Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 46 - Sebuah Suara


__ADS_3

Izek kalang kabut ketika tidak mendapati Grace tidak ada di tempat semula mereka menikmati pesta kembang api.


"Grace..." teriaknya.


Namun, dia teringat kalau hanya percuma karena Grace tidak akan menyahut walaupun mendengarnya.


Izek kemudian memanggil Giel untuk membawa beberapa pengawal. Mereka harus membantunya untuk mencari Grace.


"Bukankah ada chip yang ditanam di tubuh Grace," gumam Izek. Dia pun segera melacak chip itu tapi sialnya chip di tubuh Grace tidak bisa terlacak lagi.


"Arghhh!"


Izek berteriak karena akan kesulitan mencari Grace apalagi gelang lonceng di tangan gadis itu sudah dia lepas.


Menit berganti jam tapi pencarian nihil, salah satu pengawal justru mendapati sesuatu di pondok yang biasanya digunakan untuk berpatroli.


"King Izek!" serunya.


Terdapat beberapa pakaian Grace dan juga ceceran darah.


Izek semakin panik karena pasti terjadi sesuatu dengan kucing manisnya.


"Cepat kerahkan anjing pelacak untuk mencari jejak Grace!" perintah Izek dengan lantang. Dia mengira jika Grace terluka melihat ada ceceran darah di sana.


Namun, ketika anjing pelacak dikerahkan, para anjing menuju ke dalam istana. Anjing-anjing itu berlari menuju kastil medis di mana Akash tengah mengobati lukanya. Luka pukulan dari Grace sebelumnya.

__ADS_1


Padahal baru saja Akash selesai mengobati lukanya tapi Izek langsung menghajarnya. Bahkan Izek melempar tubuh Akash sampai terbanting di lantai.


"Aku selama ini cukup bersabar padamu tapi kau bertindak kelewatan," geram Izek.


Izek menginjak kepala Akash dan menekannya dengan sekuat tenaga.


Terdengar bunyi erangan kesakitan dari Akash dan hal itu membuat Giel ketakutan, dia takut Izek akan membunuh sepupunya sendiri.


"King, lebih baik kita cari nona Grace terlebih dahulu," ucap Giel menengahi.


"Kali ini kau selamat!" Izek melepaskan Akash dan pergi mencari Grace lagi.


Sebelum itu, dia memerintahkan untuk mengurung Akash di penjara bawah tanah.


Izek kemudian mendekatkan baju Grace untuk dihendus anjing pelacak, anjing itu lalu berlari ke hutan dan mencoba mencari bau serupa.


Suara lolongan anjing membuat Grace mengadah ke atas.


Apa itu anjing hutan?


Grace masih bergelantung dan tenaganya sebentar lagi akan habis.


Sampai dia mendengar suara Izek memanggilnya.


Aku di sini! Aku di sini!

__ADS_1


Tentu tidak akan ada yang mendengarnya, dia kembali menangis. Di situasi seperti ini, Grace mengingat perjalanan hidupnya selama ini, hidupnya yang suram mulai ada secercah harapan ketika memasuki istana De Servant.


Apalagi ada Izek yang selama ini dia anggap monster tapi ternyata tidak seburuk itu, lelaki itu yang menerimanya dengan sabar. Dan memberi kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapatkan dari siapapun.


Grace sudah tahu tempatnya untuk pulang sekarang. Gadis itu berusaha keras membuka mulut dan mengeluarkan suaranya.


"A... e.... u..."


Mulai terdengar suara walaupun pelan.


"Iz...."


Grace mengatur nafasnya dan mengumpulkan sisa-sisa tenaganya.


"Izekkkkkk!"


Terdengar suara perempuan di telinga Izek, lelaki itu pun berlari ke arah sumber suara.


"Hati-hati King, tebingnya rapuh!" Giel memberi peringatan.


Izek memelankan langkahnya kemudian berusaha melihat ke bawah tebing dibantu cahaya dari senter para pengawal.


"Izek..." Grace kembali memanggil dengan suara lemah.


Pupil mata Izek melebar ketika mendapati suara itu berasal dari Grace.

__ADS_1


"Tunggu aku, jangan bergerak kucing manis!"


__ADS_2