
Acara resepsi pernikahan pun sudah menuju acara inti. Kini kedua pasang pengantin akan memasuki balroom hotel. Di barisan depan para bridesmaid. Dibarisan selanjutnya disusul kedua pasang pengantin dan di ikuti oleh sanak keluarga.
Rasya dan Adinda nampak menjadi sorotan para tamu undangan. Mereka sangat cantik dan menawan. Semua tamu undangan tampak kagum dengan kedua pasangan pengantin itu. Mereka menjadi Raja dan Ratu sehari.
Para tamu undangan masih tampak memuji kedua pasangan pengantin. Ada pula sebagian yang tidak suka dengan kedua pengantin itu.
"Waahh...mereka sangat cantik ya. Seperti bidadari dari kahyangan."
"Yang cowok juga tampan. Mereka cocok ya, yang satu tampan yang satu cantik."
"Kedua pasangan tampak serasi ya."
"Kedua pengabtin laki laki nampak menawan dan kelihatan sangat mencintai wanitanya,ya. Aku pengen deh kalau dapat suami kayak gitu."
"Ihh...kayak gitu dibilang cantik? Masih cantik kan aku ya."
"Tuan Alfin itu cocoknya sama aku bukan sama wanita itu."
Itulah kasak kusuk dari sebagian tamu undangan. Rasya dan Adinda yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas sambil mengucapkan istigfar dalam hati.
Alfin dan Putra hanya bisa menenangkan dengan menggenggam tangan pasangan mereka masing masing.
Kini kedua pasangan pengantin duduk di singgasana yang sudah disediakan. Pasangan Alfin dan Rasya berada disebelah kanan. Dan pasangan Putra dan Adinda ada disebelah kiri.
Para tamu undangan menikmati makanan dan hiburan yang disediakan. Ada juga tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada dua pasangan pengantin ini.
Reyhan pun juga ikut dalam salah satu orang yang berbaris untuk mengucapkan selamat. Ia turut berbahagia atas pernikahan sang sahabat. Meski dia tidak hadir dalam ijab kabul pernikahan sahabatnya, tapi ia masih mempunyai kesempatan untuk hadir dalam acara resepsi pernikahannya.
"Selamat menempuh hidup baru, Bro. Semoga langgeng sampai maut memisahkan. Dan semoga pernikahanmu Sakinnah, Mawaddah dan Rohmah ya." Ucap Reyhan pada Aditya sambil menjabat tangan sahabatnya.
"Makasih,Rey. Semoga kamu cepat menyusulku. Dan makasih banget udah hadir di Acara resepsi pernikahanku." Ucap Aditya pada Reyhan yang masih menjabat tangannya.
"Kamu punya hutang penjelasan sama aku,ya."
Ucap Reyhan mengingatkan sang sahabat.
"Baiklah...aku akan ceritakan pernikahanku yang mendadak ini. Tapi Nanti, kasihan orang yang baris dibelakangmu." Ucap Aditya diakhiri dengan nada bercanda.
"Baiklah..aku tunggu penjelasanmu." Ucap Reyhan akhirnya.
"Kamu langsung pulang atau mau menginap?" Tanya Aditya.
"Kemungkinan aku akan menginap. Aku nggak berani menyetir malam." Ucap Reyhan.
__ADS_1
"Baiklah..Nanti aku akan ke Kamar mu. Aku akan ceritakan semuanya sama kamu." Ucap Aditya.
"Sip.. Aku pamit dulu ya. Kabari aku jika kau mau bercerita." Ucap Reyhan.
"Oke."
Reyhan pun langsung memberi selamat pada istri sahabatnya. Kemudian mengucapkan selamat pada adik dari sahabatnya juga.
Acara demi acara pun sudah berjalan dengan lancar. Rasya dan Adinda pamit kembali ke kamar terlebih dahulu. Mereka sudah nampak lelah karena acara malam ini. Sedangkan Alfin dan Aditya nampak masih berbincang dengan para tamu kolega bisnisnya.
************
Laela memutuskan untuk menginap di Hotel saja. Karena sang Ayah sudah pulang terlebih dahulu tadi. Ela mengambil kunci kamarnya dimeja resepsionist. Ia berjalan menyusuri lorong Hotel lantai 10. Ela sedikit takut karena suasana lorong yang agak gelap dan sepi.
Ela merasa ada seseorang yang mengikuti langkahnya. Ela langsung mempercepat langkahnya. Ia sangat khawatir jika yang mengikuti akan mencelakainya.
