
Suara adzan subuh membangunkan Iman dari tidurnya. Ia langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia melihat Laela yang masih terlelap langsung membangunkannya.
"Dik,Bangun sudah subuh." Ucap Imam sambil menepuk pundak sang istri.
Laela yang merasa ditepuk pun langsung membuka matanya. Ia melihat seorang lelaki berpakaian putih dengan peci hitam dikepalanya.
'Apa didepannya ini malaikat subuh yang membangunkanku?' Batin Laela yang terpesona dengan penampilan Iman.
"Dik,aku mau ke masjid dulu. Kamu jangan lupa shalat subuh, jangan tidur lagi." Ucap Iman pada Laela.
Laela yang mendengar perkataan Iman pun langsung tersadar. Ia hanya menganggukkan kepalanya saja.
Iman pun langsung bergegas pergi ke masjid. Ia takut ketinggalan jama'ah subuh. Saat sampai di ruang tamu, Iman melihat sang papa mertua yang akan peegi ke masjid juga.
"Papa mau ke masjid juga?" Tanya Iman saat melihat Tuan Budi.
"Iya, kamu juga mau ke masjid? Kalau gitu bareng sama papa aja." Ucap Tuan Budi pada Iman.
"Iya,pa." Ucap Iman.
"Laela udan bangun belum?" Tanya Tuan Budi saat membuka pintu.
"Tadi udah Iman bangunkan." Ucap Iman.
"Udah ke kamar mandi belum?" Ucap Tuan Budi lagi.
"Tadi sih belum, nggak tau kalau sekarang?" Ucap Iman.
"Itu anak pasti tidur lagi,Ela itu susah kalau dibangunin. Papa kalau bangunin dia selalu tak tungguin sampai bangun."Ucap Tuan Budi.
Iman yang mendengar perkataan Sang mertua hanya bisa tersenyum.
Sedangkan dikamar, Laela yang baru saja terpesona dengan penampilan suaminya hanya bisa senyum senyum sendiri. Ia masih tidak menyangka jika sekarang dia sudah punya suami. Apalagi suaminya adalah orang yang ia sukai secara diam diam.
__ADS_1
Ya, sebenarnya Laela menaruh hati pada Iman sejak ia bekerja diperusahaan Wijaya. Namun ia mampu menutupi perasaan itu. Laela memang bukan wanita yang caper atau mudah salting. Dia wanita yang pendiam dan sangat tertutup.
Laela langsung beranjak dari ranjang, ia akan berusaha keras untuk menjadi istri yang baik bagi suaminya. Ia akan selalu menuruti perintah suaminya ketika itu hal baik untuknya. Setelah bersih bersih Laela langsung melaksanakan shalat subuh dikamar. Setelah itu, ia akan berdzikir dan membaca Surah al-waqi'ah seperti biasanya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Rasya yang sudah terbangun saat adzan subuh berkumandang. Ia melihat suami beserta keponakannya sedang terlelap. Ia tahu betapa lelahnya suaminya saat menemami Balqis yang terjaga tadi malam. Ya, tadi Malam Balqis sempat terbangun dan tidak tidur lagi. Ia kemali tertidur pukul setengah 3 dan Mas Alfin juga baru bisa tidur pukul 3 pagi.
Aku langsung beranjak dan pergi ke kamar mandi. Aku mandi dan sekalian mengamvil air wudhu. Saat aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Mas Alfin sudah bangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun?" Ucapnya sambil menyibakkan selimut.
"Iya. Mas mau mandi?" Tanyaku saat Melihat Mas Alfin akan pergi ke kamar mandi.
"Iya, aku mau mandi." Ucapnya.
"Ya udah aku tunggu. Kita shalatnya berjama'ah saja." Ucapku.
"Ya, dan tolong siapkan pakaian shalatku." Ucapnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Aku melihat Mas Alfin sudah siap dengan pakaiannya. Aku tidak tahu kapan Mas Alfin keluar dari kamar mandi. Tau tau Mas Alfin sudah siap untuk melaksanakan shalat.
Aku dan Mas Alfin melaksanakan shalat dengan khusuk. Aku terharu karna ini shalat jama'ah pertama kami. Karena saat malam pertama pernikahanku aku masih dalam masa haid terakhir. Jadi, pagi ini adalah pagi pertama aku melaksanakan shalat bersama Mas Alfin.
Setelah shalat aku mengaminkan segala do'a yang diucapkan oleh Mas Alfin. Selesai berdo'a, Mas Alfin langsung berbalik ke arahku dan menyodorkan tanganya. Aku pun langsung menerimanya dan mengecupnya.
