
Diskusi pun berlanjut hingga makan siang tiba. Disini Nyi Sari menjelaskan bahwa tulisan yang di tuliskan buyutnya Aris di belakang foto adalah salinan dari tulisan yang ditemukan orang-orang suruhan Wulan saat memeriksa rumah Anna di perkampungan yang tenggelam.
Sebagai orang tua yang bijak walau pada saat itu Sobri tidak tahu apa maksud tulisan tersebut, tapi dia tetap menuliskan temuan orang-orang suruhan Wulan itu sesuai aslinya untuk kelak dijadikan petunjuk seandainya terjadi apa-apa. Dan terbukti apa yang disiapkannya lebih seabad lalu ternyata begitu berguna.
"Nyi, tentang Rudi, sebenarnya apa yang terjadi pada teman kami itu? "Tanya Aris memotong cerita Nyi Sari. Dia sangat penasaran dengan temannya itu. Karena dia telah mengenal dan berteman dengan Rudi selama bertahun-tahun. Walau diakuinya Rudi memiliki latar belakang misterius, tapi yang melakukan ini bukanlah Rudi yang dia selama ini kenal.
Nyi Sari menghela napas.
"Sepertinya teman kalian itu, berada dalam pengaruh Anna, "jawabnya.
"Biasanya kejahatan senang mendekati orang-orang yang dalam keadaan tidak stabil lalu mengambil keuntungan dari mereka, "sambungnya.
"Aku juga punya feeling kurang baik pada anak itu, "ujar Bik Isah tiba-tiba.
Aris dan Doni menatap Bik Isah dengan heran.
Lalu Bik Isah pun menceritakan alasan ucapannya barusan. Dia pernah memergoki chat Rudi kepada Novi yang menurutnya keterlaluan. Bagi Bik Isah silahkan Novi kalau mau memilih siapapun.Tapi jalani lah dengan santai apa adanya, nggak perlu terlalu muluk-muluk, karena kenyataan dalam hidup ini lebih banyak pahit daripada manisnya.
"Anak itu terlalu menggebu-gebu, itu yang ku kuatirkan. Sama halnya seperti api menyala-nyala yang akan cepat padam, kebiasaan seperti itu juga bakal membuat cepat kehabisan energi dan belakangan akan membuat frustasi, "jelasnya.
"Dan hal tersebut harus diingatkan agar tidak kebablasan, "sambungnya.
Aris dan Doni kaget mendengar itu, ternyata Rudi bergerilya di belakang mereka selama ini.
"Walau bukan anak kandung, tapi Novi adalah anakku. Sejak awal kehidupannya gadis itu sudah mengalami hal yang sangat sulit sehingga aku tidak ingin dia terlena lalu terlibat masalah yang tidak dia pahami, "ujar Bik Isah.
Bik Isah juga bercerita bahwa Rudi pernah mengirimkan paket, kebetulan dia yang menerima paket tersebut. Dia membaca pengirimnya adalah Rudi orang yang sama yang dia baca chatnya kepada Novi sebelumnya. Di keterangan paket dia membaca isinya adalah baju berwarna biru. Tak lama dia memergoki Novi sedang mematut-matut pakaian yang dikirim Rudi tersebut di kamarnya .
"Lalu aku melihat Novi memakai baju yang dikirim Rudi itu di saat makan malam. Bersamaan, pada waktu itu Rudi juga mengenakan baju biru. Disitu aku jadi menyinggung soal Aris dan Novi, sekedar untuk menguji keseriusan Rudi. Dan kalau si Rudi itu memang serius menyukai Novi maka seharusnya dia perjuangkan Novi, bukan putus asa lalu melakukan tindakan nekad. Nah kan terbukti apa yang kukhawatirkan, "ujar Bik Isah terisak mengingat Novi.
Anita yang duduk disebelahnya segera merangkul Bik Isah. "Tuh, "bibirnya membentuk ucapan tapi tanpa suara ke arah Doni.
Doni melotot hendak protes tapi nggak jadi, mengingat suasana dan orang di sekitar.
"Berarti bibi tidak serius soal perjodohan kami? "tanya Aris. Lha kok dia yang jadi merasa tiba-tiba sesak didada.
"Ya nggak lah, itu terserah kalian, "ujar Bik Isah sesenggukan.
"Padahal kalau si Rudi itu memang benar suka pada Novi kan dia kenal baik dengan Aris, bicara terus terang pada Aris lalu main kesini untuk saling kenal, kan gentleman, "ujar Bik Isah lagi.