Ela yang sudah berada di depan pintu kamarnya pun langsung memasukkan kartu aksesnya. Tapi sebelum ia membuka pintu, ada seseorang yang mencekal lengannya.
Ela seketika langsung menghadap ke arah orang itu. Ela langsung menengang ketika melihat siapa yang memegang tangannya.
"Tuan Dirga.." Ucap Ela dengan nada bergetar.
"Hallo Cantik, kita ketemu lagi." Ucap laki laki yang dipanggil Dirga itu.
"Tentu saja aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu, Cantik." Ucap Dirga dengan nada menggoda.
"Tolong lepaskan saya, Tuan. Jangan sakiti saya." Ucap Ela memohon.
"Aku nggak akan melepaskan wanita yang sudah saya incar sejak pertama kali bertemu." Ucap Dirga.
"Kalau anda tidak melepaskan, saya terpaksa berteriak." Ucap Ela dengan nada mengancam.
"Silahkna saja. Disini tidak ada yang bisa menolongmu,Cantik." Ucap Dirga dengan nada menyeringai.
"Tolong....tolong...emmm." Teriak Ela meminta tolong.
"Tidak ada yang akan menolongmu,Cantik." Ucap Dirga lalu membekap mulut Ela dengan tangannya.
Dirga pun membawa paksa Ela untuk ikut ke kamar yang sudah dipesannya. Kamar itu berada dilantai yang sama seperti kamar Ela. Ela selalu memberontak saat dibawa paksa oleh Dirga.
Dirga yang sedikit kuwalahan membawa Ela, langsung mengambil sapu tangan yang sudah diberi obat bius. Ela yang dibekap dengan obat bius seketika itu langsung pingsan. Dirga yang melihat Ela sudah pingsan,langsung membopongnya.
Ketika sampai dipintu kamarnya, Dirga kesulitan membuka pintu. Lalu ia menurunkan Ela, ia mendekap Ela menggunakan sebelah tangannya. Sedangkan tangan yang satunya mencari kartu akses kamarnya.
__ADS_1
Setelah ketemu, Dirga langsung membuka pintu kamarnya. Ia juga kembali membopong Ela. Namun ketika akan masuk ke kamarnya, ada seseorang yang menendang tulang keringnya.
Seketika itu Dirga langsung hilang keseimbangan dan terjatuh. Ela yang berada di gendongan Dirga itu juga ikut terjatuh. Namun karena pengaruh obat bius,Ela masih dalam keadaan pingsan.
"Siapa yang berani mengganggu kesenanganku." Ucap Dirga marah
Dirga langsung membalikkan badannya dan melihat siapa yang berani menendang tulangkeringnya dan mengganggu rencananya.
"Kamu.." Ucap Dirga pada seseorang yang Berada di hadapannya.
Orang yang menendang tulang kering Dirga itu hanya menatap dengan datar.
**************
Sedangkan di rumah keluarga Madewa, Reno tangah merencanakan sesuatu. Ia akan melancarkan aksinya tepat 3 hari setelah rencana ini disetujui. Ia sudah tidak sabar menghabisi satu persatu keluarga Wijaya dengan tangannya sendiri.
Reno dan sang Asisten tengah berbincang dengan Albert dan Asisitennya juga. Mereka membuat rencana bersama. Albert menyetujui rencana yang dibuat oleh Reno. Mereka akan menghabisi kedua orang tua Alfin dan neneknya terlebih dahulu.
"Kita akan menjalankan rencana ini 3 hari mulai dari hari ini." Ucap Albert pada Reno.
"Baik..aku aakan mempersiapkan semuanya." Ucap Reno pada Albert.
"Usahakan jangan meninggalkan jejak apapun itu." Ucap Albert memperingati.
"Siap..aku tidak akan membuatmu kecewa. Aku akan melaksanakan rencana ini dengan baik." Ucap Reno meyakinkan Albert.
"Baiklah kalau gitu.Aku pamit pulang terlebih dahulu." Ucap Albert pada Reno.
"Ya silahkan."
Albert dan sang asisten pun langsung pulang. Karena hari sudah larut malam,Reno pun langsung berlalu ke kamarnya.
"kamu tidurlah di kamar tamu." Ucap Reno pada sang Asisten.
"Baik, Tuan." Ucap saang asisten.
...****************...
Kira kira siapa ya yang menyelamatkan Ela dari Dirga.
Tungguin update selanjutnya ya
__ADS_1