Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 41 - Melakukan Tugas


__ADS_3

Izek tahu jika ini adalah pertama kalinya bagi Grace jadi dia harus melakukannya dengan lembut dan hati-hati.


"Jangan tegang," bujuk Izek seraya mencium Grace lagi.


Bukannya tenang, Grace semakin tegang dan panik saat benda berdiri Izek menggesek di bawah sana.


Apalagi Izek berusaha untuk mendorongnya masuk.


Karena untuk pertama kalinya tentu saja Izek kesulitan saat masuk tapi dia terus berusaha memasukkan miliknya pelan-pelan.


Baru saja ujungnya yang masuk, Grace sudah mencakar punggungnya. Pasti rasanya sakit sekali untuk gadis itu jadi Izek memperdalam ciumannya supaya bisa mengalihkan rasa sakit itu.


Izek terus berusaha mendorongnya sampai dia merasakan ada sesuatu yang robek, Grace mulai menangis di sana.


Ada setetes darah yang mengalir, bukannya berhenti tapi Izek justru semakin memasukkan lebih dalam.


Sampai dia merasa jika miliknya terbenam sepenuhnya.


"Sakit?" tanya Izek seraya melepas ciuman.


Grace mengangguk dengan linangan air mata.

__ADS_1


"Sebentar lagi tidak akan sakit," ucap Izek sambil mengelap air mata Grace.


Gadis itu hanya bisa pasrah, dia tidak akan mampu melawan Izek jadi yang bisa dia lakukan sekarang menerima semuanya.


Saat Izek bergerak, Grace hanya bisa meringis dan menahan sakitnya tapi lama-kelamaan rasa sakit berubah menjadi rasa yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Izek begitu hati-hati dan merangsang semua bagian tubuhnya sampai Grace merasa ada jutaan kupu-kupu keluar dari tubuhnya. Baru pertama kali dia merasakan hal seperti itu.


Rasanya begitu menggelitik ditambah lagi Izek yang mengeluarkan semaunya di dalam.


Grace tidak tahu, yang dia tahu hanya lelah dan lemas ketika semuanya berakhir.


"Jangan pernah punya pikiran untuk pergi dariku lagi, tempatmu di sini bersamaku," ucap Izek sambil memeluk tubuh Grace, mereka masih menyatu.


Perlahan rasa kantuk melanda, Grace ingin istirahat tapi Izek tidak membiarkannya tidur.


Ranjang kembali bergoyang, Grace hanya bisa meremas seprai dan membiarkan Izek melakukan apapun yang lelaki itu mau.


Dini hari, Grace terbangun, dia sampai tidak sadar kapan dirinya tertidur. Tangan melingkar di perutnya, siapa lagi kalau bukan tangan Izek yang memeluknya begitu posesif.


Perlahan Grace menjauhkan tangan itu, dia membungkus tubuhnya yang polos dan turun dari ranjang.

__ADS_1


Grace meringis karena merasakan sakit saat berjalan, dia ke kamar mandi mandi kemudian mencari udara di balkon kamar.


Sekarang dia sudah melakukan tugasnya sebagai selir Izek, tidak ada jalan lagi selain bertahan untuk menghadapi semuanya. Dia pasti bisa membersihkan semua rumor itu.


"Grace..."


Tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya, Grace menunduk dan mendapati Akash di bawah balkon kamarnya.


"Aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu," ucap Akash.


Namun, Grace tidak menanggapi lelaki itu justru Akash mengamati penampilan Grace yang hanya berbalut selimut.


Mata Akash memicing karena menangkap banyak jejak merah di tubuh Grace. Sudah dipastikan jika gadis itu habis melayani Izek.


"Grace, apa kau tidak apa-apa?" Akash langsung bertanya seperti itu.


Grace malu jadi dia langsung masuk ke kamar lagi dan mengunci pintu balkon, dia juga menutup gordennya.


"Grace..." panggil Izek yang terbangun. "Apa yang kau lakukan?"


"Kemarilah!"

__ADS_1


Grace kembali naik ke atas ranjang dan Izek dengan cepat memeluk gadis itu.


"Tidur lagi, besok kita akan menemui orang tuaku!"


__ADS_2