"Novi sudah dewasa, tentu saja kuizinkan kalau ada laki-laki ingin mengenalnya, tapi tidak dengan cara sembunyi-sembunyi, "ujarnya.
"Ya sudah, tenang Sah, sejauh ini Novi tidak kenapa-napa kok, "ujar Nyi Sari menenangkan.
Bik Isah menatap Nyi Sari dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"Iya aku serius, tidak akan terjadi apa-apa padanya sebelum ulang tahunnya yang ke dua puluh tiba. Yang terpenting sekarang adalah mengalahkan Anna sebelum terlambat, karena dengan begitu pengaruh yang dia tanamkan pada Rudi dapat dihapuskan, sehingga Novi pun dapat kita bebaskan, "ujar Nyi Sari.
"Tapi itu pasti akan sangat sulit, kali ini kalian akan menghadapi cobaan sangat berat, "ujarnya serius.
Lalu Nyi Sari menjelaskan tentang pertarungan Probo dan Dadang dan mengatakan walaupun pada masa pertarungan itu ada dua senjata yang terlempar ke lubuk sungai tapi kemungkinan besar kujang milik Dadang sudah ditemukan oleh Anna. Tubuh Probo yang tewas membiru saat bertarung dengan Anna adalah salah satu buktinya, karena itu adalah akibat dari racun kujang.
Semua yang ada disitu terdiam, melawan Anna si penyihir saja sudah sulit, kini ternyata dia juga memegang senjata pusaka milik si raja begal.
Setelah hening sesaat..
"Apakah untuk mendapatkan keris tersebut diperlukan penyelaman Nyi? "Tanya Aris. Dia menanyakan hal tersebut karena ragu akan kemampuannya menyelam dan karena tidak tahu kedalaman lubuk.
"Tidak, kita hanya menunggu di tepi sungai, senjata itu akan menunjukkan dirinya pada orang yang terpilih, "ujar Nyi Sari.
"Dan orang yang terpilih itu.. "Tanya Doni, tapi kemudian dia melihat Nyi Sari yang menatap Aris dan menghentikan pertanyaannya, "bener juga, "batinnya.
"Kupikir kamulah yang terpilih untuk kembali menggunakan senjata tersebut, agar dapat menyelesaikan perselisihan dan menuntaskan masalah ini, selamanya.."Ujar Nyi Sari kepada Aris.
"Apakah ada ritual khusus untuk mendapatkan keris itu Nyi? "Tanya Doni, belakangan ini dia jadi jauh lebih kritis, tentu saja karena ada Anita disitu πππ.
"Ada, yaitu Aris harus mengorbankan salah seorang teman dekatnya, "ujar Nyi Sari terkekeh.
Doni mengkeret diam. Anita tertawa kecil sambil menutup mulut.
"Tidak ada ritual apapun. Aris hanya perlu duduk di tepi sungai berkonsentrasi, sedangkan kita menemaninya seandainya ada gangguan yang datang, "jelas Nyi Sari.
Dan begitulah, waktu pun bergulir..
Sekitar pukul 14.00. Aris dan rombongan bergerak menuju lubuk yang tak jauh dari perkampungan yang tenggelam. Tempat dimana konon keris kakeknya Nyi Sari terlempar dan hilang.
Mereka berangkat sebagian dengan mengendarai Jeep. Aris sebagai sopir, Doni di sebelahnya, sedangkan di belakang adalah Bik Isah, Nyi Sari dan Anita.
Sedangkan Mang Asep dengan 4 temannya berboncengan mengendarai trail. 1 Trail milik Bik Isah, sedangkan 2 trail lagi entah milik siapa yang dibawa teman-teman Mang Asep.
Sekitar 20 menit kemudian jeep tiba di tempat dimana tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan perjalanan, sehingga mereka harus melanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 500 m.
"Masih jauh perjalanan kita Don, "ujar Aris membuka percakapan.
"Gak apa men, aku tahan kok, kan dulu juga kita pernah kesini berjalan kaki, "ujarnya gagah.
Aris garuk-garuk kepala dan nyengir, "pasti karena Anita, "batinnya.
Lha Anita yang berjalan di belakang mereka menyahuti, "jangan sampai pingsan ya pak, soalnya aku nggak bawa cukup peralatan. "
Kini Doni yang jadi nyengir.
