
Hubungan Akash dan Grace menjadi buah bibir di seluruh penjuru istana De Servant. Semua membicarakan mereka di mana tunangan king Izek yang main belakang bersama Akash.
Sampai Izzy kembali lagi ke istana setelah acara fashion week selesai. Izzy akan mengadakan jamuan untuk para lady.
Saat Izzy bersiap-siap, dia jadi mengingat Grace dan meminta Abby untuk membawa gadis itu ke perjamuan.
"Kalau Grace tunangan kak Izek, dia juga harus ikut ke perjamuan. Dia harus bersosialisasi dengan para lady jika nanti dia menjadi Queen, koneksinya haruslah sangat luas seperti ibu," ucap Izzy.
Abby sebenarnya ragu tapi dia tetap memanggil Grace dan ikut bersiap-siap menghadiri jamuan.
Seperti biasa, Grace akan berusaha menolak dengan menggelengkan kepalanya tapi Izzy tetap memaksa. Dia bahkan meminjamkan gaun dan perhiasan untuk Grace pakai.
"Kau tidak perlu banyak bicara, kau hanya perlu tersenyum dan mengamati para lady. Aku akan memanggil guru etiket untuk mengajarimu nanti," ucap Izzy seraya merias wajah Grace yang tidak pernah memakai make up. "Kau juga harus belajar mempercantik diri di depan kak Izek!"
Grace hanya mendengarkan kata-kata dari Izzy karena hatinya ingin pergi jauh dari istana De Servant.
Beberapa menit berlalu, Grace sudah siap. Gadis mungil itu terlihat cantik sekali sampai Izzy memotret dan mengirimnya pada Izek.
"Kak Izek pasti akan segera pulang jika melihat fotomu ini," ucap Izzy.
Kemudian Izzy memperlihatkan foto dirinya dan Ellen saat acara fashion week pada Grace.
"Sayang sekali kau tidak ada di sana. Apa kau baik-baik saja dengan Akash selama aku tinggal?" tanya Izzy.
__ADS_1
Grace tidak lekas menjawab karena dia masih merasa kecil hati melihat bagaimana Ellen dan Izzy yang ada di foto. Rasanya dia tidak ada apa-apanya dibanding mereka, Grace hanyalah gadis bisu dan lemah yang dibawa oleh Izek karena keterpaksaan.
"Kau kenapa?" Izzy jadi bingung karena melihat Grace yang tiba-tiba menangis.
Grace hanya menggelengkan kepalanya dan membuat Izzy mengurungkan niatnya untuk membawa gadis itu ke perjamuan.
"Lurika!" panggil Izzy pada pelayan pribadi Grace.
Lurika yang berada dibalik pintu segera masuk ke kamar Izzy dan mendapati Grace yang menangis.
"Apa yang terjadi, Nona?" tanya Lurika.
"Bawa Grace ke kamarnya lagi!" perintah Izzy.
Izzy sudah kehabisan kesabaran dari kecil dia tidak diajari untuk menjadi perempuan lemah.
...***...
Sementara Izek yang pada saat itu mendatangi lokasi di mana Eros dan Freya terakhir kali memutuskan komunikasi, mendapat pesan dari Izzy.
Dia tidak lekas membukanya karena Izek tengah menginterogasi seseorang yang melihat kedua orang tua Akash itu.
"Sa-- saya benar-benar tidak tahu," ucap orang itu.
__ADS_1
Giel mendekati Izek dan mencoba berbicara. "Sepertinya dia memang tidak tahu, King. Tuan Eros pergi tanpa menghilangkan jejak apapun!"
"Lepaskan dia!" perintah Izek kemudian.
Paman dan bibinya benar-benar menghilang.
Malam itu, Izek bermalam di apartemen miliknya yang berada di kota karena memikirkan cara lain untuk mencari Eros dan Freya.
Pasti ada sesuatu, Izek harus tahu semuanya.
"Bukankah aku belum membuka pesan dari Izzy," ucap Izek seraya mengambil ponselnya.
Ternyata Izzy mengirim potret Grace yang di dandani adiknya.
"Kucing manisku," batinnya.
Izek tidak berhenti memikirkan Grace, sebenarnya apa yang terjadi padaku?
Bahkan hanya melihat potret Grace, hatinya langsung berdebar.
_
Seperti yang othor bilang sebelumnya bab2 selanjutnya bikin darah tinggi🙈
__ADS_1