
Izzy membantu Ellen mempersiapkan acara fashion week yang dilaksanakan ibunya bahkan gadis itu menjadi salah satu modelnya.
Acara itu dilakukan di tengah kota dan terbuka untuk umum.
"Kenapa tidak membawa tunangan kakakmu," tegur Ellen.
"Siapa tahu dia bisa jadi salah satu model juga," sambungnya.
"Dia tidak mungkin bisa, Bu. Badannya itu kurus dan lemah, dia juga gampang takut akan sesuatu, yang bisa dia lakukan hanya menganggukkan kepala," ucap Izzy yang mendiskripsikan Grace dari kaca matanya.
Ellen mengerutkan keningnya, kalau memang kata-kata Izzy itu benar, memang Grace bukanlah tipe Izek.
"Aku jadi semakin penasaran," ungkap Ellen.
"Setelah acara fashion week ini kan acara gladiator jadi ibu harus menginap ke istana supaya bisa mengawasi calon menantu ibu," ucap Izzy.
"Aku bukan seorang mertua yang akan jahat pada menantunya," sahut Ellen.
Izzy berdiri kemudian mendekati Ellen yang sibuk memasang hiasan baju pakai pakaian yang ada di manekin.
"Ini hasil pengamatanku, sepertinya Akash menyukai tunangan kak Izek," ucap Izzy. Dia memang berencana memberitahukan semua pada Ellen.
"Hubungan kak Izek dan Akash juga memburuk, buktinya kak Izek tidak melibatkan Akash dalam misi apapun," tambahnya.
__ADS_1
Ellen menghentikan pekerjaannya sejenak, sepertinya keadaan di istana tidak baik-baik saja.
"Ibu pasti semakin penasaran kan? Tenang saja, Etnel akan mencari informasi mengenai tunangan kak Izek itu," ucap Izzy yang menyebutkan nama calon suaminya.
Membuang semua masalah, Ellen tidak mau terprovokasi. Dia harus segera menyelesaikan pekerjaannya dan mencari tahu.
"Ayahmu tidak ada, kau akan menginap, 'kan?" tanya Ellen mengalihkan pembicaraan.
"Iya dari pada bolak balik," jawab Izzy.
Izzy pun memisahkan diri untuk bergabung dengan model ibunya yang lain. Mereka akan latihan berjalan di atas catwalk untuk memamerkan koleksi baju musim dingin De Servant.
Sebenarnya setelah ini Ellen akan disibukkan dengan jumlah pesanan yang pasti akan bertambah. Tapi, dia akan membantu Izzy untuk mengurus kekacauan yang ada di istana.
...***...
Suasana istana De Servant sekarang menjadi sepi karena Izek dan tim inti tidak ada. Akash lebih leluasa untuk berdekatan dengan Grace.
Saat ini mereka berada di perpustakaan, Grace siap melukis Akash. Gadis itu tengah mempersiapkan peralatan lukisnya tapi Akash tiba-tiba membuka baju atasnya.
Refleks Grace membalik badannya karena malu.
"Lukisannya akan bernilai kalau visualnya tidak memakai baju," ucap Akash seraya memperlihatkan Grace beberapa potret lukisan yang terkenal.
__ADS_1
"Jadi, kau harus menggambar sebaik mungkin," tambahnya.
Grace sebenarnya ragu tapi Akash terus memaksanya. Mau tidak mau, Grace mencoba menggambar Akash yang bertelanjang dada.
Akash duduk dan Grace melukisnya dengan posisi miring.
Beberapa jam Akash tidak bersuara karena tidak mau mengganggu Grace yang tengah berkonsentrasi.
"Apa sudah selesai?" tanya Akash saat melihat Grace mengelap tangannya.
Grace merasa tidak yakin dengan lukisannya jadi dia tidak berani berkomentar.
"Oh Grace... jadi seperti ini kau melihatku!" Akash merasa terharu dengan hasil gambar Grace.
Akash memegang tangan Grace dan mengecup telapak tangan gadis itu.
Klontang!
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh yang berasal dari sapu pelayan yang membersihkan perpustakaan.
"Maafkan saya," ucap pelayan itu buru-buru pergi.
Bukannya khawatir, Akash tersenyum smirk.
__ADS_1
"Ayo aku antar ke kamarmu, Grace!" ajak Akash yang seolah tidak terjadi apa-apa.