
Hari itu stadion yang biasanya digunakan untuk acara gladiator penuh dengan lautan manusia.
Semua tidak sabar dengan jalannya acara.
Para peserta juga tidak sabar memperebutkan bunga kemenangan karena tahun ini ada dua bunga yang diperebutkan.
"Selamat datang di De Servant dan kita nikmati pertandingan tahunan ini dengan suka cita," ucap Draco.
Tepuk tangan riuh memenuhi stadion, ada beberapa pertunjukan kecil sebelum jalannya sampai akhirnya para peserta bertanding satu persatu.
Trang! Trang!
Terdengar tombak saling beradu dan teriakan kesakitan dari peserta yang jatuh dari kuda.
Sebelum Izek dan Akash bertanding ada pertandingan Ruzel dan Etnel.
Keduanya bertanding untuk memperebutkan bunga kemenangan untuk Izzy.
Sementara Izek sendiri tampak tenang, dia sama sekali seperti tidak terpengaruh dengan suara gaduh di seluruh stadion berbeda dengan Akash yang tampak tidak sabar untuk menghabisi Izek.
Khusus untuk pertandingan Izek dan Akash tidak ada pertandingan sebelumnya yang harus mereka kalahkan jadi saat nama mereka dipanggil semua pengunjung menjadi tegang.
"Bersiaplah, Iz," ucap Akash seraya menutup helm besinya. Dia mulai menarik tali kekang kuda untuk menyerang Izek.
Trang! Trang!
Terdengar tombak Izek dan Akash saling beradu, sepertinya keadaan seimbang.
Akash kembali menyerang lagi tapi kali ini Izek tampak tidak menghindar sama sekali. Serangannya mengenai tameng Izek sampai lelaki itu terjatuh dari kudanya.
"Iz..." Grace yang berada di kursi penonton sampai berdiri.
Tanpa peduli dengan sekelilingnya, Grace berlari untuk mendatangi Izek yang terjatuh.
Sementara Akash sendiri mengambil bunga kemenangan yang tidak pernah layu itu dengan perasaan sulit diartikan. Seharusnya dia bahagia tapi kenapa dia tidak senang sama sekali setelah melihat Izek terjatuh apalagi seolah lelaki itu mengalah padanya.
Akhirnya dia memutuskan untuk melihat lzek, lelaki itu sudah berdiri dengan dibantu beberapa pengawal.
__ADS_1
"Kenapa kau lakukan ini, Iz?" tanya Akash.
"Bukankah kau ingin menang dariku? Aku memberikannya padamu sekarang," jawab Izek.
"Apa kau bodoh? Posisimu akan aku gantikan dan Grace akan menjadi milikku!" Akash memperjelas.
"Kau bisa menang dariku tapi kau tidak akan bisa mengambil apa yang aku miliki," ucap Izek.
Bersamaan dengan itu, Grace berlari ke arah Izek dan memeluk lelaki itu di depan Akash.
"Iz, kau tidak akan meninggalkan aku, 'kan?" tanya Grace yang ketakutan.
"Tenang kucing manis, aku akan selalu bersamamu," sahut Izek seraya mengecup puncak kepala Grace.
Semua sudah menjadi jawaban kalau Akash sudah kalah.
"Grace..." panggil Akash. Dia ingin meminta maaf.
Namun, Grace justru membenamkan wajahnya di dada Izek.
"Kau memang selalu memikirkan semua tindakanmu, Drac," komentar Ellen.
"Akash akan belajar banyak hal dengan kejadian ini," sahutnya.
Akash kembali ke ruang ganti dan terduduk sendirian, ada rasa malu luar biasa pada dirinya.
"Ta... ta... ta..."
Tiba-tiba terdengar suara bayi, saat Akash menoleh Eros dan Freya mendatanginya dengan menggendong bayi perempuan.
Freya menurunkan bayi yang sudah bisa berjalan itu untuk mendekati kakaknya.
"Ta... ta... ta..."
Bayi itu hampir jatuh tapi langsung ditangkap oleh Akash.
"Namanya Asha..." Freya duduk di samping Akash sambil merangkul putranya.
__ADS_1
Hari itu Akash menangis sambil memeluk Asha, dia berjanji akan menjaga adiknya dan pergi dari De Servant.
...***...
"Argh..." Izek mengerang saat Grace berusaha mengobati lukanya.
"Maaf, aku akan pelan-pelan," ucap Grace jadi panik sendiri.
Izek memandangi wajah Grace saat mengobati lukanya.
"Kenapa kau lari mendatangiku?" tanyanya.
"Aku takut kalau kau akan mati," jawab Grace.
Izek tergelak mendengarnya. "Kau menyukaiku, hem?"
Tanpa Izek duga, Grace berani menciumnya sebagai jawaban.
Dan seakan lupa dengan lukanya, Izek kembali bercinta dengan Grace.
Grace terus berteriak memanggil nama lelaki itu sementara Izek terus memompa tubuhnya. Sampai akhirnya keduanya mengerang bersama-sama ketika mencapai puncak kenikmatan.
Setelah nafas mereka kembali teratur, Grace melihat ada benda putih berjatuhan dari arah balkon.
Gadis itu membungkus tubuh polosnya dengan selimut dan berjalan ke arah balkon. Ternyata salju pertama telah turun.
"Salju pertama," gumam Grace.
Sedetik kemudian dia merasakan dekapan dari belakang karena Izek yang menyusulnya. Mereka berdua menikmati salju pertama yang turun bersama.
Tahun-tahun sebelumnya, Grace selalu sendirian tapi mulai sekarang dan tahun-tahun seterusnya akan dia habiskan waktunya bersama Izek.
"Aku mencintaimu, my King,"
...***...
...TAMAT...
__ADS_1