
Izek memandangi Grace yang tertidur setelah kelelahan menangis. Dia menarik selimut supaya tubuh gadis itu tertutup menyisakan kepalanya saja.
Sebelum keluar kamar, Izek mengusap sisa-sisa air mata yang tersisa di wajah gadis itu.
"King..." Lurika langsung bersimpuh di depan Izek saat lelaki itu keluar dari kamar Grace.
"Ini semua salah saya," ucap Lurika yang menyalahkan dirinya sendiri.
"Berdirilah! Sekarang jaga Grace, jangan sampai Akash menemuinya lagi!" Izek berkata sambil berlalu pergi. Dia ingin mencari sepupunya itu.
Sementara Akash sendiri saat ini tengah berjalan menuju ruangan dewan karena di sana ada mata-mata Etnel yang mengetahui informasi mengenai Grace.
Di ruang dewan ada Ruzel, Etnel dan Izzy yang serius tengah membicarakan misi di luar sebelumnya sampai mereka membahas masalah Grace akhirnya.
"Dan Grace?"
Etnel membuka file yang dia dapatkan dari salah satu orang yang tinggal di tempat Grace sebelumnya.
"Ini potret-potret saat Grace masih kecil, dia didiskriminasi oleh lingkungannya karena dia lahir tanpa sosok ayah,"
"Ibunya adalah korban pemerkosaan, menurut rumor ibu Grace diperkosa secara bergilir tapi orang ini meyakini bahwa hanya satu orang yang memperkosanya,"
__ADS_1
Izzy melihat potret Grace dan ibunya memang sangat menyedihkan.
"Ibunya mungkin seperti Grace yang mengalami trauma dan takut pada semua hal saat dia bicara," tambah Etnel.
"Siapa yang diduga memperkosa ibu Grace?" tanya Izzy.
"Masih tidak pasti tapi Grace pasti tahu siapa oleh karena itu gadis itu disiksa dan ingin dibunuh sampai bertemu dengan king Draco," jelas Etnel.
Tanpa diduga tiba-tiba Akash masuk ke ruangan dewan itu.
Ruzel langsung menghadang langkah kaki Akash. "Jangan mencoba menjadi pahlawan kesiangan!"
"Aku tidak akan membiarkanmu melangkah sekali lagi, aku selama ini menghargaimu karena orang tuamu!" Ruzel memberi peringatan keras.
Akash tersenyum smirk. "Sepertinya kau yang menjadi pahlawan kesiangan. Bagaimana reaksi king Draco jika tahu kalau kau menusuknya dari belakang?"
"Apa maksudnya?" Etnel bertanya seraya melihat Ruzel. "Kau mengkhianati king Draco?"
"Tidak mungkin justru dia yang ingin menggulingkan king Izek!" Ruzel membalik keadaan karena dia tahu jika Akash ingin mengorek informasi mengenai Grace dan memanfaatkan posisi gadis itu.
Akash memicingkan matanya, dia merasa sendirian karena semua membela Izek.
__ADS_1
"Izek... Izek..." Akash geram sendiri. "Kenapa selalu Izek!"
Bersamaan dengan itu Draco dan Ellen datang menemui keponakannya itu. Bukannya takut dan segan pada mantan King dan Queen itu, Akash terlihat biasa saja.
"Ruzel, Etnel dan Izzy, kalian pergi dan selesaikan misi di luar biar di istana menjadi tanggung jawabku!" Draco memberi perintah.
Urusan ini tidak boleh ada yang banyak ikut campur.
Akhirnya tertinggal Akash yang disidang oleh Ellen dan Draco.
"Apa yang sebenarnya ada di kepalamu sekarang?" tanya Ellen mulai bicara pada keponakannya itu.
Akash enggan menjawab, lelaki itu tidak mau menatap Ellen maupun Draco.
"Bahkan di saat seperti ini bibi masih membela paman," ucap Akash kemudian.
Dia yang sebelumnya ingin membuat Ellen marah hebat karena merasa dibohongi oleh suami dan anaknya, tidak menyangka jika mereka saat ini justru bersatu menyidangnya.
"Jadi, maumu bagaimana, hem?" Ellen bertanya lagi karena tidak bisa menebak jalan pikiran Akash.
"Jadikan aku king De Servant maka semua akan selesai!" pinta Akash.
__ADS_1