
Alfin dan Rasya yang mengantarkan Laela pulang ke rumahnya. Alfin dan Rasya
akan menjelaskan apa yang dialami Ela. Mereka akan menjelaskan secara perlahan
kepada ayah Ela.
Kini mereka sudah sampai di kediaman Mahardika. Alfin dan Rasya pun turun dari
mobil diikuti Ela.
"Ehh, Non Ela baru pulang?" Tanya mang Didin.
"Iya, Mang." Ucap Ela singkat.
"Om ada dirumahkan,Mang?" Tanya Rasya pada Mang Didin.
"Eh...ada Non Rasya sama Den Alfin,to. Tuan Budi ada didalam,Non." Ucap Mang
Didin saat melihat Rasya dan Alfin.
"Kalau gitu kamu permisi dulu,Mang." Ucap Rasya pada Mang Didin.
"Silahkan,Non." Ucap Mang Didin.
Rasya,Alfin dan Laela langsung masuk ke dalam rumah. Ela menyuruh Rasya dan
Alfin untuk duduk dulu di ruang tamu. Ela langsung ke dapur untuk membuatkan
minum. Ela yang melihat Bi Imah di dapur, langsung meminta tolong untuk
membuatkan 2 gelas minuman.
Setelah itu Ela langsung ke kamar untuk berganti pakaian. Ia lalu turun ke
bawah, saat sampai di ruang tamu ia melihat sang ayah sudah ada disana.
"Ayah udah sarapan?" Tanya Ela pada sang ayah.
"Ayah sudah sarapan tadi sama Bi Imah dan Mang Didin." Ucap Pak Budi.
"Syukurlah kalau gitu." Ucap Ela.
"Kamu pulang diantar Rasya sama Alfin,La?" Tanya sang ayah pada Ela.
"Iya,Yah." Ucap Ela.
"Makasih ya, Nak Rasya dan Nak Alfin. Sudah mau repot repot mengantar
anak,Om." Ucap pak Budi pada Rasya dan Alfin.
"Sama sama,Om. Sebenarnya kami kesini ada hal yang akan kami bicarakan
pada,Om." Ucap Rasya.
"Hal apa itu?" Ucap Pak Budi.
"Ini tentang Ela,Om." Ucap Rasya lirih.
Pak Budi yang mendengar ucapan Rasya langsung menatap sang putri.
"Kamu kenapa,Nak?" Tanya Pak Budi pada sang putri.
"Laela nggak papa kok,Yah." Ucap Ela pada sang ayah.
"Terus maksud ucapan Nak Rasya apa?" Ucap pak Budi.
"Begini pak..." Rasya pun menceeitakan hal apa yang dialami Laela dan sahabat
suaminya. Ela juga membantu Rasya menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi pada
sang ayah.
Pak Budi yang mendengar cerita Rasya dan Laela langsung bersedih. Ia merasa
__ADS_1
bersalah karena meninggalkan sang putri tadi malam. Ia bersyukur karena ada
orang yang menyelamatkan sang putri.
Namun,saat mendengar hal terakhir yang Rasya ucapkan membuat pak Budi melihat
ke arah sang Putri.
"Apa kamu setuju dengan keputusan ini,Nak?" Tanya pak Budi pada Ela.
"Ela sudah setuju,Yah. Mungkin ini jalan takdir Ela bertemu dengan jodoh Ela."
Ucap Ela pada sang ayah.
"Kamu nggak terpaksa kan,Nak? Ayah nggak mau jika pernikahan ini menyebabkan
kamu tidak bahagia." Ucap Pak Budi pada Ela.
"Aku sama Kak Iman sudah sepakat,Yah. Kalau kami akan berteman lebih dulu. Kan
ada pepatah bilang' tresno jalaran seko kulino'." Ucap Ela meyakinkan sang ayah.
"Baiklah. Jika kamu sudah membuat keputusannya, ayah hanya bisa mendukungnya.
Semoga kamu selalu bahagia dan berjodoh dunia akherat." Ucap Pak Budi pada sang
putri.
"Ayah.." ucap Ela sambil memeluk sang Ayah tercinta." Terima kasih atas cinta
kasih yang Ayah berikan untuk Ela dan maaf Ela belum bisa membahagiakan Ayah
selama ini." Ucap Ela lagi.
"Sama sama,Nak. Hanya kamu yang Ayah punya di dunia ini. Kamu harus selalu
bahagia ya, jika kamu sudah menikah jangan lupakan Ayah." Ucap Pak Budi saat
Alfin dan Rasya yang melihat situasi itu menjadi terharu. Memang benar, jika
seorang Ayah adalah cinta pertama untuk putrinya. Rasya bisa melihat betapa
besar cinta pak Budi untuk putri tunggalnya.