__ADS_1
Saat mereka tiba di tepian sungai, Mang Asep dan ke empat temannya sudah berada disana, diam mengamati sekitar.
Aris berjalan ke tepian tebing sungai, menatap lubuk yang mereka lewati tempo hari sewaktu mencari perkampungan yang terendam. Ingatan tentang kejadian sebelumnya menggetarkan perasaan.
Dia menarik napas dalam, udara disini benar-benar segar, sedangkan kerimbunan pohon di sekitar lubuk membuat suasana terasa sejuk.
"Novi.. kenapa perasaanku jadi berbeda.."batin Aris.
Setelah diam sesaat dia menoleh ke arah Nyi Sari. Nyi Sari yang di tatap berjalan mendekatinya.
"Ya disini kamu memohon pada Allah, di tempat yang dekat dengan pusat masalah agar diberi petunjuk dan bantuan-Nya untuk mengatasi permasalahan ini. "
Aris mengangguk.
"Semoga masalah ini segera selesai, aku ikhlas melakukan ini demi ketentraman keluarga ini, dan untukmu sobat, "batinnya mengingat Rudi, dan Novi..duh.
Lalu Nyi Sari berbalik, meminta sebotol air mineral yang memang sudah mereka sediakan sebelum berangkat. Mulut Nyi Sari berkomat kamit entah membaca apa setelah itu dia menuangkan air sedikit demi sedikit membentuk lingkaran berdiameter sekitar 5 kali 5 m.
"Kita berdiam disini, di dalam lingkaran, agar tidak mengganggu Aris. Selain itu di dalam sini juga kita tidak dapat diganggu oleh Anna, "ujarnya.
Mereka pun berkumpul dan duduk di dalam lingkaran. Jarak lingkaran tempat mereka duduk sekitar 5 meter jauhnya dari Aris, cukup jauh agar tidak mengganggu, tapi cukup dekat bila diperlukan untuk membantu. Nyi Sari berada di tempat terdepan bersila sambil memejamkan mata menghadap ke sungai.
Doni gelisah, karena tubuh gemuknya (walau dia tidak pernah mengakuinya) membuat kakinya kesulitan dan segera kesemutan setelah beberapa menit bersila.
"Aku.. tidak bisakah aku membantu melakukan sesuatu? "Ujarnya pelan, paling tidak tidak harus lama-lama bersila seperti ini.
"Kamu dapat membantu.. dengan diam disini, jangan berisik, "jawab Nyi Sari.
Doni merengut dan kembali bersila. Kali ini dia menaikkan kaki kanan yang kesemutan ke atas kaki kiri.
Anita yang berada di sebelahnya menahan tawa lalu menyikut lengan Doni.
Satu menit, dua menit, tidak ada yang terjadi. Hingga sekitar setengah jam kemudian.
"Grrr.."terdengar suara geraman pelan. Semua orang kecuali Nyi Sari menoleh ke arah asal suara.
Anita terkikik lagi, parah amat ni orang batinnya, lalu menyikut kembali lengan Doni. Doni gelagapan dan tersadar dari tidurnya yang mendengkur.
Semenit, dua menit hingga setengah jam lagi belum juga terjadi apa-apa. Doni benar-benar bosan, dia selonjorkan kaki lalu mengeluarkan ponsel dan dengan santai memain-mainkannya. Anita kalau nggak segan bahwa Doni adalah cowok udah cekik leher ni anak saking gemesin tingkahnya.
Aris masih berkonsentrasi mengosongkan pikiran mengikuti pesan Nyi Sari sebelumnya.
Tak lama dia merasa dalam keadaan matanya tertutup melihat sesuatu berpendar-pendar di kejauhan. Tapi penglihatan itu masih samar.
Aris berusaha untuk tidak lagi merasakan apa yang terjadi disekitarnya, dia hanya berfokus pada cahaya berpendar berwarna putih dalam penglihatannya.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu air sungai terlihat mulai bergolak, mereka yang duduk di dalam lingkaran melihat itu, dan suasana tenang berubah jadi menegangkan.
Aris melihat benda berpendar yang semakin mendekat ke arahnya. Tapi tiba-tiba ada bayangan melintas menutupi benda tersebut. Bayangan itu mendekat dengan cepat dan berubah menjadi gambaran nyata. Dirinya melihat sesosok perempuan dengan tampilan menyeramkan yaitu perempuan yang dilihat oleh Doni sebelumya. Perempuan itu membuka mulutnya yang sangat lebar dan memamerkannya ke Aris.