
Paginya sekitar pukul 10.00 Nyi Sari kembali datang dengan diantar cucu laki-lakinya.
Pagi-pagi sekali dia sudah memberi tahu via chat ke Anita tentang perkiraan waktu kedatangannya dan meminta mereka untuk berkumpul di rumah Bik Isah.
Mereka pun berkumpul di ruang makan, semua hadir dan berkumpul disitu termasuk Mang Asep. Sedangkan empat teman Mang Asep yang malam sebelumnya ikut mencari Novi duduk di teras menunggu. Mereka adalah sekuriti (serukiti bahasa kekiniannya) di gudang teh milik keluarga Aris.
Ini adalah ide Nyi Sari untuk mengumpulkan siapapun yang sempat terlibat agar mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hal itu sangat diperlukan agar mereka semua dapat memahami dan mengantisipasi seandainya terjadi apa-apa kelak.
Kini di ruang makan setelah semua yang diminta hadir tiba..
Aris duduk di apit Doni dan Mang Asep, di seberang meja mereka adalah Bik Isah bersama Anita dan Nyi Sari.
Nyi Sari memulai percakapan dengan menunjukkan pesan di chat WA nya yang diterimanya dari Anita.
"Na twintig jaar zullen bloemen bloeien.
Driehoeken worden losgemaakt en vrienden worden vijanden."
Setelah dua puluh tahun, bunga akan mekar.
Segitiga dilonggarkan dan teman menjadi musuh.
Dia menerangkan arti kalimat tersebut yang disertakan oleh Anita dalam pesannya dan membacanya dengan terbata-bata.
"Itu adalah petunjuk yang ditinggalkan Rudi saat dia meninggalkan Rumah Sakit bertepatan dengan malam dimana Aris dan Doni mengalami kecelakaan, "ujar Nyi Sari.
Aris menatap dengan kaget karena baru tahu soal ini.
Setelah terdiam sejenak, "sepertinya aku paham apa yang dimaksud teman menjadi lawan, tapi apa maksud kalimat lainnya? "Tanya Aris.
"Bunga apa yang mekarnya setelah dua puluh tahun? "Doni ikut-ikutan menyambung.
Kali ini Anita yang menjawab, "yang dimaksud dengan bunga itu adalah Novi Dahlia Falguni. "
Semua yang hadir menatap Anita heran.
"Biar saya jelaskan dari awal agar semua paham bagaimana asal mula cerita ini, "ujar Anita dengan suara merdunya.
Anita pun bercerita tentang Aris dan Doni yang datang ke rumah sakit ingin menjenguk Rudi namun ternyata Rudi sudah keluar di malam sebelumnya. Lalu saat pertukaran shift dia bertanya pada perawat yang berjaga pada malam sebelumnya. Dari perawat rekan kerjanya itu lah dia tahu ternyata Rudi sebelum meninggalkan rumah sakit ada meninggalkan pesan. Pesan itu lah yang kemarin dia kirim ke Doni dan tunjukkan ke neneknya yaitu Nyi Sari.
"Lalu tadi malam saya tidur di kamar Novi, sebelum tidur saya melihat lukisan tergantung di dinding kamarnya berisi tulisan nama lengkap berikut tanggal lahir Novi, "terang Anita (hal ini sering kita temui di rumah-rumah di mana saja, biasanya dibuat untuk mengingat hari kelahiran anak-anak).
__ADS_1
"Bukankah Dahlia itu nama bunga? "sambungnya menjelaskan.
Aris terkesima, selain cantik ternyata ni cewe pintar banget, batinnya. Aris tersenyum dan mengangguk hormat padanya, sedangkan Doni cuma manggut-manggut kagum.
"Nih, "ujar Bik Isah sambil menyerahkan sebuah foto yang sangat tua kepada Aris.
Aris menatap foto itu sesaat, walau fotonya sudah tua dan rada buram, tapi bingkainya bukan bingkai antik melainkan bingkai yang sering terlihat dijual di toko-toko. Terlihat di dalam foto tersebut beberapa pekerja sedang menyiapkan sebuah bangunan sementara seorang pria dan perempuan Belanda berdiri didepan bangunan tersebut.
Itu foto buyutmu dan isteri mudanya, "Anna, "jelas Bik Isah.
Aris menatap kembali foto ditangannya, dia ingat pernah melihat foto itu dulu sewaktu bermain petak umpet bersama Novi, disaat dia berusaha mengeluarkan Novi yang menangis karena nggak sengaja mengunci diri di dalam lemari di gudang. Dia tidak mungkin melupakan foto tua ini, karena saat itu foto ini terjatuh dari atas lemari dan kacanya pecah berantakan. Lalu demi Novi dia diam saja di omeli Bik Isah.
"Ini kan rumah besar di kampung yang tenggelam itu? "Ujar Aris kaget, pantas dia merasa mengenal rumah besar di perkampungan yang tenggelam itu.
Masih belum puas karena baru tahu ini adalah foto buyutnya, ia memperhatikan kembali foto itu untuk melihat lebih jelas seperti apa wajah buyutnya Sobri dan isterinya Anna. Terlihat Sobri mengenakan stelan serba putih khas meneer Belanda tapi di bagian atas mengenakan kopiah hitam. Memang Sobri sangat tampan walau terlihat sudah berumur, dan Anna benar-benar cantik. walau foto ini hanyalah foto hitam putih, tapi Aris bisa melihat dan perkirakan kalau rambut Sobri hitam sedangkan rambut Anna mungkin coklat atau merah.
