasikan tadi pagi." Ucap Faizin.
__ADS_1
Setelah menentukan akad nikahnya, pak Budi mempersilahkan tamunya untuk makan siang bersama. Mereka semua pun langsung mencicipi makanan yang sudah disediakan oleh pak Budi.
Iman dan rombongan langsung pamit setelah selesai menyantap hidangan makan siang. Mereka akan mempersiapkan acara untuk nanti malam. Iman lalu meminta berkas Laela yang akan diserahkan pada pihak KUA sebagai syarat membuat buku nikah.
Setelah rombongan keluarga Iman pergi, pak Budi langsung mempersiapkan acara untuk akad nikah putrinya nanti malam. Pak Budi menelpon WO untuk mendekor ruang tamu yang akan menjadi tempat akad. Pak Budi juga mengundang tetangga kompleknya untuk menghadiri acara tersebut.
Meski acara akan diadakan sederhana, pak Budi ingin memberikan kenangan yang terbaik untuk putrinya. Pak Budi menyuruh mananger restoran untuk membawakan makanan berat dan makanan ringan dari restoran. Pak Budi pun menghubungi Marissa untuk datang ke acara akad nikah putrinya.
Sedangkan keluarga Iman tengah mengajukan berkas berkas persyaratan pernikahan. Iman pergi ke sebuah mall untuk membeli beberapa keperluan untuk nanti malam. Ia akan membelikan mahar khusus untuk Ela.
Namun saat mencari mahar,Iman melihat Dirga dan Asistennya di sebuah restoran. Untung saja Iman memakai pakaian casualnya, sehingga tidak ada orang yang mengenalnya. Ia juga memakai topi dan kacamata hitamnya.
Iman langsung masuk ke restoran itu, ia duduk disebelah meja Dirga. Ia duduk memunggungi tempat duduk Dirga.
"Apa ada berita terbaru tentang Asisten Sialan itu?" Tanya Dirga pada Asistennya.
"Tidak ada berita terbaru,Tuan." Ucap Asistennya.
"Apa kamu tahu dimana alamat sekertaris cantik itu?" Tanya Dirga.
"Maaf, Tuan. Saya sudah menyelidikinya. Namun sepertinya ada yang menyembunyikan keberadaan Nona Laela." Ucap Asisten Dirga.
"Kira kira siapa ya, yang menyembunyikan Dia. Apa kamu sudah tahu orang tuanya?aku akan menemui orang tuanya saja dan membuat sedikit drama." Tanya Dirga.
"Maaf,Tuan. Untuk informasi kedua orang tua Nona Laela juga disembunyikan dari publik." Ucap Asisten Dirga.
"Sialan. Siapa yang mau bermain main denganku." Ucap Dirga marah.
"Saya menduga kalau Nona Laela bukanlah orang sembarangan,Tuan." Ucap Sang Asisten.
"Maksudmu, dia dari keluarga terpandang begitu?" Ucap Dirga.
"Betul,Tuan."
"Baiklah kita akan mencari tahu dan membuat keluarga itu bertekuk lutut padaku." Ucap Dirga dengan nada bahagia.
__ADS_1
Iman yang mendengar hal itu langsung marah, namun ia harus mengontrol emosinya untuk saat ini. Setelah selesai mendengar pembicaraan Dirga dan Asistennya, Iman langsung pergi meninggalkan tempat itu.