
"Giel, apa yang biasa pasangan lakukan saat berkencan?"
Tiba-tiba Izek bertanya seperti itu saat perjalanan kembali ke istana.
Izek ingin memberikan sesuatu yang belum pernah Akash tunjukkan pada Grace. Dia akan memberi perhatian lebih dan berusaha tidak menghindar lagi dari gadis itu.
"Banyak, King," jawab Giel sambil mencarikan referensi kencan melalui ponselnya kemudian dia kirimkan pada Izek.
Dengan serius Izek membaca satu persatu referensi itu sampai lelaki itu memutuskan kembang api sebagai pilihannya.
"Persiapkan pesta kembang api di seluruh istana dan kota De Servant!" perintah Izek.
"Aku ingin malam ini juga!"
Giel langsung gelagapan karena perintah mendadak itu.
Jadi, saat mereka sampai. Giel mempersiapkan semuanya dengan buru-buru. Dia meminta bantuan beberapa pengawal.
Sementara Izek sendiri ingin menemui Grace karena gadis itu harus bersiap untuk kejutan yang dia berikan nanti malam.
Namun, saat masuk ke kamar gadis itu, dia mendapati Lurika yang membantu mengobati luka di lengan Grace.
"Apa yang terjadi?" tanya Izek gusar.
"Ada insiden di gudang, King," jawab Lurika. Dia harus merahasiakan kejadian sebenarnya karena Grace yang memintanya.
__ADS_1
"Keluarlah! Biar aku yang membantunya," ucap Izek kemudian.
Setelah Lurika pergi, Izek duduk di samping Grace dan mengambil alih pekerjaan pelayan itu.
Izek memang sudah banyak berubah, lelaki itu lebih sabar dari pada dulu.
"Kenapa kau selalu tidak hati-hati, hem? Kau tidak bisa terus menyakiti dirimu sendiri seperti ini," ucap Izek disela pengobatan.
Hening, tidak ada suara. Dan Izek hanya bisa menghela nafasnya.
Setelah selesai mengobati, Izek tersenyum pada Grace yang terus memperhatikannya.
"Apa yang kau pikirkan tentangku sekarang?" tanya Izek.
Meskipun tahu tidak akan ada jawaban dari gadis itu, Izek terus bertanya.
Dia ingin pergi tapi bajunya ditarik oleh Grace.
"Ada apa?" tanya Izek.
Sebuah usapan dada dilakukan oleh Grace yang membuat Izek tak kuasa mencium kucing manisnya itu.
"Katakan sendiri dengan mulut ini," ucap Izek setelah melepas ciumannya.
...***...
__ADS_1
Malam harinya, Grace bersiap menggunakan baju yang tebal untuk pergi bersama Izek karena udara memang dingin memasuki musim dingin yang sebentar lagi tiba.
Izek membawa Grace ke sebuah bukit yang letaknya ada di hutan. Ada akses jalan dan lampu di sepanjang jalan itu jadi keadaan tidak terlalu gelap.
"Kita duduk di sana!" Izek menunjuk sebuah bangku yang ada di sana.
Bangku itu memang sudah ada sebelumnya jadi Izek hanya menentukan tempat yang cocok saja untuk melihat kembang api.
Grace duduk dengan bingung karena dibawa ke tempat seperti itu.
"Aku ingin menunjukkan sesuatu," ucap Izek seraya menutu mata Grace dengan kedua tangannya.
Dan beberapa detik kemudian terdengar seperti peluit panjang, Izek melepaskan tangannya bersamaan dengan kembang api yang meledak di langit malam.
Bukan hanya satu tapi semua langit di wilayah De Servant dihiasi oleh kembang api.
Jadi, semua menikmati pesta kembang api itu sekaligus mematahkan rumor yang beredar.
Mata Grace tidak berkedip melihat keindahan langit malam itu. Kemudian gadis itu meletakkan kedua tangannya di dada seperti membuat permohonan.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Izek yang tidak mengerti.
Grace membuka matanya dan menatap Izek, dia menggerakkan tangannya mencoba berbicara pada lelaki itu.
"Aku tidak mengerti, Grace," tanggap Izek.
__ADS_1
Sampai akhirnya Grace meraih tangan Izek untuk dia letakkan di dadanya.
"Apa Grace minta diremas buah dadanya?" batin Izek.