Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 33 - Aku di sini!


__ADS_3

Izzy akhirnya menceritakan apa yang dia dengar dari Akash sebelumnya. Izzy yakin jika Ellen bisa menyelesaikan masalah itu.


Saat Izzy bercerita, Ellen tampak diam dan menyimak setiap kalimat yang keluar dari mulut putrinya itu.


Ellen memang mengetahui tradisi De Servant yang dimaksud, sama seperti cincin Yvone yang selalu turun temurun. Tapi, dia tidak menyangka jika Draco akan mempunyai selir.


Bukan itu yang membuatnya kecewa tapi karena Draco tidak bercerita padanya. Mungkin memang suaminya ingin menjaga perasaannya tapi Ellen menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.


"Setelah puluhan tahun menikah, aku baru merasakan kecewa seperti ini," komentar Ellen. Itu kalimat pertama yang keluar dari mulut ibu Izek dan Izzy tersebut.


Ellen kemudian membongkar barang-barangnya untuk mengambil mantel bulu untuk dia pakai.


"Aku ingin melihatnya," ucap Ellen setelah dirasa penampilannya cukup badass.


"Dia ada di kamarnya pasti sedang menangis," balas Izzy.


Mereka berdua akhirnya pergi ke kamar Grace untuk melihat keadaan gadis itu. Sepanjang perjalanan, para pelayan berbisik satu sama lain. Mereka pasti berpikir jika Ellen akan melabrak Grace.


"Istanaku jadi tempat bergosip sekarang," komentar Ellen tidak suka.


"Maafkan aku, aku memang tidak bisa mengurus rumah tangga istana sebaik ibu," sahut Izzy merasa bersalah.


"Ini bukan salahmu, ini terjadi karena tidak adanya kejujuran ayah dan kakakmu," ucap Ellen lagi.

__ADS_1


Ketika sampai di kamar Grace, tanpa mengetuk pintu Ellen dan Izzy masuk ke dalam kamar gadis yang saat ini tengah meringkuk di atas ranjang.


"Queen Ellen," sambut Lurika yang ada di dalam.


Ellen menatap gadis yang masih belum tahu kedatangannya itu.


"Suruh dia kemari!" perintah Ellen.


Buru-buru Lurika mencoba berbicara pada Grace dan memberitahu jika Ellen datang menemuinya.


Hati Grace semakin kacau, dia turun dari ranjang dan langsung bersimpuh di depan Ellen. Wajahnya tertunduk tanpa suara tapi badannya bergetar ketakutan.


"Aku ingin melihat wajahmu!" Ellen sedikit membungkuk dan meraih dagu gadis itu sampai kepala Grace mendongak ke arahnya.


"Berapa usianya?" tanya Ellen kemudian.


"Kata kak Izek, dia masih berumur 20 tahun," jawab Izzy.


Ellen melepas dagu gadis lemah itu lalu menatap Lurika. "Kau pasti tahu segalanya, cepat ceritakan padaku!"


Dengan cepat Lurika pun langsung bercerita karena memang dia selama ini yang bersama Grace.


"Sepuluh tahun lalu, saya diminta king Draco untuk menemani nona Grace. Saya tidak berani bertanya tapi seiring berjalannya waktu saya mengerti dari tuan Patrick kalau nona Grace adalah selir bunga. Selir yang tidak pernah disentuh, tahun demi tahun saya menemani nona Grace sampai akhirnya king Draco datang membawa king Izek dan seperti inilah sekarang," jelas Lurika singkat.

__ADS_1


"Ternyata suamiku lebih percaya dengan Patrick dari pada aku," komentar Ellen pertama kali setelah mendengar cerita singkat itu.


"Jadi, bagaimana sekarang? Permasalahan semakin rumit dan sudah jadi rumor simpang siur, aku yakin saat ini tukang gosip seperti Lady Ale sudah tahu dan dia akan menyebarkan berita ini," ucap Izzy cemas.


Ellen menghela nafasnya, dia harus berpikir sejenak karena jujur saja dia masih tidak percaya keluarganya terpecah belah karena satu gadis lemah seperti Grace.


"Pertama, bersihkan dia dulu, aku tidak bisa melihat gadis lusuh seperti itu," ucap Ellen.


Bersamaan dengan itu tiba-tiba Izek datang, lelaki itu langsung kembali saat mendengar jika Izzy marah pada kucing manisnya. Dia sudah menduga jika Ellen akan tahu bukan dari mulutnya atau ayahnya.


"Ibu..." panggil Izek.


Ellen menoleh ke arah putranya. "Oh, lihatlah! Putraku yang selalu menjunjung tinggi kredibilitas pulang karena selirnya!"


Tanpa mau membalas sindiran ibunya itu, Izek justru berjongkok untuk menghapus air mata Grace.


"Tidak apa-apa, aku akan selalu bersamamu!" Izek membawa Grace ke gendongannya. Dia ingin jadi pelindung gadis itu.


Ellen menghela nafasnya dan meminta Izzy beserta Lurika keluar.


"Kita harus bicara nanti," ucap Ellen pada putranya sebelum pergi.


Setelah pintu kamar Grace tertutup, Izek memeluk Grace supaya gadis itu tenang.

__ADS_1


"Jangan takut, aku ada di sini!" bujuk Izek yang tahu jika Grace tengah ketakutan sekarang.


__ADS_2