
Karena tebing yang rapuh, Izek terpaksa menggunakan helikopter untuk menyelamatkan Grace.
Grace harus lebih bersabar dan mencoba untuk tetap sadar sampai dia mendengar suara helikopter mendekat.
"Jaga jarak, jangan sampai batang kayunya patah!" Izek memberi peringatan pada pilot yang membawa helikopter itu.
Helikopter menjaga jarak cukup tinggi kemudian Izek mengikat dirinya untuk turun ke bawah.
Perlahan tubuh Izek diturunkan ke bawah, dia mendarat di ranting pohon dan segera menarik tubuh Grace ke pelukannya.
Tubuh Grace sangat dingin karena hanya memakai gaun dalaman yang tipis, beberapa bagian tubuh Grace terdapat goresan dan memar. Izek tidak bisa melihat kucing manisnya seperti itu.
"Cepat tarik!" teriak Izek yang merasa ranting pohonnya akan patah.
Dan benar saja ranting pohon itu patah bersamaan dengan tubuhnya yang ditarik ke atas.
Grace memeluk tubuh Izek rapat-rapat, dia tidak mau melepasnya sampai tubuhnya masuk ke dalam helikopter dan pergi.
Setelah itu rasanya gelap, Grace tidak ingat apapun lagi.
...***...
__ADS_1
"Istirahatlah!" Ellen menepuk pundak Izek yang duduk di samping ranjang Grace terbaring. Lelaki itu terus menggenggam tangan Grace.
"Aku ingin membunuh Akash!" geram Izek.
"Paman dan bibimu akan datang jadi biar mereka yang mengurusnya. Eros dan Freya mendapatkan kesulitan karena adik Akash diculik selama ini jadi jangan menambah beban mereka, aku tahu tindakan Akash di luar batas tapi lebih baik biar orang tuanya yang menangani," ucap Ellen.
Izek harus mengalah lagi kali ini, dia akan mengambil sisi positif karena suara Grace kembali lagi.
"Cepatlah bangun, kucing manis. Panggil namaku lagi, aku ingin lebih banyak mendengarnya," ucap Izek sambil mengecup telapak tangan Grace.
Ternyata Grace terbaring dan tak sadarkan diri selama dua hari lamanya.
"Syukurlah, akhirnya Nona bangun. Saya sangat mencemaskan keadaan Nona apalagi King Izek," ucap Lurika.
Mendengar nama Izek, Grace langsung merindukan lelaki itu. Dia ingin bertemu dengan Izek dan bicara pada king mafia itu.
"Saya dengar suara Nona sudah kembali," sambung Lurika.
Grace hanya mengangguk, dia belum terbiasa jadi dia masih malu untuk mengeluarkan suaranya lagi. Dan orang pertama yang ingin dia ajak bicara adalah Izek.
Akhirnya perawatan Grace dihentikan dan gadis itu bisa kembali ke kamarnya. Grace menuliskan surat untuk Izek dan meminta Lurika memberikannya.
__ADS_1
Pada saat itu, Izek baru keluar dari ruangan dewan dan langsung menerima surat dari Grace. Ternyata kucing manisnya sudah sadar dan saat ini tengah menunggu kedatangannya.
"Bawa Grace ke kamarku!" perintah Izek kemudian.
Grace yang mendengar itu dari Lurika tentu saja kaget karena Izek yang memintanya datang ke kamar lelaki itu.
Tapi, dia sudah memutuskan untuk selalu menuruti semua perintah Izek jadi Grace bergegas pergi ke kamar lelaki itu dan hari itu juga bertepatan dengan rombongan Izzy yang baru kembali ke istana.
"King Izek!" panggil Giel sambil mengetuk pintu.
Kemudian Giel membuka pintu dan mempersilahkan Grace masuk.
Grace langsung menunduk hormat ketika melihat Izek di dalam sana.
"Kemarilah!" Izek meminta Grace untuk mendekat.
Saat Grace mendekat, Izek langsung membuka baju yang dikenakan gadis itu, dia ingin mengecek luka di tubuh kucing manisnya.
"Lukanya mengering, kalau begitu ayo mandi!"
Memandikan Grace adalah hobi baru Izek.
__ADS_1