
Masih Flasback ya😊
Reno langsung mengambil handphone dan menelpon sang mama.
"Halo,Ma."
"Halo,sayang."
"Gimana kabar mama dan papa?"
"Puji Tuhan, Mama sama Papa sehat,Ren."
"Syukurlah kalo mama sama papa sehat."
"Ada apa kamu telpon. Apa habis uang saku kamu?"
"Enggak. Reno menelpon mama cuma mau memberi kabar kalau Reno sudah wisuda tadi pagi."
"Syukurlah. Maafin Mama sama Papa,ya. Nggak bisa dateng ke acara Wisuda kamu."
"Iya,nggak papa kok,Ma. Reno tahu kesibukan papa sama mama."
"Makasih pengertiannya,Ren."
"Mama sama Papa jadi pergi ke Inggris kan?"
"Kemungkinan enggak jadi,Ren. Soalnya masalah perusahaan Papa belum selesai."
"Owh gitu. Ya udah, nanti Reno pulang ke Malaysia aja."
"Kamu mau pulang minggu minggu ini,Ren?"
"Belum minggu ini,Ma. Reno masih mau disini beberapa minggu lagi. Habis itu Reno pasti pulang."
"Owh gitu. Ya sudah, nanti kalau urusanmu sudah beres langsung pulang kampung ya. "
"Iya,Ma. See you."
"See you too."
Tak terasa sudah satu minggu setelah acara wisuda itu. Kini Reno masih bersantai di Apartemennya. Ia berencana akan pulang ke Malaysia minggu depan. Tiba tiba handphonenya berdering.
Retha is Calling....
Tak menunggu lama ia langsung menekan tombol hijau.
"Ren....hikss...tolong."Â
"Retha, kamu kenapa?"
"Alfin....Ren...hikss...hiks."
"Kamu dimana sekarang,Retha."
"Aku di Apartemen,Ren...hikss...hikss."
"Oke, aku kesana sekarang."
Reno langsung meluncur ke Apartemen Retha. Ya, orang yang menelpon Reno adalah Margaretha Antonio. Reno langsung melajukan motornya membelah jalanan. Dengan kecepatan penuh ia menuju ke Apartemen Margaretha.
Sesampainya di Parkiran Apartemen Margaretha, Reno langsung menuju ke Lantai 5 dimana Apartemennya berada. Reno langsung menekan beberapa digit nomor yang digunakan sebagai pasword Apartemen.
Setelah terbuka Reno langsung mencari keberadaan Margaretha.
__ADS_1
"Retha...kamu dimana?"
"Retha.."
Reno pun mulai mencari dari bagian dapur, kamar tamu, kamar mandi belakang dan terakhir kamar Retha. Namun nihil, semua tempat sudah dicarinya tapi tidak ada. Ia baru tersadar ada 1 tempat yang belum ia lihat. Reno bergegas masuk ke kamar Retha dan melihat ke bagian kamar mandi yang ada dikamar itu.
"Retha...bangun Retha." Ucap Reno saat menemukan Retha pingsan didalam bak mandi.
Reno langsung membawa Retha keluar dan membaringkannya di ranjang. Ia memeriksa denyut nadinya. Reno tidak merasakan denyut nadi itu ada lalu ia beralih ke hidung, tidak ada deru nafas sedikitpun.
Ia langsung menelpon dokter kenalannya di Amerika. Setelah menunggu beberapa saat, Dokter yang bernama Aurel itu datang juga. Dokter Aurel langsung memeriksa keadaan pasien.
"Gimana keadaan teman saya,Dok?" Tanya Reno.
"Maaf, teman kamu sudah meninggal." Ucap Dokter Aurel.
Seakan Dunia sedang tak berpihak pada Reno. Orang yang sangat dia cintai kini sudah berpulang kepangkuan Tuhan. Ia begitu marah pada dirinya sendiri, ia kecewa karena tidak bisa menjaga orang yang ia sayangi.
Ia tersadar semua kejadian ini pasti ada hubungannya dengan Alfin Wijaya. Ia mengingat percakapannya dengan Retha tadi. Ia ingat Retha beberapa kali menyebut nama Alfin.
Akan aku balas kau Alfin.batin Reno.
Flasback end*
       Â
            **************
Reyhan dan sang kakek tengah duduk diteras rumah mereka. Mereka tengah menikmati waktu bersama.
"Rey, kamu nggak pergi ke acara pernikahan keluarga Pratama?" Tanya sang Kakek.
"Belum tau,Kek." Ucap Reyhan.
"Sahabatku yang mana,Kek?"
"Aditya Putra Pratama kan sahabat kamu."
"Iya, tapi yang menikah itu adiknya,Kek. Rasya Aulia Rahma dengan Alfin Wijaya."
