Selir Kesayangan King Mafia

Selir Kesayangan King Mafia
SKKM BAB 36 - Akan Berakhir


__ADS_3

Mendengar permintaan Akash membuat Ellen dan Draco saling pandang satu sama lain. Keduanya menghela nafas bersama karena keponakan mereka yang menginginkan tahta.


"Kau yakin?" tanya Draco kemudian.


"Tentu saja aku yakin," jawab Akash bersungguh-sungguh.


Draco menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku penuhi permintaanmu! Tapi, ada syaratnya..."


"Apapun itu, aku akan lakukan," ucap Akash percaya diri.


"Kalahkan Izek di pertandingan gladiator nanti, tunjukkan pada semuanya kalau kau bisa mengambil bunga kemenangan." Draco memberikan persyaratannya.


Akash terkekeh mendengar persyaratan yang baginya sangatlah mudah. "Hanya itu? Aku pasti bisa mengalahkan Izek!"


"Tidak hanya itu, kau ingin menjadi king bukan? Maka buang jauh-jauh pikiran untuk memberontak," tambah Draco.


Tentu Akash mengerti akan maksud pamannya itu, pasti Draco sudah mencium bau-bau pembelotan.


"Baiklah," ucap Akash menyanggupi.


Pada saat itu, Izek ingin ikut bergabung tapi lelaki itu mengurungkan niatnya. Dia ingin berbicara empat mata pada Akash karena ini urusan mereka berdua.

__ADS_1


"Suruh dia mendatangiku ke ruang latihan," ucap Izek pada Giel yang selalu mengikutinya.


"Baik, King." Giel menunggu sampai Akash keluar dari ruangan dewan itu.


Beberapa menit berlalu, Ellen dan Draco yang keluar duluan. Walaupun mereka belum berdamai tapi mereka mengesampingkan urusan itu supaya keadaan kembali kondusif bukannya memanas.


Tak lama setelah sepasang suami istri itu keluar, giliran Akash yang menampakkan diri.


"Tuan Muda Akash, anda ditunggu king Izek di ruang latihan," ucap Giel di sana.


Akash tidak menjawab, dia hanya menatap asisten Izek itu. Dia justru ingin menemui Grace karena Akash ingin melihat keadaan gadis itu.


"Katakan pada Izek, aku sedikit terlambat," balasnya kemudian.


"Maaf Tuan Muda, anda tidak boleh kemari," ucap salah satu penjaga.


"Jangan mencegahku!" Akash kemudian menghajar para penjaga supaya dia bisa masuk ke kamar Grace.


Dengan paksa Akash membuka pintu dan masuk, sikap arogan dan keras kepala lelaki itu lebih mendominasi sekarang.


Saat Akash masuk, dia melihat Grace yang masih tertidur dengan sesekali sesegukan karena terlalu banyak menangis.

__ADS_1


"Maafkan aku, Grace," ucap Akash yang sadar sepenuhnya jika itu adalah salahnya.


Akash membelai wajah Grace lalu mengecup kening gadis itu. Awalnya memang Akash hanya ingin menggunakan kepolosan Grace tapi dia sudah terbawa suasana. Sekarang dia mulai terobsesi untuk merebut semua yang dimiliki Izek, apapun itu harus menjadi miliknya.


Karena merasakan sentuhan, Grace membuka matanya yang sudah bengkak. Bukan Izek yang gadis itu lihat melainkan Akash.


Mata Grace kembali berkaca-kaca, semua orang kini akan semakin mengira jika dia menggoda lelaki itu.


Pergilah!


Grace berusaha mengusir Akash dan dia berusaha menjauh.


"Tidak apa-apa, Grace. Aku hanya ingin melihatmu, kau tidak perlu takut," bujuk Akash.


Namun, tidak seperti biasanya, Grace tetap menolak kehadiran lelaki itu.


"Baiklah, aku akan pergi. Aku hanya ingin bilang kalau aku akan memberi bunga kemenangan," ucap Akash sebelum pergi.


Grace sudah tidak mau tahu lagi, gadis itu tidak mau melihat Akash. Bahkan saat lelaki itu sudah keluar dari kamarnya, Grace dalam posisi yang sama.


Gadis itu mulai gelisah dan bingung, dia beranjak dari kasur kemudian mengambil cutter yang ada di dalam nakas. Dia berniat mengakhiri hidupnya.

__ADS_1


Cutter sudah ada di pergelangan tangan Grace, gadis itu memejamkan matanya.


Dengan begini, semua akan berakhir!


__ADS_2