
Grace melihat pantulan bayangannya di depan cermin. Dia merasa menjadi boneka hidup yang dimainkan oleh Izek.
Dia harus bisa mandiri setelah ini supaya bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.
"Selesai." Izek yang sebelumnya menyisir rambut gadis itu berhenti dari kegiatannya.
Lelaki itu menekan pundak Grace dan membungkuk supaya wajahnya sejajar dengan Grace. Mereka jadi bercermin bersama.
"Aku pergi, jaga dirimu!" Izek kemudian berlalu keluar dari kamar Grace dan gadis itu hanya bisa terdiam menatap punggung Izek yang semakin lama semakin hilang dibalik pintu.
Untuk sementara waktu Grace bisa bebas dari Izek, seharusnya dia senang tapi kenapa sekarang justru Grace mencemaskan lelaki itu.
"Grace..."
Suara panggilan itu membuat atensi Grace beralih ke arah balkon kamarnya.
Akash
Apa dari tadi dia ada disitu?
Beruntung Grace tadi memakai bajunya di kamar mandi jadi dia tidak perlu mencemaskan tubuh polosnya.
Akash memang menunggu sampai Izek keluar karena dia datang dengan membawa peralatan untuk mengeluarkan chip pelacak dari tubuh Grace.
__ADS_1
"Rasanya akan sedikit sakit dan akan sedikit ada luka jadi tahanlah!" Akash meminta Grace untuk mengigit sebuah kain.
Dan memang benar rasanya sakit dan Grace mati-matian menahannya. Tapi, tak butuh waktu lama untuk mengeluarkan chip itu. Mungkin Akash memang sudah biasa melakukannya jadi baginya sangat mudah.
"Aku akan memberi obat pada lukanya, luka ini akan cepat mengering nantinya," ucap Akash seraya memberi obat pada luka di lengan Grace dan menutupnya memakai perban.
Setelah selesai, Akash melepas kain yang menyumpal di mulut gadis itu.
"Kau menahannya dengan baik, makanlah ini sekarang!" Akash memberikan beberapa cokelat yang dibawanya. "Kau suka cokelat, 'kan?"
Grace menerima cokelat itu dan langsung memakannya karena ingin mengurangi rasa sakitnya.
"Sekarang kau bisa pergi kemana pun, Grace," ungkap Akash.
Akash memaksa supaya Grace mau ikut bersamanya bahkan lelaki itu sampai menggendong Grace untuk pergi dari kamarnya dengan menuruni balkon.
...***...
Draco menemui Izek di ruangan pribadi putranya karena ingin membicarakan hal yang serius.
Saat Draco masuk, Izek mengerutkan keningnya.
"Apa ayah akan ikut dalam misi?" tanya Izek.
__ADS_1
"Aku akan pergi bersama dengan Etnel untuk mengusut kasus pembunuhan Profesor Lang karena racikan obatku hilang," jelas Draco.
Sepertinya Izzy sudah menceritakan hal itu.
"Kalau begitu kita harus menyelesaikan semua masalah sebelum acara gladiator tiba, aku akan mencari jejak paman Eros dan bibi Freya," ucap Izek lagi.
Draco duduk dan berhadapan dengan putranya itu dan menanyakan masalah lain. "Bagaimana dengan Grace?"
"Izzy akan menjaganya saat aku pergi," jawab Izek yang percaya pada adik perempuannya itu.
"Sepertinya adikmu itu justru memberitahu keberadaan Grace pada ibumu, aku ingin mengatakan kebenaran pada Ellen," ucap Draco.
Namun, Izek tidak setuju dengan ayahnya itu.
"Asal usul Grace hanya kita dan segelintir orang saja yang tahu jadi aku mau menutupnya rapat-rapat dan menguburnya," ucap Izek yang tidak ingin ada yang tahu masa lalu Grace.
Draco menaikkan alisnya sambil terkekeh. "Jadi kau mulai menyukainya? Kau tahu itu tidak mudah baginya, bukan?"
Izek tidak mau menjawab sepertinya dia masih gengsi untuk mengakuinya.
"Aku harap kau konsisten pada perasaanmu itu," ucap Draco memberi pesan sebelum pergi.
_
__ADS_1
Bab2 berikutnya akan buat darah tinggi ya ges🤭