
"Kau memang tidak bisa bicara tapi kau bisa menggunakan daya ingatmu, bukan?" tanya Ellen dengan nada menyindir.
Semakin diprovokasi, Grace semakin gusar. Dia merebut buku dan pulpen dari tangan Ellen untuk mencatat bahan makanan yang ada di gudang.
"Ini hal kecil jadi lakukan dengan baik!" perintah Ellen.
Ellen tahu tidak akan ada jawaban jadi dia hanya akan menunggu hasil dari Grace nantinya.
Sementara Grace berusaha melakukan tugasnya dengan baik. Kemarin dia harus menggambar sampai 50 sketsa sekarang harus mencatat semua bahan makanan di gudang.
Di saat Grace melakukan pekerjaannya, seperti biasa para pelayan yang tidak suka akan menyindir apa yang Grace lakukan.
Akhirnya gadis itu tidak tahan juga, hari itu dia melakukan perlawanan dengan menjambak rambut salah satu pelayan. Mereka harus diberi pelajaran.
Terjadi perkelahian di gudang sampai badan Grace terdorong dan lengannya terluka.
"Ayo kita pergi, pasti dia akan mengadu pada king Izek!"
"Apa yang bisa dia lakukan selain mengadu!"
Grace mengatur nafasnya, rahangnya mengatup rapat. Alih-alih keluar dari gudang makanan, Grace tetap melanjutkan pekerjaannya.
Gadis itu harus menyelesaikannya atau Ellen bertambah merendahkannya. Dia tidak peduli dengan lengannya yang terluka dan mengeluarkan darah.
Selesai melakukan pekerjaannya, Grace mencari Ellen untuk memberikan hasil pekerjaannya.
__ADS_1
Di belakang Grace, Ellen dan Draco tengah meminimalisir mengenai rumor yang beredar.
Bahkan Izek juga harus menjelaskan dengan para sekutunya untuk menyelamatkan namanya dan Akash.
Bagaimana pun sikap Akash, lelaki itu tetap keluarga bagi Izek.
"Aku akan memperkenalkan calon Queen saat acara gladiator nanti jadi aku harap rumor itu tidak menghalangi kalian semua untuk hadir," ucap Izek yang melakukan pertemuan darurat hari itu.
Para sekutu yang memang berada dipihak Izek tidak terlalu mempermasalahkan urusan pribadi istana, yang terpenting bagi mereka adalah urusan itu tidak menghalangi bisnis mereka.
Mungkin hanya perlu mengatur dan menertibkan pelayan istana ditambah membungkam biang gosip seperti Lady Ale.
Ellen akan membawa Grace menemui para lady supaya dia bisa menghadapi mereka nantinya.
Grace langsung menunduk dan undur diri karena ingin mengobati lukanya, dia tidak mau Ellen tahu tentang insiden di gudang.
Mengerti dengan maksud Grace itu, Ellen mempersilahkan gadis itu pergi. Dia tentu tahu mengenai insiden di gudang tapi Ellen berpura-pura tidak tahu karena ingin melihat bagaimana cara Grace menanganinya.
Saat berjalan ke arah kamarnya, tiba-tiba tangan Grace ditarik seseorang untuk bersembunyi.
Akash?
Grace ingin menjauh tapi lelaki itu justru memeluknya.
"Aku merindukanmu, Grace. Kau melupakan aku setelah menghabiskan waktumu bersama Izek," ucap Akash.
__ADS_1
Perlakuan Akash ini benar-benar keterlaluan, dia sudah cukup kewalahan karena masalah sebelumnya, dia tidak mau menambahnya lagi.
PLAK!
Grace menampar pipi Akash di sana.
Jangan temui aku lagi!
"Kau sudah melupakan impianmu melihat dunia?"
"Ayolah Grace, terima pangeran yang menyelamatkanmu!"
"Kau akan bebas!"
Akash terus menggoda dengan kelemahan Grace itu. Namun, Grace memang sudah berubah.
Aku memilih terus bersama monster karena monster itu melindungiku dari orang-orang jahat
Aku memilih berlindung di belakang punggungnya
"Grace..." panggil Akash karena gadis itu berlari setelah mengucapkan bahasa isyaratnya itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu lari dariku!"
Akash geram, dia akan mengikat Grace supaya selalu berada di sisinya.
__ADS_1