"Tapi diundangan resepsi tertulis dua pasang pengantin. Kalau nggak salah yang satunya nama sahabat kamu itu."
"Masa sih,Kek."
"Iya, coba kamu tanya Ditya saja. Tentang kebenaran undangan itu."
"Oke. Aku akan tanya Ditya saja."
Reyhan dan Aditya sudah bersahabat sejak meeka duduk dibangku Smp di Jerman. Mereka sudah seperti lem dan kertas tidak bisa dipisahkan. Sesibuk apapun mereka pasti akan meluangkan waktu untuk sekedar bertukar kabar.
Reyhan kembali ke kamarnya. Ia ingin menanyakan tentang hal yang ia dengar dari sang kakekÂ
"Assalamu'alaikum,Ditya." Ucap Reyhan saat telponnya diangkat.
"Wa'alaikumsalam,Rey." Jawab Aditya.
"Gimana kabar kamu,Ditya?" Tanya Reyhan.
"Alhamdulillah baik,Rey. Kamu Gimana kabarnya?" Ucap Aditya.
"Aku juga baik,Ditya." Ucap Reyhan.
"Ada apa kamu menelponku lebih dulu? Pasti ada sesuatu yang ingin kau tanyakan padaku?" Tebak Aditya.
__ADS_1
"Iya, aku ingin bertanya hal yang sangat serius sama kamu." Jawab Reyhan dengan mode serius.
"Auranya seperti orang yang sedang kesal saja. Santai saja sob, aku akan jawab pertanyaan yang bersarang dikepalamu itu." Ucap Aditya dengan nada sedikit bercanda.
"Kenapa saat kau menikah tidak memberi kabar padaku. Kau sudah tidak menganggap aku sahabat,Hah." Ucap Reyhan dengan nada kesal.
"Maaf,Rey. Aku menikah secara mendadak jadi aku belum sempat kasih tau kamu." Ucap Aditya.
"Apa kamu sudah menghamili seorang wanita atau kamu digebrek masa saat bersama seorang wanita. Sehingga kamu menikah secara mendadak begini." Ucap Reyhan dengan nada mengejek.
"Bukan keduanya,ya. Aku menikah saat kedua orang tua istriku diujung sakarotul maut." Ucap Aditya dengan kesal.
"Gimana ceritanya itu?" Ucap Reyhan penasaran.
"Makanya kamu datang ke acara resepsiku nanti malam. Aku akan ceritakan semuanya padamu." Ucap Aditya.
"Okelah, kamu beruntung aku masih di Indonesia. Jadi bisa pergi ke Acara resepsi kamu, tapi janji kamu cerita tentang pernikahan mendadak kamu itu." Ucap Reyhan.
"Siap kalo itu mah. Kamu ada acara apa di Indonesia?" Tanya Aditya.
"Biasa mengunjungi Kakek dan nyekar ke Makam Kakek buyut."
"Owh gitu. Aku tunggu kedatanganmu, awas saja kalau nggak datang. Kita putus!"
"Emang kita pacaran? Ada kata putus segala. Insyaa Allah aku akan hadir di acara kamu."
"Sip, jangan telat ya."
"Siap, Pak Bos. Aku tutup dulu ya, Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Reyhan langsung bersiap untuk pergi ke Acara sahabatnya itu. Ia tak ingin mengecewakan sang sahabat. Apalagi sang sahabat sudah mengingatkan.
Setelah bersiap ia langsung berangkat menggunakan mobil Honda Civicnya. Tak lupa ia memakai kacamata tebalnya. Ia selalu waspada dimana pun, karena musuhnya ada dimana mana.
  Â
                ************
Sedangkan Albert tengah mendengarkan penjelasan dari sang asisten. Ia hanya tersenyum mendengar kabar yang dibacakan oleh sang asisten.
"Jadi, saat ini mereka tengah merayakan pernikahan anak sulung mereka?" Tanya Albert pada sang Asisten.
"Iya,Tuan."
"Gimana dengan kerja sama yang kita ajukan pada keluarga Madewa itu?"
"Seperti yang kita inginkan,Tuan. Tuan Reno menerima kerjasama ini dan juga menerima hal yang kita tawarkan."
"Bagus, segera persiapkan rencana selanjutnya untuk keluarga Wijaya."
"Apa kita akan melaksanakan rencana itu saat resepsi putranya,Tuan?"
"Tidak, kita akan melaksanakan rencana ini seminggu setelah pernikahan putra sulungnya."
"Baik,Tuan. Akan saya susun rencana bersama Tuan Reno."
"Ya, kalau begitu bisa tinggalkan saya sendiri."
"Baik,Tuan. Saya permisi."
Albert pun termenung menatap keindahan kota Belanda dari ruangannya.Â
__ADS_1
Albert janji akan membalas semua yang telah mereka lakukan pada kalian.batin Albert.