Setelah membicarakan hal itu,Alfin dan Rasya pamit pulang. Mereka akan
menjemput Balqis di kediaman Wijaya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sedangkan Iman dan kedua orang tuanya pulang ke rumah. Mereka akan
mempersiapkan segala sesuatu yang di bawa ke rumah Ela nanti siang.
"Man, nanti kamu antar mama ambil baju dibutik ya." Ucap Ida pada Iman.
"Iya,Ma. Iman ke kamar dulu, mau mandi." Ucap Iman.
"Iya."
Faizin dan Ida duduk santai diruang keluarga. Mereka sibuk membicarakan acara
nanti siang. Faizin dan Ida sepakat akan mengabari beberapa saudara mereka.
Iman yang berada dikamarnya hanya termenung. Ia memikirkan hal yang terjadi
padanya. Berawal ingin menyelamatkan teman seprofesinya malah berujung berita
yang tidak mengenakkan. Karena suntuk memikirkan hal yang terjadi padanya,Iman
memilih membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Iman melihat berita dirinya. Ia melihat banyak netizen
__ADS_1
yang menyudutkan dirinya. Hal itu dimulai ketika akun bernama @Dierga_17
mengomentari postingan itu dengan kata yang buruk. Iman yang membaca itu
langsung naik pitam. Ia tidak menyangka jika pemilik perusahaan pramudya itu
bisa memutar balikkan fakta. Apalagi saat Iman melihat vidio ketika Dierga di
wawancarai oleh beberapa wartawan tadi pagi. Hal itu semakin membuat Iman marah.
'Aku harus mencari bukti kelakuan Tuan Dierga' batin Iman.
Iman kemudian menelpon Mark, ia akan meminta Mark untuk mencari informasi
tentang seorang Dierga Pramudya. Ia akan membuat nama perusahaan itu menjadi
jelek dengan kelakuannya diluar kantor.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Setelah bercerita panjang lebar dengan sang sahabat, Reyhan akhirnya
memeutuskan untuk pulang. Ia tidak ingin memmbuat sang kakek khawatir. Aditya
dan Reyhan berpisah di parkiran zin'z cafe.
"Hati hati dijalan,Rey. Salam untuk Kakek,ya. Inshaa allah nanti kalau ada
waktu senggang aku akan main ke rumaha mu." Ucap Aditya saat Reyhan sudah duduk
dikursi kemudinya.
"Siap,Dit. Kamu juga Hati hati dijalan." Ucap Reyhan sambil menghidupkan
mobilnya." Kalau gitu aku duluan ya. Assalamu'alaikum." Ucap Rey lagi.
"Wa'alaikumsalam." Ucap Aditya.
Reyhan pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia memutar musik untuk
menemani perjalanannya pulang ke Bogor. Ia tidak akan pulang ke rumah sang
kakek,melainkan pulang ke villa yang ada dibogor. Ia akan menyusun rencana
untuk mencari bukti tentang perbuatan keluarga Radiaksana.
Ia akan menjaga keluarga Aditya sang sahabat dan 3 karyawan kantor Aditya. Ia
akan menyelidiki semua kejadian yang terjadi dalam keluarganya dan kejadian
yang merenggut adik dari Alfin Wijaya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Pagi itu Reno menerima laporan dari orangnya, kalau Asisten Pribadi perusahaan
Wijaya kepergok tengah membawa seorang wanita ke dalam Hotel tempat acara
resepsi keluarga Wijaya diadakan. Kini berita itu tengah menjadi trending topik
didunia maya.
"Apa berita itu benar adanya?" Tanya Reno pada Asistennya.
"Benar,Tuan. Kejadian itu terjadi di Hotel yang menjadi tempat resepsi pernikahan Alfin Wijaya." Ucap Yudha Sang Asisten.
"Owh begitu. Owh iya, tolong nanti kamu atur ulang jadwalku ya. Karena beberapa hari ini aku akan pergi untuk urusan pribadi." Ucap Reno pada Yudha.
"Baik, Tuan. Kalau gitu,saya permisi keluar." Ucap Yudha.
"Ya."
Akhirnya Yudha pergi meninggalkan ruangan itu setelah mendapat jawaban dari sang Bos. Setelah kepergian Asistennya,Reno langsung membeŕeskan pekerjaannya. Ia akan pergi ke daerah Bogor. Ia akan melakukan pernikahan secara siri di kediaman sang kekasih.
__ADS_1