Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 48 - Kelelahan


__ADS_3

Izek membawa Grace untuk berendam bersama di dalam bathub. Gadis itu masih malu-malu untuk mengeluarkan suaranya lagi.


Dan Izek tidak sabar mendengar suara gadis itu. Jadi, dengan nakal Izek mulai meraba tubuh Grace yang membelakanginya saat ini.


"Apa kau memukul Akash malam itu?" tanya Izek sambil meraba.


Grace menganggukkan kepalanya.


"Bagus! Apa sekarang kau masih takut?" tanya Izek lagi.


Jujur saja Grace masih sangat takut tapi jika bersama Izek, dia tidak akan pernah takut lagi. Dia percaya Izek akan melindunginya.


"A... aku..." Grace mulai membuka suaranya. "Tidak mau bertemu dengan Akash lagi!"


Suara Grace masih terdengar asing di telinga Izek, suara gadis itu memang mempunyai ciri khas tersendiri karena terdengar seperti serak-serak basah.


"Aku akan mengurus itu," sahut Izek.


Kali ini Izek mengecup bahu Grace yang membuat tubuh gadis itu gemetar karena geli.


"Sekarang berbaliklah!" pintanya.


Dengan ragu Grace membalik badan sampai berhadapan dengan Izek.


"Izek..." panggil Grace memberanikan diri.


"Hem?" Izek tersenyum tipis karena Grace yang memanggil namanya.

__ADS_1


Sebenarnya dia merasa tidak sopan harus berbicara dalam keadaan telanjang seperti ini tapi Grace mencoba membuang rasa malunya.


"Te... terima kasih," ucap Grace lirih.


Izek mengelus mulut Grace dengan ibunya jarinya. "Akhirnya kau mengatakan itu dengan mulutmu sendiri tapi..."


"Aku lebih suka dengan caramu sebelumnya."


Dengan polosnya Grace mengelus dadanya yang tanpa penghalang itu.


"Seperti ini?" tanya Grace.


"Damn!" Izek mengumpat karena usapan dada itu.


Tidak bisa menahan diri lagi, Izek langsung mencium Grace tanpa peringatan.


"Sekarang apapun yang kau lakukan, apapun yang kau rasakan dan apapun yang kau inginkan, kau harus katakan padaku!" perintah Izek saat melepas ciumannya.


"Baik," jawab Grace patuh.


Izek kemudian menaikkan Grace ke atas perutnya sambil menyender di dinding bathub.


"Aku tahu, kau baru sembuh Grace. Tapi aku sangat ingin memasukimu, apa kau bersedia?" tanya Izek.


Tentu saja Grace langsung malu karena mengerti akan maksud Izek itu. Dia akan merasakan permainan penyatuan raga itu.


"Maksudnya main maju mundur?" tanya Grace seraya menutup wajahnya.

__ADS_1


"Ya, tapi sekarang sedikit berbeda. Karena kau harus naik turun," jawab Izek.


"Naik turun?" Grace tidak mengerti.


Untuk membuat Grace mengerti Izek harus menyusu dulu dan memberi rangsangan pada tubuh mungil itu.


Setelah dirasa cukup, Izek mengangkat tubuh Grace lalu memasuki gadis itu sampai Grace berteriak kecil di sana.


Sekarang Izek bisa mendengar suara desahaan kucing manisnya.


"Berteriaklah dan sebut namaku!" pinta Izek.


Lelaki itu menuntut Grace untuk bergerak naik turun dan menyebut namanya.


Di kamar mandi itu terjadi pergulatan yang panas.


Apalagi Izek terus memasuki Grace sampai membuat gadis itu kewalahan.


"Iz..." Grace memegang pinggiran bathub dengan bingung karena Izek membalik badannya dan memintanya untuk menungging.


"Siap-siap, Grace!"


Sedetik kemudian, Grace kembali merasakan Izek yang memasukinya dari belakang. Rasanya sungguh penuh, tubuh mengilnya harus dipaksa menerima benda yang besarnya di atas rata-rata itu.


"King..." keluh Grace karena merasa tenaganya sudah habis.


"Sekali lagi, Grace. Kau harus menahannya sedikit lagi." Izek kembali bergerak dan Grace harus menerima setiap hentakan yang lelaki itu berikan.

__ADS_1


Setelah selesai barulah Izek benar-benar memandikan Grace kemudian membawa kucing manis yang kelelahan itu untuk istirahat di ranjangnya.


__ADS_2