
Perputaran jarum jam begitu cepat, tak terasa kini hari sudah malam. Ikrar suci pernikahan antara Iman dan Laela tinggal menghitung menit. Dimana Iman berjanji untuk memikul tanggung jawab atas Laela. Yang mana ikrar itu disaksikan oleh penghuni langit dan bumi.
Kini ruang tamu di kediaman Mahardika sudah disulap menjadi pelaminan yang cantik dan sederhana. Tidak ada kata mewah dan megah, yang ada hanya kata sederhana dan bahagia. Semua pelayan sudah dirumah sudah bersiap untuk menyaksikan akad nikah anak majikannya.
Mereka sangat bahagia, bisa menyaksikan pernikahan putri semata wayang majikannya. Semua pelayan di keluarga Mahardika sudah bekerja lama. Bi imah yang bekerja sebelum adanya Nona muda pun ikut bahagia.
Ia sangat bersyukur bisa menyaksikan anak yang di asuh dari kecil akan menuju gerbang pernikahan. Anak yang dulu ikut kemana pun ia pergi kini sudah dewasa. Anak yang selalu lengket dengan ayahnya kini akan bersanding dengan pria masa depannya. Lelaki yang akan mendampinginya disaat suka dan duka. Lelaki yang akan menggantikan tanggung jawab ayahnya pada dirinya.
'Nyonya, kini putri kecilmu sudah dewasa. Ia akan merajut mahligai rumah tangga dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang akan menemani Nona muda saat senang dan sedih. Lelaki yang akan membahagiakan Nona muda. Kini tanggung jawab bibik sudah tuntas untuk menjaga Nona muda sesuai amanah dari Nyonya. Bibik hanya berharap semoga kebahagiaan selalu menyertai Nona muda.' Monolog Bi Imah.
Kini Laela tengah dimake over oleh MUA yang disewa oleh Mama Ida. Ia ingin calon menantunya tampil cantik malam ini. Sehingga ia mendatangkan MUA dari salah satu salonnya. Ia juga membawakan beberapa Gaun untuk menantunya dari Butiknya sendiri.
Laela yang mendapatkan perhatian itu sedikit terharu. Ia tidak menyangka Calon Mama mertuanya begitu perhatian padanya. Demi menghormati pilihan calon Mama mertuanya,Laela memilih satu baju untuk dia pakai nanti sehabis Akad nikah.
Laela menjatuhkan pilihannya pada baju warna abu tua dengan brokat warna putih. Menurutnya ini yang paling sederhana dan bagus. Laela tidak ingin memilih baju yang direkomdasikan oleh pegawai butik. Karena menurut Laela baju itu terlihat glamour.
Setelah selesai di make up,Laela pun langsung mengganti pakaiannya. Laela dibantu para MUA untuk merapikan pakaiannya. Kini Laela sudah seperti bidadari yang sangat cantik. Dandanan yang tidak terlalu menor ataupun glamour. Laela memang meminta dandanan yang natural saja.
Sedangkan diruang tamu, Pak Budi sudah bersiap menyambut tamu undangan. Ada beberapa teman sekaligus rekan bisnis pak Budi yang diundang untuk acara malam ini. Tak berapa lama penghulu sudah datang di kediaman Mahardika. Pak Budi pun mempersilahkan penghulu itu untuk masuk kedalam.
Dan tak berselang lama setelah kedatangan pak Penghulu, rombongan keluarga Iman datang. Para penerima tamu sudah bersiap untuk menyambut calon pengantin laki lakinya. Pak Budi yang mendengar kalau rombongan sudah datang langsung keluar untuk menyambut calon menantunya.
Para fotografer mengambil beberapa gambar saat proses pengambutan pengantin laki laki. Pak Budi memakaikan kalung bunga melati kepada Iman sesuai arahan dari team WO. Setelah proses penyambutan itu, semua rombongan di persilahkan masuk ke dalam.
Karena rombongan mempelai laki laki sudah hadir, acara akan segera dimulai. Mulai dari pembukaan dan sebagainya. Dan sampailah pada acara yang di tunggu tunggu. Yaitu akad nikah antara Laela Puspitasari dengan Nur Iman.
Iman pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan menuju tempat yang sudah disediakan untuk akad nikah. Iman pun merasa gugup luar biasa. Setelah ini, ia akan memikul sebuah tanggung jawab baru.
"Apa calon mempelai laki laki sudah siap?" Tanya Pak penghulu pada Iman.
"Insyaa allah siap,Pak." Ucap Iman mantap.
"Baik,bisa kita mulai ya. Pak Budi ingin menikahkan langsung atau diwakilkan?" Ucap pak penghulu pada pak Budi.
"Saya yang akan menikahkan langsung putri saya,pak." Ucap Pak Budi.
"Baik,pak. Silahkan." Ucap pak penghulu."Silahkan ananda Iman menjabat tangan pak Budi." Ucap pak penghulu lagi.
Iman pun langsung menjabat tangan calon ayah mertuanya. Ia mengambil nafas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.
__ADS_1
"Apakah Ananda akan langsung mengikrarkan ijab atau mau latihan dulu?" Tanya Pak pengulu pada Iman.
"Langsung saja,pak." Ucap Iman.
