
Grace memasang wajah cemberut karena Izek tidak mengerti dengan apa yang dia maksud. Padahal gadis itu mendoakan king De Servant itu.
Kalau dipikir-pikir selama ini memang komunikasi diantara mereka sangat buruk tapi Izek selalu mencoba mengerti tentang Grace.
Apalagi Izek sudah membuang rasa angkuhnya dan mencoba bersabar.
Dan hal itu membuat rasa takut di hati Grace perlahan-lahan menghilang.
Kali ini Grace akan mencoba membalas perlakuan lelaki itu padanya. Grace memberanikan diri untuk berinisiatif duluan mencium Izek.
Walaupun masih kaku, Grace berusaha keras untuk mencium Izek.
"Kucing manisku mulai nakal, ya," komentar Izek setelah Grace berusaha berinisiatif duluan.
Grace malu jadi gadis itu memalingkan wajahnya.
Dan Izek masih ingin menggoda Grace tapi ada suara babi hutan yang mengganggu mereka.
"Ck! Kenapa ada babi hutan di sekitar sini!" decak Izek.
"Tunggulah di sini, Grace!"
Izek ingin memeriksa keadaan, seharusnya babi hutan tidak ada berada di area itu.
__ADS_1
Ketika Izek melangkah pergi sudah ada seseorang yang bersiap menculik Grace. Tentu saja babi hutan itu pengalihan saja.
Grace yang tidak bisa bersuara, tidak bisa memanggil Izek saat tubuhnya ditarik paksa oleh orang itu. Rasa takut menyelimuti gadis itu, dia berusaha melawan tapi tenaganya pasti kalah.
Tubuh mungil Grace di gendong di pundak sang penculik dan dibawa ke sebuah pondok yang biasanya digunakan untuk tempat singgah pengawal yang berpatroli.
Tolong... Tolong!
Grace kembali mengingat kejadian sepuluh tahun lalu, rasa trauma datang lagi. Dia takut disiksa seperti dulu.
"Ssstt! Jangan takut, Grace!"
Sang penculik membuka topengnya dan ternyata penculik itu adalah Akash.
"Aku tidak akan melepasmu, kita harus bersenang-senang malam ini!"
"Kau harus membedakan, siapa yang lebih membuatmu puas!"
Akash tidak mau membuang waktu jadi dia berusaha membuka baju yang Grace kenakan.
Tidak! Tidak!
Perlawanan Grace hanya sia-sia saja, satu persatu kain ditubuhnya dilepas sampai menyisakan gaun tipisnya.
__ADS_1
Aku mohon, jangan lakukan ini!
Seperti dirasuki setan, Akash tidak peduli dengan tangisan dan isyarat yang Grace berikan. Yang ada di kepala lelaki itu, bagaimana caranya bisa mencicipi kepunyaan Izek.
"Tenanglah, Grace," bujuk Akash yang berusaha membuka tali pinggangnya.
Grace mencari apa saja untuk pertahanan dirinya, dia menemukan sebuah balok kayu, tanpa pikir panjang Grace langsung memukul kepala belakang Akash memakai balok kayu itu selagi ada kesempatan.
"Argh!" Akash berteriak kesakitan.
Di detik itu juga, Grace berlari keluar untuk menyelamatkan diri dan sialnya lagi-lagi Grace harus dikejar oleh babi hutan.
Karena sudah menjauhi area yang ada penerangan lampunya, suasana menjadi gelap, Grace sampai tidak sadar menyandung batu dan terjatuh.
Grace terjatuh dan berada di pinggir tebing dan tak lama tubuh kurus itu terjun bebas ke bawah karena pinggir tebing yang rapuh.
Jantung Grace rasanya sudah berhenti berdetak tapi sebuah batang kayu menyelamatkan tubuh Grace, gadis itu masih selamat dengan kematian yang di ujung tanduk.
Apa aku masih hidup?
Tubuh Grace sudah penuh luka, dia bergelantung di batang kayu yang kapan saja bisa patah.
Gelang loncengnya tidak ada lagi, chip di tubuhnya juga sudah dilepas. Grace tidak tahu harus berbuat apa jika dia nekat naik ke atas, justru pinggir tebing yang rapuh bisa saja runtuh kapan saja.
__ADS_1
Inilah akhir hidupku!