
Akash membawa Grace ke hutan untuk menunjukkan sesuatu dan dia yakin jika Grace akan menyukainya.
Lelaki itu masih menggendong Grace di punggungnya. Saat melihat batu besar, Akash menurunkan Grace di sana.
"Duduk di sini," ucap Akash.
Kemudian Akash juga duduk di samping gadis itu.
"Tunggu! Sebentar lagi mereka pasti akan datang," ucap Akash lagi.
Dan tak lama ada segerombolan kupu-kupu berwarna biru terbang memenuhi hutan.
Mata Grace berbinar melihat kupu-kupu itu.
"Ini kupu-kupu musim dingin, mereka bermigrasi setahun sekali," jelas seraya memainkan satu kupu-kupu yang hinggap di tangannya.
Grace jadi melihat kupu-kupu yang di tangan Akash, dia tidak berani memegangnya.
"Grace, bisakah kau melukisku seperti ini?" tanya Akash.
Aku tidak yakin karena aku tidak pernah melukis visual
"Kalau begitu belajarlah, kau tahu lukisan visual lebih populer dan memiliki nilai jual tinggi," jelas Akash.
__ADS_1
Benarkah?
Grace yang selama ini tidak tahu apa-apa pasti jadi tertarik apalagi kalau tujuannya kabur dari Izek, dia bisa bertahan dari hidup dari menjual lukisannya.
"Mau mencoba?" tanya Akash.
Grace mengangguk setuju, dia akan menjadikan Akash model pertamanya.
"Kalau begitu, ayo kita kembali ke istana!" ajak Akash. Kali ini dia menggandeng tangan Grace.
Mereka berdua tidak lagi sembunyi-sembunyi, mereka melewati jalan utama istana.
Dan tentu hal itu dilihat oleh penghuni istana, Grace yang tidak mengerti, belum menyadari akan tindakannya itu dampaknya seperti apa.
Akash tahu tentang kesukaan Grace jadi sangat mudah mengendalikan gadis itu.
Terbukti saat sampai di perpustakaan, Grace lebih fokus pada buku-buku dari pada hal lain.
Beberapa menit berlalu, Abby mendatangi mereka karena Izzy mencari keberadaan Grace.
Akash berdecak karena Izzy mengganggu kesenangannya. Dia teringat jika Izzy akan membantu ibunya untuk mempersiapkan acara fashion week di kota.
...***...
__ADS_1
Keesokan harinya
"Kau harus makan yang banyak karena kita harus melatih fisikmu supaya kuat, kau juga akan melakukan perawatan sesuai perintah kak Izek," ucap Izzy pada Grace.
Saat ini mereka berada di meja makan dan tengah menyantap makan siang.
Grace mengangguk mengerti sampai Akash bergabung bersama mereka.
"Serahkan Grace padaku, aku akan mengajarinya banyak hal," ucap Akash tiba-tiba.
"Tidak bisa, kak Izek bisa marah karena dia mempercayakan Grace padaku," tolak Izzy.
"Kau akan sibuk Izzy, bukankah urusanmu masih banyak dan ibumu mengadakan fashion week, tentu kau harus datang," ucap Akash lagi.
"Aku akan membawa Grace bersamaku!" Izzy masih berusaha menolak.
"Kau yakin? Apa Grace mau?" tanya Akash yang sangat yakin jika Grace tidak mau bertemu dengan Ellen.
Izzy pun bertanya pada Grace dan gadis itu memang menggelengkan kepalanya. Izzy tidak bisa memaksa Grace.
Dan sepertinya memang Grace lebih nyaman bersama Akash.
"Kalau begitu aku titip karena aku harus membantu ibuku dan aku harus mengecek persediaan kain toso karena waktunya seragam pelayan diganti. Aku juga harus memilih bahan-bahan makanan untuk stok gudang. Ditambah aku harus memeriksa penginapan untuk menampung tamu nanti jadi aku akan banyak di kota," jelas Izzy panjang lebar.
__ADS_1
"Tenang saja, Grace aman bersamaku," sahut Akash dengan senyum lebar seolah mempunyai maksud tersembunyi.