Sebening Kristal

Sebening Kristal
part 30


__ADS_3

Alfin menunggu sang adik ipar dengan perasaan cemas. Ia khawatir akan kondisi calon keponakannya dan adik iparnya. Ia belum sanggup untuk memberi kabar pada kedua Orang tuanya. Mungkin setelah keponakannya lahir baru ia akan menelpon kedua orang tuanya.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya lampu operasi sudah redup. Itu menandakan kalau operasi sudah selesai. Seorang dokter wanita paruh baya keluar menghampiri Iman dan Alfin dikursi tunggu.


" Bagaimana operasinya,Dok?" Tanya Alfin pada Dokter itu.


" Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar. Bayinya akan kami bawa ke ruang inkubator karena berat bayinya yang belum normal."


" Dan untuk ibu bayi...beliau ingin berbicara dengan saudara Alfin. Apa diantara kalian ada yang bernama Alfin?" Ucap Dokter itu.


" Saya Alfin,Dok."


" Silahkan masuk ke dalam, karena pasien sudah menunggu."


" Terima Kasih, Dok."


Alfin langsung masuk ke ruang operasi itu. Ia melihat sang adik ipar yang sudah sadar. Ia melihat beberapa luka di area wajah dan tangannya. Ia pun mendekati sang adik ipar.


" Kak Alfin..." 


" Ya, Sofi. Kakak disini, ada yang kamu butuhkan?" 


" Kak, tolong jaga dan rawat anak Sofi dan mas Adit ya." Ucap Sofi pada Alfin.


" Kenapa kamu bicara seperti itu. Kita akan rawat anak kamu sama sama. Ada mama, papa dan kakak yang akan membantu kamu merawat anak kamu."


" tapi Sofi udah nggak kuat, Kak. Sofi ingin menyusul mas Adit. Tolong Kakak rawat dan besarkan anakku. Aku akan beri nama dia" CALLISTA BALQIS WIJAYA". Nama yang sudah mas Adit dan aku pilih untuk putri kami.Tolong sayangi dan lindungi dia ya, Kak." 


Setelah mengucapkan kata itu, terdengar suara kalimah syahadat dari bibir Sofi. Ia pun menyusul sang suami pulang ke pangkuan sang Illahi Rabbi.


" Innalillahi wa inna illaihi roji'un."


Alfin pun kembali mengeluarkan airmatanya. Ia sedih karena harus kehilangan 2 orang yang sàngat berarti dalam hidupnya. Namun ia juga harus tegar dihadapan kedua orang tuanya dan keponakannya yang masih bayi merah.


Alfin lalu keluar dari ruangan itu, Ia menghampiri Iman. Alfin pun segera mengurus kedua jenazah adiknya untuk dimakamkan. 

__ADS_1


Alfin sudah memutuskan bahwa akan menelpon kedua orang tuanya. Ia akan mengabarkan tentang kematian kedua adiknya. Namun sebelum menelpon kedua orang tuanya, Alfin pergi ke ruang inkubator guna mengadzani keponakannya.


Setelah mengumandangkan adzan pada keponakannya. Alfin pun langsung pulang ke rumah untuk mengabarkan langsung berita duka pada penghuni rumah. Ia berencana akan membawa kedua jenazah adiknya ke kediaman utama.


Iman masih berada dirumah sakit. Ia akan pulang bersamaan dengan kedua jenazah.


**********


Kabar duka itu beredar dengan cepat. Rasya yang sedang dikantor pun langsung bergegas pulang. Ia langsung mengabarkan hal ini pada sang kakak.


" Assalamu'alaikum, kak?" 


" wa'alaikumsalam, Sya. Ada apa kamu menelpon kakak?" 


" Kakak belum dapat kabar?"


" Kabar apa? Kakak belum melihat handphone sejak pagi. Kakak kan mengurus jenazah kedua orang tua kak Dinda. Ini aja kakak mau persiapan untuk acara pengajian untuk nanti malam."


" Aditya Wijaya dan Banati Sofifah meninggal dunia tadi pukul 11: 43."


" Innalillahi wa inna illaihi roji'un. Sampaikan ucapan bela sungkawa kakak pada Alfin dan maaf kakak nggak bisa kesana."


" Iya."


" Assalamu'alaikum."


" Wa'alaikumsalam."


Rasya pun langsung melajukan mobilnya ke rumah. Ia akan bersih bersih dulu dan berganti pakaian.


***********


Reno tengah berbahagia mendengar kabar itu. Ia sangat puas dengan kejadian ini. Karena secara tidak langsung ia bisa melenyapkan  2 orang sekaligus.


Ia menikmati hal ini dengan berpesta. Ia mengajak beberapa temannya pergi ke bar favoritnya. Mereka akan bermabuk mabukan dengan ditemani para wanita bar itu. 

__ADS_1


************


Sedangkan di belahan dunia yang lain, seseorang tengah termenung mendengar kabar duka dari keluarga wijaya. Ia masih tidak menyangka akan kejadian ini. Meski ia pernah hampir salah paham dengan perusahaan wijaya, tapi rasanya ada yang tidak wajar dengan kejadian ini. 


" Sam, tolong kamu selidiki kejadian yang menimpa anak bungsu dari keluarga wijaya. Aku rasa ada yang ingin melenyapkan keluarga itu."


" Baik, Tuan. Akan saya laksanakan."


" Owh, iya. Apa kamu sudah menemukan pelaku yang menghasut ku agar dendam dengan keluarga wijaya."


" Itu masih kami selidiki, Tuan. Namun kami sudah memiliki beberapa bukti tentang kejadian itu."


" Tolong beritahu aku jika kamu sudah menemukan orangnya."


" Baik,Tuan. Kalau gitu saya permisi dulu."


" Ya, silahkan."


Orang yang dipanggil Sam itu langsung keluar dari ruangan itu.


'aku pasti akan menemukanmu. Batin orang itu.


...****************...


Dikediaman Alfin tengah ramai orang melayat. Mulai dari teman kedua jenazah dan rekan bisnis Aditya. Ada beberapa tetangga dari kediaman Aditya yang melayat.


Alfin yang sudah mengabarkan meninggalnya kedua adiknya pada orang tuanya. Meraka langsung terbang menggunakan jet pribadi. Sang ibu sangat terpukul dengan kepergian anak dan menantunya. Apalagi mereka meninggalkan bayi yang baru lahir.


Tuan Wijaya juga nampak terpukul dengan kabar ini. Ia masih tidak menyangka bahwa anak yang beberapa jam lalu memberinya kabar bahwa cucunya berjenis kelamin perempuan itu sudah tiada. Bahkan sang menantu ikut menyusul sang anak pergi dari dunia ini.


Laela dan sang ayah sudah sampai dikediaman wijaya. Mereka mengucapkan bela sungkawa dan ikut membacakan yasin dan tahlil untuk kedua jenazah.


Sedangkan Rasya datang setelah Laela. Ia datang dengan ditemani Aliya. Ia menemui Kak Alfin, ia akan menyampaikan salam dari sang kakak.


...****************...

__ADS_1


Maaf ya baru update🙏 tadi siang bantuin ibuk sama bapak disawah.


Terimma kasih atas dukungannya pada author. Do'ain ya semoga bisa update setiap hari


__ADS_2