Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 22 - King Modus


__ADS_3

Grace terus memejamkan matanya sambil mengeratkan pelukannya pada Izek, wajahnya menempel pada punggung lelaki itu. Dia takut akan jatuh apalagi Izek melajukan motor itu diatas rata-rata.


"Buka matamu!" perintah Izek dari balik helmnya. "Kalau kau tidak mau membuka mata, aku akan melemparmu ke jalanan!"


Izek harus mengancam Grace seperti itu supaya Grace melawan rasa takutnya sendiri.


Aku harus membuka mataku dari pada mati konyol karena di lempar oleh monster busuk ini


Perlahan Grace membuka matanya, dia melihat jalanan kota dan berbagai bangunan yang menjulang. Dia jadi terkesima dan menikmati perjalanannya.


Sampai motor Izek akhirnya parkir di sebuah restoran. Restoran itu terletak di pinggir pantai.


Dua bola mata Grace tampak berbinar melihat pantai yang baru pertama kali dilihatnya secara nyata.


"Ayo!" Izek menggandeng tangan Grace untuk masuk ke dalam restoran.


Di sana Izek memesan banyak menu makanan, sementara Grace sendiri matanya terus memandangi lautan.


"Kalau kau makan banyak, kau boleh pergi ke pantai," ucap Izek.

__ADS_1


Tentu saja hal itu membuat Grace kesenangan bukan main, senyum terus mengembang di bibir gadis itu yang membuat Izek terus memandanginya.


Dia suka Grace yang seperti itu dari pada dengan wajah tertunduk ketakutan.


Dan saat makanan datang, Grace berusaha makan banyak supaya dia boleh bermain di pantai. Dia memakan apapun dan tidak memilih-milih makanan selama ini.


Kalau dipikir-pikir semenjak menjadi seorang selir, hidup Grace berubah total. Dia bisa memakan masakan enak, tidur di kasur yang empuk dan pakaian yang cantik. Tapi, dia masih merasa kesepian akan hal itu.


Harapannya untuk berada bersama Draco juga sudah pupus sekarang dia harus menerima hidupnya di bawah kuasa Izek.


"Bagaimana kalau aku membuatnya tersedak dan batuk, apa suaranya akan kembali? Atau aku todongkan senjata ke kepalanya? Apa dia akan berteriak?" Izek bermonolog pada dirinya sendiri. Dia tidak ikut makan dan hanya memandangi Grace.


Izek tampak tidak sabar, dia sepertinya harus menunggu dan bersikap lembut supaya Grace merasa nyaman bersamanya.


Krincing! Krincing!


Lamunan Izek buyar karena mendengar Grace yang memainkan tangannya. Satu tangan Grace mengusap perut memberi pertanda kalau gadis itu sudah kenyang.


"Kau sudah selesai?" tanya Izek yang dibalas anggukan oleh Grace.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau bisa bermain di pantai sebelum kita pulang," sambung Izek.


Tanpa menunggu satu dua lagi, Grace berdiri dan langsung berlari ke arah pantai. Izek hanya memandangi gadis itu dari tempat duduknya karena memang restoran memang dekat dengan pantainya.


Grace berlari dan main air di sana, bibir gadis itu terbuka lebar karena terus tertawa tanpa suara.


Atensi Grace kemudian teralihkan oleh anak-anak yang juga bermain sambil menunggu menu yang orang tuanya pesan.


"Kakak, ayo kita main!" ajak salah satu anak itu pada Grace.


Anak itu mengajak Grace membuat istana pasir dengan keterampilan yang Grace miliki, dia membentuk sebuah istana kecil dari pasir itu.


"Ini sangat cantik," komentar anak lainnya.


Namun, tiba-tiba Grace merasakan tangannya ditarik seseorang dari belakang.


"Sepertinya sudah cukup," ucap Izek yang menyusul Grace.


Lelaki itu melihat penampilan Grace yang banyak pasir menempel di tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Kalau begini, aku jadi ingin memandikanmu lagi," ucapnya.


__ADS_2