Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 37


__ADS_3

Alfin dan Aditya yang sedang berbincang dengan kolega bisnisnya yang berasal dari Malaysia. Iman yang ikut dalam perbincangan itu hanya mendengarkan saja tanpa ikut berbicara. 


Karena bosan, Iman pamit lebih dahulu. Ia akan berjalan jalan guna menghilangkan rasa bosan. Saat di depan hotel dekat bagian resepsionist, Iman melihat Ela mengambil kunci kamar.


Iman tau, Kalau Ela pasti akan menginap di Hotel ini. Karena ia sempat melihat Ayahnya Ela pulang terlebih dahulu. Iman melihat Ela hendak pergi meninggalkan meja resepsionist itu. 


Saat Iman mengambil kartu Akses di bagian resepsionist itu. Ia melihat sebuah gelang yang terjatuh didekat meja resepsionist. Ia mengambilnya dan melihat gelang itu. Ia ingat jika Ela memakai gelang yang sama seperti yang ia temukan. Dan kemungkinan gelang itu milik Ela yang terjatuh.


Iman pun langsung menanyakan dimana kamar wanita yang mengambil kartu Akses tadi. Setelah mengetahui dimana keberadaan kamar Ela, Iman langsung bergegas menuju kesana.


Sesampainya dilantai 10, Iman berjalan menyusuri setiap nomor yang tertera. Dilantai 10 ini memang sedikit temaran dan sepi. Karena dilantai 10 ini biasa dipesan oleh pria hidung belang. Jadi keadaan memang sepi dan lampunya tidak terlalu terang.


Dari kejauhan ia melihat seseorang laki laki membawa paksa seorang perempuan berhijab. Ia langsung mengikuti laki laki itu, Ia melihat jika laki laki itu membekap wanita itu dengan sapu tangan. Dan benar saja, wanita itu langsung pingsan.


Iman yang melihat pakaian yang digunakan wanita itu sama persis dengan pakaian Ela. Iman pun mengawasi dari jauh, ia melihat jika laki laki itu kesusahan saat membuka pintu masuk kamar. 


Sebelum laki laki itu berhasil memasuki kamar, Iman langsung menendang tulang kering laki laki itu. Seketika laki laki itu langsung kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Iman yang melihat itu hanya bisa menyeringai tipis.


Iman berdiri sambil memasukkan kedua tangannya disaku celananya. Iman dapat mendengar kemarahan laki laki itu. Laki laki itu langsung berdiri dan berbalik menghadapku.


Seketika aku kaget dengan orang yang ada dihadapanku ini.


Tuan Dirga Pramudya.batinku.


Dirga Pramudya adalah seorang pengusaha dibidang tekstil. Laki laki yang berusia 32 tahun ini terkenal dengan sebutan cassanova. Ia suka sekali tidur dengan banyak wanita, tapi ia tidak mau berkomitmen dengan satu wanita. Ia tidak mau jika Ela menjadi korban selanjutnya. Karena baginya Ela adalah perempuan baik baik.


"Kamu." Ucapnya kaget.


Aku menatapnya dengan tatapan datar.


"Kenapa kamu mengganggu kesenanganku." Ucapnya lagi.


"Saya hanya ingin menyelamatkan teman saya ini dari sikap biadab anda,Tuan." Ucap Iman dengan nada datar.


"Tidak bisa. Kamu tidak bisa membawa wanita yang sudah saya incar sejak lama." Ucapnya dengan nada marah.


"Meskipun anda tidak mengizinkan, terpaksa saya akan membawa teman saya  dengan paksa." Ucap Iman.


"Kalau kamu mau membawanya, lawan aku dulu." Ucapnya.


Tidak banyak berucap aku langsung memberi bogeman pada wajahnya. Ia langsung terjatuh hanya dengan satu kali mendapat bogeman diwajahnya. Aku langsung membawa Ela yang sedang dalam keadaan pingsan itu.


Aku membawa Ela ke Lantai 20, Dimana kamar khususnya berada. Namun sialnya, saat lift terbuka terdapat beberapa Wartawan dilantai 20 ini. Seketika itu aku langsung menutup pintu lift dan menuju ke lantai 24.


Para Wartawan itu langsung beramsumsi sendiri. Mereka berpendapat bahwa anak pemilik hotel ini seorang pemain perempuan. Karena ada yang sempat mengambil foto mereka, jadi wartawan itu langsung menggunggahnya di sosial media.


                           ************


Reyhan yang sudah berada dikamar itu langsung memberi kabar sang kakek.


"Assalamu'alaikum, Kek."


"Wa'alaikumsalam,Rey. Ada apa kamu menelpon Kakek?" Tanya sang Kakek.


"Rey, cuma mau memberi tau kalau Reyhan nggak pulang malam ini. Reyhan menginap di Hotel tempat acara pernikahan sahabat Reyhan,Kek." Ucap Reyhan.

