Segi Tiga (Driehoek)

Segi Tiga (Driehoek)
Tersadar di Tengah Kegelapan


__ADS_3

"Dan kau, siapakah dirimu? "Tanya Johan.


"Aku temanmu, teman lamamu, "jawab sosok pria dalam kegelapan.


Berbeda dari sewaktu mendengar suara Nora, kali ini Johan merasakan sangat akrab dengan suara pria ini. Sayangnya si lawan bicara tidak mau bergerak maju ke arah cahaya sehingga Johan tidak dapat melihat wujudnya secara jelas.


Karena penasaran Johan pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah si pria misterius.


"Kita kesampingkan saja dulu soal nama, karena kau juga tidak akan ingat walau dia sebutkan namanya, "ujar Nora pelan hampir berbisik. Tanpa disadari Johan, saat dia berpaling menatap ke arah si pria tak dikenal, saat itu juga wujud Nora dibelakangnya berubah menjadi mengerikan. Mulut perempuan itu berubah menjadi sangat lebar dan kulitnya menjadi berkeriput.


"Ada hal lebih penting saat ini untuk kita lakukan, tapi terlebih dahulu kau harus buang jauh-jauh senjata di pinggangmu, "sambung Nora, dengan gerakan sangat cepat sosok mengerikannya melayang ke arah Johan.


Johan mengernyitkan kening mendengar ucapan Nora lalu berbalik. Hanya sesaat sebelum Johan berbalik, wujud mengerikan Nora melesat kembali ke tempatnya semula dan berubah wujud menjadi perempuan cantik seperti sebelumnya.


"Kenapa Nora begitu ngotot agar aku membuang keris ini? Dan kenapa aku tidak memiliki perasaan apapun yang menandakan aku mengenal perempuan ini, "Johan membatin curiga.


Entah kenapa dia justru jadi tidak ingin menjauhkan senjata dari pinggangnya.


Dia kini menyeringai dan menatap Nora, "kenapa aku harus mematuhimu sayangku? "Ujarnya menguji.


"Umm.. aku tidak ingin kau terluka, karena senjata itu tak bersarung, itu yang pertama sayang, "jawab Nora kini dengan ekspresi takut.


"Dan lagi.."ucapan Nora jadi terhenti karena tiba-tiba ada suara lain yang terdengar memanggil-manggil.


Awalnya suara itu terdengar samar-samar seolah-olah diucapkan dari jauh tapi kemudian suara tersebut terdengar makin jelas.

__ADS_1


"Aris.. Bangun Ris!! "Suara itu berupa teriakan, menggema begitu dekat, hanya beberapa meter saja jaraknya dari Johan.


Baik Johan maupun Nora sama-sama melihat ke kanan dan ke kiri mencari arah datangnya suara.


"Aris? Siapa lagi Aris? kenapa aku merasa tak asing dengan nama ini? "Batin Johan mendengar suara tersebut diucapkan.


Sebenarnya Doni yang barusan berteriak. Awalnya dia siuman dan mendapatkan dirinya kini sedang terendam di air yang dangkal. Setelah terbatuk beberapa kali untuk mengeluarkan air yang sempat singgah bersarang di saluran pernapasannya dia memandang sekeliling yang gelap. Lalu dalam samar dia melihat tubuh Anna dengan wujud menyeramkannya mengambang di atas tubuh Aris yang tergeletak tak jauh darinya.


Diraihnya sebuah batu cukup besar dan nyaris dilemparkannya kalau saja dia tidak ingat kondisinya belum pulih. Begitu sadar, niatnya dia urungkan karena bisa-bisa lemparannya justru mengenai Aris. Sebagai gantinya dia mencoba menyadarkan temannya itu dengan cara berteriak sekuat yang dia bisa.


Syukurnya tak lama mendengar teriakannya barusan Aris segera terjaga dan kaget. Yang membuat Aris sangat kaget karena begitu membuka mata melihat wajah mengerikan Anna berjarak hanya sejengkal dari wajahnya.


Dia beringsut mundur secepat mungkin, menyibak kerikil dan bebatuan yang menjadi alas berbaringnya, tapi sosok Anna berusaha menjaga jarak dengan tetap melayang mengikuti.