'Ya Allah, dengan tangan ini suami hamba mencari nafkah. Dan dengan tangan ini pula suami hamba mengasihi dan menyayangi hamba. Ya Allah,berikanlah kesehatan untuk suami hamba. Berikanlah kepadanya pahala yang berlimpah atas hal yang dilakukannya untuk hamba. Semoga Engkau membangunkan rumah disurgaMU untuknya. Aamiin.' Doa Rasya dalam hatinya.
Setelah sholat,Rasya turun ke bawah untuk membuatkan Alfin secangkir teh. Sedangkan Alfin lanjut membaca Al-qur'an, sambil menunggu putrinya yang masih tertidur.
Ya, Alfin dan Rasya sepakat untuk menganggap Balqis sebagai putri mereka. Mereka akan merawat Balqis dengan penuh kasih sayang.
Rasya yang sudah berada didapur pun langsung membuatkan secangkir teh untuk sang suami. Di dapur masih sepi karena Bi Surti masih sakit,sedangkan mbok pinah tinggal di pavilliun belakang.
__ADS_1
Setelah membuat teh,Rasya mengambil beberapa sayuran dari dalam kulkas. Ia meletakkan di meja dapur. Sebelum masak, Rasya mengantarkan teh yang dibuatnya tadi ke kamar.
Saat masuk ke kamar,Rasya melihat Alfin yang masih bertadarrus. Ia meletakkan teh di meja nakas dekat dengan ranjang. Ia juga melihat kalau putrinya belum terbangun. Rasya langsung keluar dan menuju dapur untuk memasak.
Ia akan memasak sop, sambal tongkol dan tumis kangkung. Setelah itu ia sibuk berkutat didapur seorang diri. Setelah 1 setengah jam berkutat didapur, akhirnya masakan Rasya pun sudah selesai. Ia lalu menata maskan itu di meja makan. Setelah beres, Rasya lalu naik ke kamar untuk bersih bersih.
Saat masuk ke kamar, ia tidak melihat sang suami. Tapi ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Ia tahu kalau itu pasti suaminya. Rasya lalu menyiapkan pakaian santai untuk sang suami.
Ya, Alfin saat ini belum masuk kerja. Ia mengambil cuti 5 hari untuk pernikahannya. Rasya meletakkan baju ganti untuk suaminya diranjang. Ia juga mengambil baju ganti untuk dirinya. Rasya akan membersihkan diri dikamar putrinya selagi putrinya masih tertidur.
Alfin yang baru saja keluar kamar mandi. Ia melihat satu stel baju ganti diranjang. Ia tahu pasti Rasya yang sudah menyiapkannya. Alfin segera berganti pakaian dikamar mandi.
Selesai berganti baju, Alfin duduk disamping ranjang. Ia mengamati tidur putrinya. Ia berniat membangunkan sang putri.
"Sayang, ayo bangun." Ucap Alfin sambil menowel pipi putrinya.
Sang bayi hanya menggerakkan tangannya tanpa mau membuka mata.
Alfin yang melihat itu jadi gemas. Ia menciumi pipi sang putri hingga bayi itu menangis karena tidurnya terganggu. Dan saat itu pula Rasya masuk ke dalam kamar.
"Mas, kamu apain putrimu sampai menangis kayak gitu?" Ucap Rasya saat menghampiri putrinya diranjang.
"Aku cuma mau membangunkannya aja kok." Ucap Alfin tanpa rasa bersalahnya.
"Ihh...Mas itu gimana sih. Yang namanya bayi nggak usah dibangunin. Dia kalau lapar pasti bangun sendiri." Ucap Rasya kesal.
"Ya, tapi kan Mas pengen mandiin putri kita,Dek." Ucap Alfin.
"Kalau mau mandiin ya nunggu anaknya bangunlah,Mas. Ya udah sekarang Mas siapin air angetnya buat Balqis mandi." Ucap Rasya.
"Oke." Ucap Alfin.
Alfin segera masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air. Ia juga mengambil beberapa keperluan mandi bayi dikamar putrinya. Saat semua beres, Rasya segera melepaskan baju yang dipakai putrinya. Ia yang akan memandikan Balqis,sedangkan Alfin menyiapkan pakaian ganti untuk putrinya.
__ADS_1
Tak berapa lama,Rasya sudah selesai memandikan sang putri. Lalu ia meletakkan Balqis diranjang. Ia mengoleskan minyak pada perut, punggung dan diselangkangan putrinya. Lalu memakaian baju untuk putrinya.
Setelah semua nya beres, Alfin langsung menggendong sang putri untuk turun ke bawah. Sedangkan Rasya membawa cangkir bekas teh tadi.