__ADS_1


"Baiklah. Jaga kesehatan dan jaga diri, Kakek mau istirahat dulu." 


" Baik, Kek. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Setelah berteleponan dengan Kakeknya, Reyhan langsung bersih bersih. Reyhan mengganti pakaianku dengan baju tidur yang Reyhan bawa. Reyhan memang selalu membawa pakaian ganti atau baju tidur jika menghadiri acara pada malam hari. 


Reyhan yang siap untuk tidur, ketika akan merebahkan tubuhnya terdengar suara notifikasi dari handphonenya. Reyhan langsung mengambil handphonenya dan mengeceknya. Ternyata ada pesan dari sahabatnya.


Friend's☆


Rey, kamu ada dikamar berapa?


Me^


Aku ada dikamar 179. Kenapa?


Friend's☆


Aku akan ke kamar mu☺


Me^


Besok saja ya😊


Aku sudah mengantuk sekali. Aku nggak mau mengganggu malam pertamamu😁


Friend's☆


Kamu gimana sih. Katanya mau mendengar ceritaku😠. 


Me^


Friend's☆


Baiklah, besok pagi di cafe hotel ya.


Me^


Siip.


Reyhan langsung meletakkan handphonenya dan bersiap untuk tidur. Reyhan pun langsung merebahkan badannya di kasur king size hotel itu.


                              **************


Sedangkan Alfin dan Aditya yang sudah selesai berbincang dengan rekan bisnisnya langsung kembali ke kamar mereka masing masing. Alfin dan Aditya menuju ke lantai 25, Dimana kamar mereka berada. Aditya yang teringat dengan sahabatnya langsung mengambil ponselnya dan mengiriminya pesan.


@me


Rey, kamu ada dikamar berapa?


Reychun😎


Aku ada dikamar 179. Kenapa?

__ADS_1


@me


Aku akan ke kamar mu☺


Reychun😎


Besok saja ya😊


Aku sudah mengantuk sekali. Aku nggak mau mengganggu malam pertamamu😁


@me


Kamu gimana sih. Katanya mau mendengar ceritaku😠. 


Reychun😎


@me


Baiklah, besok pagi di cafe hotel ya.


Reychun😎


Siip.


Karena gagal untuk bercerita pada sahabatnya, Aditya pun langsung menuju ke kamarnya. Ia tahu kalau sahabatnya itu pasti capek karena perjalanan yang lumayan jauh. Aditya pun langsung memasukkan kartu aksesnya. Karena sudah malam,keadaan kamar pun sudah gelap hanya menyisakan lampu tidur saja.


Aditya melihat sang istri yang sudah terlelap diranjang. Ia tahu pasti sang istri sangat capek karena acara hari ini. Aditya langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia lalu menyusul sang istri yang sudah dialam mimpi.


Alfin juga langsung masuk ke kamarnya. Sampai dikamar lampu sudah berubah temaran. Ia melihat sang istri sudah berbaring miring di ranjang. Alfin langsung membersihkan diri dikamar mandi. 


Alfin yang sudah berganti dengan pakaian tidur langsung berbaring disamping sang istri. Ia merasa lelah setelah melalui hari yang sangat melelahkan. Alfin langsung terlelap disamping sang istri.


                               *************


Disebuah Rumah mewah sepasang suami istri baru saja pulang dari acara pernikahan sahabat anaknya. Mereka adalah Ahmad Nur Faizin dan Miftakhul Hidayah, kedua orang tua Iman.


Bik Rini pun menghampiri kedua majikannya itu. Setelah mendengar suara mobil memasuki halaman Rumah. 


"Selamat malam,Tuan dan Nyonya." Ucap Bik Rini.


"Malam,Bik." Ucap Ida."Bibik langsung istirahat saja, ya." Ucap Ida lagi.


"Baik,Nya." Ucap Bik Rini.


Faizin dan Ida langsung menuju ke lantai atas. Faizin langsung membersihkan diri di kamar mandi. Sedangkan Ida masih melihat ponselnya sambil menunggu sang suami selesai membersihkan diri.


Ida pun iseng membuka sosial medianya, namun alangkah terkejutnya melihat berita yang baru beberapa menit diunggah itu. Ia langsung memanggil sang suami yang masih berada di dalam kamar mandi.


"Ada apa,sayang?" Tanya Faizin saat keluar dari kamar mandi.


"Kamu lihat berita ini,Mas." Ucap Ida sambil menyodorkan ponselnya pada sang suami.


"Berita apa?" Tanya Faizin penasaran sambil menerima ponsel yang disodorkan oleh sang istri.


Faizin membaca judul berita itu langsung terkejut dan secara reflek menjatuhkan ponsel sang istri.

__ADS_1


__ADS_2