
Sesuai dengan yang Izzy rencanakan sebelumnya, dia akan mengurus Grace terlebih dahulu. Dia akan menunggu Etnel sampai memberitahu informasi mengenai gadis itu.
Pasti ada sesuatu yang terjadi antara Izek dan Grace.
Izzy membuat jadwal untuk Grace, gadis itu harus belajar sedikit demi sedikit tentang seluk beluk De Servant yang harus dikuasai.
"Nona Grace dan tuan muda Akash menghabiskan waktu di perpustakaan," lapor Abby.
Mereka sudah jadi bahan pergunjingan di seluruh istana De Servant.
Walaupun gusar, Izzy harus lebih bersabar menghadapi Grace.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Izzy.
"Sepertinya tuan muda Akash mengajari nona Grace membaca dan menulis," jawab Abby.
"Ternyata Akash mengajari akademik kalau begitu urusan non akademik, serahkan padaku!" Izzy akan melatih Grace dengan keras supaya gadis itu tidak cengeng lagi. "Apa makannya banyak? beri dia kalori yang tinggi karena jika mengikuti kelasku, dia akan membutuhkan banyak energi!"
Keesokan harinya, Izzy melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Grace dan Akash yang tampak semakin akrab.
Saat ini mereka bertiga berada di meja makan yang sama untuk sarapan.
"Cobalah ini, Grace!" Akash memotong dagingnya dan menyuapi gadis itu.
Dan Grace dengan suka rela membuka mulutnya untuk menerima suapan dari Akash.
"Enak?" tanya Akash seraya mengusap bibir Grace yang terdapat saos.
Grace menganggukkan kepalanya dan tersenyum di depan Akash, senyum yang jarang diperliihatkan pada Izek atau pun dirinya.
"Ehem!" Izzy berdehem sambil memotong dagingnya. "Kalian tahu, kedekatan kalian itu bisa menyebabkan rumor buruk tentang kakakku!"
"Kak Izek baru duduk di kursi King jadi aku harap kalian bisa menjaga nama baiknya!"
Akash tersenyum sinis mendengar pernyataan Izzy itu, dia kemudian menjawab. "Kalau begitu ganti saja King nya!"
"Sekarang aku tahu kenapa kakakku tidak mengajak atau memberimu misi apapun. Karena kau hanya sibuk untuk merebut apa yang dimiliki kakakku," balas Izzy tak kalah sinis.
__ADS_1
Suasana di meja makan itu mendadak jadi panas. Sampai Izzy melempar pisaunya karena sudah tidak bernafsu makan lagi.
Izzy berdiri dan berjalan ke arah Grace yang wajahnya tertunduk.
"Selesaikan makanmu dan cepat ikut aku!" perintah Izzy kemudian.
Gadis itu berlalu meninggalkan meja makan dan berjalan ke gudang makanan terlebih dahulu. Di sana Izzy mengamati truk yang menurunkan stok makanan yang telah dia pesan sebelumnya.
"Bagaimana dengan seragam para pelayan?" tanya Izzy pada Abby yang ikut bersamanya.
"Hari ini mungkin dikirim, Nona," jawab Abby.
"Ibuku akan membantuku selama acara gladiator nanti, kita harus menyiapkan musim dingin juga," ucap Izzy seraya menghela nafasnya panjang.
"Di saat kita sibuk dan meminimalisir bahaya tapi Akash justru sibuk mendekati tunangan kakakku!"
Izzy masih kesal dengan sepupunya itu dan yang menjengkelkan Akash melakukannya secara sadar.
"Padahal kak Izek tengah menyelidiki hilangnya paman Eros dan bibi Freya. Pasti Akash belum tahu kabar mengenai kabar orang tuanya itu," gerutu Izzy.
"Sepertinya sulit Nona karena sebagian penghuni istana sudah melihat mereka sering bersama bahkan tuan muda Akash membawa nona Grace ke hutan dan mereka melukis di sana," jelas Abby.
"Melukis hutan?" tanya Izzy.
"Saya tidak yakin tapi sepertinya tuan muda Akash juga mengajari nona Grace melukis visual," jawab Abby ambigu.
"Visual seperti apa?" Izzy jadi penasaran.
Dia pun nekat pergi ke kamar Grace untuk mengecek lukisan gadis itu. Dia harus tahu semuanya dan bisa melaporkan pada Izek.
Saat sampai kamar Grace, Izzy langsung meminta Lurika untuk mengambilkan semua kanvas yang telah Grace lukis.
"Untuk apa, Nona?" tanya Lurika.
"Perlihatkan saja!" perintah Izzy dengan tegas.
Karena takut Lurika memperlihatkan semua lukisan Grace dan Izzy yang melihat itu jadi membelalakkan mata karena yang dimaksud dengan visual itu adalah Akash yang bertelanjang dada.
__ADS_1
"Sekarang baru setengah badan, besok-besok bisa saja Akash bugil!" geram Izzy.
"Suruh Grace kemari!"
Izzy menunggu kedatangan Grace dengan merusak semua lukisan gadis itu. Izzy merobeknya dengan menancapkan pisau yang selalu berada di pahanya.
Ketika Grace datang, gadis itu berlari untuk menyelamatkan lukisannya tapi semua sudah hancur karena dirusak oleh Izzy.
"Kalau aku melihatmu menjatuhkan air mata di depanku, aku akan memukul tanganmu sampai tidak bisa kau gunakan untuk melukis lagi!" ancam Izzy.
Grace sekuat tenaga menahan tangisnya, matanya sudah menggenang air mata tapi gadis itu berusaha menahannya supaya tidak tumpah.
Kemudian Izzy melempar pisau yang ada di tangannya di depan Grace.
"Ambil itu dan berlatihlah memakainya!" perintah Izzy.
Dengan tangan bergetar, Grace mengambil pisau itu.
"Sekarang berdiri dan serang aku!" perintahnya lagi.
Perlahan Grace berdiri, wajahnya masih tertunduk karena takut melihat Izzy. Dia baru melihat sisi lain dari putri De Servant.
"Ayo, tunggu apa lagi!" Izzy terus memaksa Grace menyerangnya.
Tanpa teknik Grace pun maju dan mencoba menyerang tapi tangannya langsung dicekal oleh Izzy. Izzy merebut pisau dari tangan Grace kemudian dia todongkan pada leher gadis itu.
"Dasar lemah tapi berani-beraninya kau main di belakang kakakku!" geram Izzy.
"Kau menjual wajah polosmu, kau tahu itu sangat menjijikkan!"
Untuk kali ini, Grace tidak bisa membendung air matanya lagi. Grace menangis sambil sesegukan di sana.
Seketika Izzy langsung sadar, dia tidak bisa mengontrol emosinya sampai berbuat hal seperti itu pada Grace.
"Apa yang telah aku lakukan?" batinnya. Padahal hari ini dia ingin mengajak Grace berkuda tapi semua justru jadi seperti ini.
"Maafkan aku!" Izzy buru-buru pergi dari kamar Grace.
__ADS_1