"Sangat tampan kan? Dan sangat mirip denganmu, "ujar Bik Isah.
Aris tersenyum tipis, walaupun dia merasa yang dikatakan Bik Isah ini benar, memang sangat mirip dengannya.
"Foto itu ku laminating di bagian depan dan belakang, agar tidak rusak, sedangkan bingkainya ku ganti dengan bingkai baru setelah kamu pecahkan sewaktu kalian main petak umpet dengan Novi dulu, "sambung Bik Isah.
Aris nyengir, hanya dia dan Novi yang tahu kejadian sebenarnya di waktu itu.
"Tunggu, "tahan Bik Isah lalu mengambil foto itu kembali dari tangan Aris.
"Dulu sewaktu aku hendak melaminatingnya aku tak sengaja melihat bagian belakang foto, "ujarnya.
Lalu Bik Isah membuka klep pengunci di bagian belakang foto, melepaskan triplek pelindung dan mengeluarkan foto tersebut.
"Saat Anita menunjukkan chat Rudi kepadaku, aku jadi teringat pernah membaca kata-kata tersebut, hanya saja aku lupa dimana, "jelasnya kembali.
"Tapi tadi malam aku memandangi foto kakekku yang kusimpan dikamarku agar tidak dipecahkan oleh anak-anak nakal lagi. Sambil menatap foto kakek aku bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga ini. Lalu tiba-tiba aku teringat tentang tulisan di baliknya, "sambungnya.
Bik Isah menyodorkan kembali foto tua yang sudah dikeluarkan dari bingkai kepada Aris. Aris melihat tulisan di belakang foto, tulisan tangan.
Ada gambar segitiga, dengan setiap sudutnya bertuliskan angka 15. Dibawah gambar segitiga tertera tulisan yang sama dengan chat Anita.
Na twintig jaar zullen bloemen bloeien.
Driehoeken worden losgemaakt en vrienden worden vijanden.
__ADS_1
"15 itu tanggal lahir kalian kan? "Ujar Doni, dia teringat malam sehabis kecelakaan mereka berbincang di luar halaman soal peringatan ultah Rudi, dan Novi yang sebentar lagi yaitu tanggal 15 bulan Ini, mereka berulang tahun sama walaupun lahir di tahun yang berbeda. Dia juga ingat Aris mengatakan padanya waktu itu kalau dia juga lahir di tanggal yang sama dengan mereka, hanya beda bulan saja.
Semua yang berada disitu menatap Doni kaget, ternyata semua ini saling berhubungan.
"Pinter ente men, "ujar Aris lalu merangkul Doni. Wajah Doni jadi memerah karena grogi.
Nyi Sari meminta foto dari Aris dan Aris pun menyerahkannya. Setelah sesaat memegang dan mengamati tulisan di belakang foto tersebut Nyi Sari berkata, "ini tulisan buyutmu, "ujarnya pada Aris.
Aris dan yang lain segera mengangguk paham, pasti Nyi Sari mengetahui itu setelah menggunakan kemampuannya seperti di dalam film.
Nyi Sari melihat berkeliling, memperhatikan ekspresi yang hadir dengan bingung.
"Lha masak kamu nggak lihat, dibawah tulisan kan ada inisial nama buyutmu, E.J. Edward Jaager, "ujarnya pada Aris lalu tertawa geli.
Aris mengambil kembali foto tersebut dari tangan Nyi Sari dan memang benar di bagian sudut bawah sebelah kanan ada inisial E.J. tertulis kecil, dan dia pun nyengir.
Aris kembali terdiam dan terlihat berpikir.
"Berarti Rudi terkait dengan Anna dan kekasihnya? "Tanya Aris seolah pada diri sendiri.
"Iya, "Jawab Bik Isah.
"Itu sebabnya tadi malam aku menyuruh Isah menelpon kalian agar segera pulang, "kali ini Nyi Sari yang menyambung.
"Karena kemungkinan besar target mereka adalah dirimu, "ujar Bik Isah kepada Aris.
Aris menggeram.
"Baik lah berarti makna tulisan tersebut adalah bahwa segitiga itu adalah aku, Rudi, dan Novi yang kebetulan bertanggal lahir sama, "ujar Aris.
"Dan bunga yang mekar itu adalah Novi saat dia berusia 20 tahun, "sambung Anita kembali buka suara.
Serentak semua yang hadir menatap Anita. Doni sampai hendak bangkit dan merangkak di atas meja lalu memeluk suster cantik ini seperti di iklan televisi saking kagumnya. Tapi itu tidak jadi dia lakukan karena ucapan Aris berikutnya :
"Berarti itu hanya tinggal 3 hari lagi, "ujar Aris kaget.
"Kita harus segera menolong Novi, "sambungnya.
"Sabar, itulah sebabnya kalian kukumpulkan disini, "ujar Nyi Sari.
"Dirimu yang saat ini tidak akan dapat mengalahkan Anna dan kekasihnya, "ujar Nyi Sari lagi.
__ADS_1
"Terlebih dahulu kita harus segera menemukan keris milik kakekku yang dahulu sekali terlempar ke dalam lubuk, "jelas Nyi Sari.