
Izek jadi memikirkan perdebatannya dengan Akash, dia tidak bisa tenang tidur malam ini karena begitu gelisah.
"Apa yang mau dia lakukan?" gumam Izek gusar.
Bagaimana mungkin Akash jadi tertarik pada Grace, gadis itu memang mempunyai daya tarik tersendiri.
Karena tidak bisa memejamkan matanya juga, Izek mencoba menghubungi Lurika untuk menanyakan keadaan Grace.
"Nona sedang tidur, King," ucap Lurika.
"Kirim fotonya padaku!" perintah Izek yang ingin melihat kucing manisnya tidur.
Dan Lurika bergegas ke kamar Grace untuk memotret gadis itu kemudian mengirimnya pada Izek.
Seorang king mafia seperti Izek kini mengusap layar ponselnya ketika melihat seorang gadis tertidur. Seumur hidupnya baru kali ini Izek melakukan hal bodoh seperti itu.
Matanya menatap langit-langit kamarnya sembari memikirkan hidup Grace selanjutnya. Mempertahankan atau melepas itu semua ada di tangannya.
Keesokan harinya, Izek pergi ke tempat latihan untuk memeriksa para anak buahnya. Dia ingin melatih para bawahannya tapi ternyata saat sampai sudah ada Akash yang berada di sana.
Izek hanya memperhatikan Akash yang bertarung saat menyadari ada Izek, Akash menyudahi latihannya.
__ADS_1
"Persiapkan diri sebaik mungkin saat acara gladiator tiba!" perintah Akash yang diangguki semua anggota.
Dia kemudian berjalan melewati Izek untuk mengambil botol minumnya.
"Jadi sekarang kau bertingkah seperti ayahmu?" tegur Izek.
"Maumu apa, Iz. Aku diam salah, membantumu pun salah," sahut Akash kesal.
Izek mendekat dan merampas botol minum dari tangan Akash, dia tidak suka jika lawan bicaranya berpaling darinya.
"Aku menyelidiki tentang ledakan kemarin jika kau terbukti melakukannya, persiapkan alasan yang tepat untuk motif kenapa kau melakukan hal itu," ucap Izek seraya melempar botol minum Akash dan pergi.
Akash hanya bisa mengepalkan tangannya, dia harus mengumpulkan orang-orang yang memihak padanya atau dia semakin diasingkan.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Izek pada seorang montir yang memeriksa salah satu motor besarnya di garasi.
"Saya sudah memeriksanya dan keadaan motornya baik, King," jawabnya.
Izek mengangguk puas, dia mengambil dua helm karena ingin mengendarai motor itu.
"Aku akan pergi!" pamitnya pada Giel yang juga ada di sana.
__ADS_1
"Sendirian saja, King. Tidak butuh pengawalan?" tanya Giel.
"Tidak perlu!" Izek memakai helmnya kemudian menyalakan motor besarnya dan pergi keluar dari istana. Dia akan pergi untuk menjemput Grace.
Pada saat itu Grace tengah melukis pemandangan yang pernah ditunjukkan oleh Akash padanya.
Gadis itu berkonsentrasi sampai tidak sadar ada Izek di belakangnya.
"Dari mana kau tahu tempat yang kau gambar itu?" tegur Izek.
Grace kaget dan otomatis menoleh ke belakang, dia melihat sosok Izek dengan wajah dingin tapi tampan seperti biasanya.
"Kita bicarakan itu nanti sekarang ayo ikut aku!" Izek pun meraih tangan Grace lalu membawanya keluar rumah.
Grace bingung tapi menurut saja sampai dia melihat sebuah motor besar di depan rumah, dia pernah melihat motor seperti itu tapi belum pernah menaikinya.
"Aku ingin membawamu jalan-jalan," ucap Izek yang membuyarkan lamunan Grace.
Lelaki itu mengambil helm dan memakaikannya di kepala Grace sambil mengusapnya karena kucing manis itu terlihat lucu sekali.
Bahkan Izek sampai mengangkat tubuh kurus itu untuk naik di jok belakang motornya.
__ADS_1
Kemudian dia mencoba naik dan menyalakan motor. Awalnya kedua tangan Grace memegang bamper motor tapi setelah motor itu menyala dan berjalan, tangannya langsung melingkar ke perut Izek karena takut jatuh.
"Pegangan yang kuat!" perintah Izek sambil tersenyum tipis karena baru pertama kali ini Grace berinisiatif memeluknya duluan.