Dalam keadaan masih berbaring Aris memutar tubuh lalu tendangkan bagian tumitnya, tapi tendangannya itu hanya mengenai angin, tubuh Anna bagaikan gambar dari proyektor yang tak bisa disentuh.


Tapi kalau tubuh ini tidak dapat di sentuh berarti ini hanya ilusi seperti sebelumnya.. Batin Aris lagi. Dia jadi tidak pedulikan bayangan mengerikan Anna dan memfokuskan diri dengan segera mencari-cari ke sekeliling.


Dia jadi teringat kembali beberapa waktu sebelum dia siuman di tempat ini.


Saat itu..


Anna berhasil melepaskan diri dari dekapan Doni yang keburu pingsan karena kehabisan udara.


Setelah terbebas Anna langsung memburu Aris, dan pergulatan kembali terjadi di dalam air, kali ini antara Anna dan Aris.

__ADS_1


Kedua tangan Anna mencekik leher Aris dan Aris berusaha melepaskan diri dengan cara menghantamkan sikunya sekuat tenaga ke lengan Anna.


Cekikan Anna di leher Aris memang terlepas, tapi bagai tidak merasakan sakit penyihir ini dengan cepat bergerak di dalam air memutari tubuh Aris dan memiting lehernya.


Aris jadi kesulitan karena di satu sisi dia harus menolong sahabatnya Doni, tapi di sisi lain dia harus melepaskan diri dari kejaran Anna.


Jemari tangan kanan Aris menggapai-gapai mencoba meraih Doni. Sedangkan tangan kirinya dipergunakan untuk mencegah kedua tangan Anna mempererat jepitan ke lehernya.


"Don, bertahan lah sobat, "batin Aris memandang wajah bulat sahabatnya.


"Dapat!! "Batin Aris, dia berhasil meraih tangan Doni. Begitu menggenggam erat tangan temannya tubuhnya berputar dengan cepat, membawa tubuh Doni ikut bergerak naik. Sambil lalu dia masukkan sikunya ke tengah pitingan Anna sehingga jepitan kedua tangan Anna di lehernya terlepas.


Tapi Anna tidak mau melepaskan mangsanya begitu saja. Kedua tangannya kembali bergerak mencekik leher Aris. Pada jarak sedekat ini Aris menendang sekuat tenaga menggunakan lututnya. Tubuh Anna tersentak, wajahnya terlihat marah karena lutut Aris menghantam telak dagunya. Bagaimanapun Anna sejak awal adalah penyihir dan bukan pendekar. Gerakannya bukan lah apa-apa bagi Aris. Seandainya tanpa sihirnya sudah tentu Aris dapat melumpuhkannya dengan mudah.


Setelah hantaman lutut, Aris melanjutkan dengan tendangan menggunakan ujung bagian atas telapak kaki untuk menjauhkan lawan. Dia menendang lalu menggunakan tenaga benturan untuk membawa dirinya dan Doni menjauh.


Berhasil, jaraknya kini menjauh beberapa meter dari Anna. Sambil terus berusaha menjauh dari Anna, Aris berusaha berenang naik membawa Doni ke permukaan.


"Sial, "batin Aris karena tak lama Anna berhasil memegang kedua kakinya dan bergelayut disana. Saat ini Aris sendiri sudah nyaris kehabisan napas. Di dorongnya tubuh Doni sekuat tenaga ke permukaan.


"Paling tidak salah seorang dari kami harus selamat, "batinnya.


Sesaat setelah tubuh Doni terdorong ke atas, Anna telah kembali mendapatkan tubuh Aris dan mereka pun melanjutkan pergelutan, berputar-putar di dalam air.


Aris hampir hilang kesadaran karena kehabisan udara. Semuanya memulai memudar dalam penglihatannya, saat tiba-tiba dia melihat sebersit cahaya putih melesat ke arahnya. Wajah Anna yang sebelumnya menyeringai mengerikan berubah ketakutan.

__ADS_1


Dan saat itu segalanya menjadi gelap..


__ADS_2