"Baik. Silahkan pak Budi." Ucap pak Penghulu.
"Bismillahirahmannirrahim...Ananda Nur Iman bin Ahmad Nur Faizin..."
"Ya,saya."
"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Laela puspitasari binti Budi Mahardika dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan 20 gram emas batangan, uang sebesar 230 juta, 1 unit rumah dan 18 keping uang dinar dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Laela puspitasari binti Budi Mahardika dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Bagaimana para saksi?" Ucap Pak penghulu pada saksi.
"Sah." Ucap semua para tamu yang hadir.
"Alhamdulillahirabbil 'alamin...Barrakallahu lakuma wa barroka 'alaikuma wajma bainakuma bikhoir." Dia yang diucapkan penghulu.
"Silahkan mempelai perempuan dipersilahkan menemui suaminya." Ucap Pak penghulu.
Laela yang menjadi bintang utama pada malam ini begitu cantik. Tubuh mungil itu dibalut dengan gaun pengantin sederhana namun tetap elegan dan berkelas. Marissa yang melihat itu,langsung berdecak kagum. Ia bisa melihat sikap sahabatnya pada putrinya.
Laela berjalan menuju meja akad nikah. Ia didudukkan bersebalahan dengan Iman.
"Silahkan mempelai perempuan menyalami tangan mempelai laki laki." Ucap pak Penghulu pada Laela.
Laela langsung menghadap ke arah Iman, ia bisa melihat tatapan kagum pada mata Iman. Ia segera mengambil tangan sang suami dan dikecupnya dengan hormat. Iman pun langsung tersadar saat Lalela memegang tangannya dan mengecup punggung tangannya. Ia lalu membalas dengan memberikan kecupan di dahi sang istri.
Setelah itu, kedua mempelai bertukar cincin dan menandatangani buku nikah mereka. Sang fotografer pun langsung mengabadikan momen dalam akad nikah itu.
Kini kedua mempelai meminta do'a restu kepada orang tua keduanya. Dalam lelehan air mata bahagia dan haru kedua orang tua mempelai memberikan wejangan dan nasihat dalam mengahdapi biduk rumah tangga.
"Putraku Nur Iman, Tolong jaga dan bahagiakan Putriku satu satunya. Hanya dia harta papa yang paling berharga. Tolong bimbing dan ajarkan dia menjadi istri yang berbakti.
Papa tau pernikahan ini tanpa ada cinta diantara kalian. Tapi, papa harap kamu bisa menjaganya dengan segenap jiwa dan ragamu. Setelah ijab kabul semua tanggung jawab papa kepada Laela, kini beralih padamu.
Bahagiakan dia seperti papa membahagiakannya. Jika dia berbuat salah, tegurlah dia dengan perkataan yang baik. Nasihatilah dia dengan kata lembut karena papa tidak pernah memarahinya. Jangan sekali kali kamu memukulnya.
__ADS_1
Jika suatu saat kamu belum bisa juga mencintainya dan kamu mencintai wanita lain, kembalikan dia dengan baik seperti engkau memintanya pada Papa. Papa akan menerima dia, apapun keadaannya.
Putraku Nur Iman, jagalah amanah papa dengan baik." Nasihat Pak Budi pada Iman.
"Insyaa allah, pa. Iman akan menjaga amanah ini dengan baik. Tolong Nasihati Iman jika melakukan kesalahan." Ucap Iman pada pak Budi lalu mencium tangannya dengan takzim. Yang kini menjadi papa mertuanya.
Kini giliran Laela yang meminta do'a restu pada papanya.
"Putriku Laela puspitasari, sekarang tanggung jawabnu sudah beralih pada suamimu. Patuhi dan hormati dia seperti engkau menghormati papa. Jadilah istri yang patuh dan sholeha pada suamimu.
Papa tahu pernikahan ini bukan kehendakmu, tapi papa harap pernikahan ini menjadi yang pertama dan terakhir untuk putri kesayangan papa. Bukalah hatimu untuk lelaki yang sudah menjadi suamimu, belajarlah mencintainya.
Jika suatu saat kamu mengetahui baik buruknya,janganlah kamu membuka aib suamimu. Karena sejatinya suami adalah pakaian istri. Ada baik buruknya suamimu pendamlah dalam hatimu, janganlah sekali kali kamu menceritakannya pada orang lain.
Jika kamu menceritakan pada orang lain itu sama saja kamu menelanjangi dirimu sendiri.
Jika suatu saat kamu tidak bisa mencintainya, bertahanlah. Karena sesungguhnya itu adalah sebuah ujian dalam rumah tanggamu. Jadilah istri yang berbakti pada suami dalam keadaan susah maupun senang." Wejangan pak Budi pada putri tercinta.
"Do'akan Laela,pa. Semoga Laela bisa menjadi istri yang sholeha untuk mas Iman." Ucap Laela lalu mencium tangan sang papa dengan takzim.
"Ayah akan selalu mendo'akanmu. Semoga kamu selalu bahagia." Ucap pak Budi.
...****************...
Ini gambaran baju ela saat lamaran
Ini gambaran Iman
Ini gambaran gaun akad nikah
Ini baju resepsi
__ADS_1